Dear Bro, Berhubung Pembahasan mengenai Trotoar udah sepi, walaupun ada yg menanggapi positif dan ada yg menanggapi sinis, sekarang gw ingin minta pendapat temen2 semua mengenai bagaimana caranya menyikapi para penyebrang jalan yg ceroboh.
Di Jakarta ini sering kali kita dihadapkan pada kemacetan lalu lintas yang memaksa kita harus berkendara di sela2 kendaraan roda empat. Problemanya adalah sering kali juga kita menemui penyebrang jalan yg ceroboh yang besikap seolah2 tidak ada kendaraan roda dua yg melaju di sela2 kemacetan kendaraan roda empat, main nyelonong ajah tanpa menyempatkan diri untuk menengok ke sela2 mobil. Yang bikin tambah linu kalo gw perhatikan kebanyakan dari mereka para orang tua dan kaum Wanita, yang mana refleks untuk menghindarnya kurang responsif di banding laki2. Disisi lain, demi menghindari benturan dengan pejalan kaki yg ceroboh tsb, sering kali gw di caci maki pengendara motor lain yg berada di belakang gw, karena kecepatan berkendara gw yg sangat pelan. itu gw lakukan karena gw masih trauma akibat kecelakaan yg gw alami sekitar thn 1999 dimana gw menabrak seorang Bapak2 yg menyebrang di tengah2 kemacetan tanpa melihat ke sela2 mobil terlebih dahulu. padahal kecepatan gw pada waktu itu rendah sekali, tapi namanya orang tua yg sudah rentan tetap ajah dia jatuh dan gegar otak, Alhasil pengendara motor juga yg di salahkan. Dari cerita di atas, mohon masukan dari teman2 semua, bagaimana cara berkendara di tengah2 kemacetan. Terima Kasih. Febil B 5058 PM

