> Tips & Kiat Mudik
>
> Mudik. Entah Lebaran, Natal, atau Tahun Baru tidak hanya sekedar
> sebuahperjalanan jauh. Lebih dari itu, dengan mudik kita melepas
> rindu, meningkatkan tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat dan
handai
> taulan.Agar perjalanan mudik aman dan nyaman, siapkan kondisi fisik
> dan kendaraan Anda sebaik mungkin sehingga perjalanan selalu lancar
> dan menyenangkan.
>
> Tips dan kiat mudik ini ditujukan bagi kawan-kawan yang akan
> melakukanperjalanan menggunakan mobil pribadi. Selamat menyimak:
>
> 1. Meninggalkan Milis
>
> Sebelum mudik, untuk yang masih terdaftar sebagai member milis
> hendaknya tidak lupa merubah message delivery (kecuali bila Anda di
> saat mudik kemungkinan masih aktif menge-check milis). Pergantian
> ini dimaksudkan agar email Anda tidak mengalami over quota yang
> mungkin bisa meyebabkan bouncing. Ada tiga macam cara, seperti di
> bawah ini:
>
> * Untuk berhenti berlangganan (unsubscribe) kirimkan e-mail kosong
> ke:
> [EMAIL PROTECTED] (jangan lupa me-reply e-mail
> konfirmasi yang dikirimkan sistem)
>
> * Untuk menerima digest (satu e-mail per hari/rangkuman harian)
> kirimkan e-mail kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
>
> * Supaya tidak menerima e-mail atau baca lewat web (read on web),
> kirimkan e-mail kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
>
> 2. Kondisi Tubuh
>
> Jaga kesehatan, kondisi tubuh harus prima, sebelum berangkat harus
> cukup istirahat/tidur baik si pengendara maupun penumpang. Apalagi
> si pengendara utama (driver) biasanya suami dan co-driver adalah
> istri. Mudik dan menyetir sendiri, harus benar-benar mempersiapkan
> diri, terutama secara fisik. Disarankan meminum obat antioksidan,
> misalnya: minum-minuman yang mengandung vitamin C dan E.
>
> 3. Kondisi Mobil dan Perlengkapan Mobil
>
> Periksa kondisi mobil dan serviskan ke bengkel mobil langganan Anda
> (tune-up komplit, rem, ban, wiper, radiator, tali kipas/AC, aki,
> dll).
> Kemudian, bawa perlengkapan alat-alat mobil (tools kit), dongkrak,
> tali
> derek, ban serep, kotak P3K, segitiga pengaman, kunci roda palang,
> senter,dll.
>
> 4. Bawa Air Mentah
>
> Bawa air mentah di dalam jerigen 5 liter atau bekas botol air minum
> mineralyang besar (1 literan), air ini berguna untuk mengisi
> radiator bila kurang atau cuci tangan bila selesai ganti ban kalau
> bocor atau kempes. Jangan lupa sekalian bawa sabunnya, biar bersih
> cuci tangannya. Air ini juga berguna bila bawa anak kecil/bayi tiba-
> tiba di tengah jalan "pup" dan kita berada di tengah sawah/hutan di
> mana sulit mencari air.
>
> 5. Bekal Makanan
>
> Bawa bekal makanan secukupnya yang praktis dan bisa dimakan sambil
> terus berkendara (arem-arem/lontong isi), jangan asal berhenti makan
> di restoran/rumah makan yang tempat berhenti/istirahat Bus Antar Kota
> (kecuali untuk "pipis") karena lagi "High Season" dikhawatirkan cara
> masak dan mencuci piringnya kurang bersih karena pengunjung "sangat"
> padat dan banyak yang harus dilayani. Lebih terjamin bila makanan
> bawa sendiri. Tapi kalau bekal habis anda bisa masuk ke dalam kota
> dimana anda lewat untuk mencari restoran fast food fried chiken
> (nggak usah disebutin namanya entar iklan lagi!) yang pasti anak-
> anak suka dan lebih baik kebersihannya daripada yang pertama tadi.
>
> 6. Kebelet Pipis
>
> Bagaimana kalau di tengah jalan "kebelet" pipis? Kalau anak-anak dan
> laki-laki sih gampang asal mau dan "tahan malu" berhenti saja di
> pinggir jalan! Kalau istri bagaimana dong? Caranya gampang, cari
pompa
> bensin yang besar pasti ada toiletnya yang cukup bersih, bila kotor,
> cari lagi berjalan beberapa kilometer (bila kebeletnya masih bisa
> ditahan), atau cara lain cari Wartel, Kantor Polisi, Pusat
> Pertokoan,Losmen, Hotel, Masjid, dll. Bilang aja "mau numpang
> pipis", masa nggak boleh?
>
> 7. Raja Setan Jalanan
>
> Yang unik bila kita berkendara dengan mobil pribadi di Jalur Pantura
> adalah siap mengalah dengan Bus Antar Kota/Propinsi, mereka ini
> disebutnya "Raja Setan Jalanan Pantura". Jangan coba-coba adu balap
> dan adu kuat meskipun kita ada di jalur yang benar sekalipun. Bila
> dari arah berlawanan tiba-tiba ada Bus yang melancangi truk gandeng
> yang berjalan lamban, Anda harus siap mengurangi kecepatan dan
> secara mantap minggir ke kiri, bila perlu turun/keluar dari jalan
> aspal, kalau tidak hmm... saya tidak bisa ceritakan di sini apa yang
> terjadi. Lebih baik mengalah lah! Bukankah Anda dan keluarga ingin
tiba di
> kampung halaman dengan selamat bukan?
>
> 8. Si Keong dan Si Kura-Kura
>
> Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk
> ini dikenalnya sebagai si Keong atau si Kura-Kura karena begitu
lamban
> jalannya. Bagi yang belum pernah lewat Pantura pasti akan jengkel
> dengan ulah mereka ini, yah busnya yah truknya juga. Truk-truk ini
> sudah jalannya lambat ngambil posisinya di jalur kanan lagi,
> sehingga bikin kagok untuk menyalipnya. Nah, model kayak begini kita
> harus ekstra sabar dan hati-hati,cobalah menyalip dari sebelah kiri
> minta istri sebagai co-driver melihat ke depan apakah lajur depan
> sebelah kiri kosong dan aman untuk menyalip atau tidak? Yang perlu
> diperhatikan  adalah apakah di kiri depan ada motor,becak, sepeda,
> mobil mogok/parkir, lobang, jembatan sempit, dll. Bila aman
> tak ada halangan menyaliplah "dari jalur kiri" dengan tetap waspada,
> apalagi kalau yang disalip itu konvoi truk yang panjang.
>
> 9. Bawa Peta Jalur Mudik
>
> Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan
> berguna. Hendaknya pilihlah peta yang memuat jalur-jalur alternatif
> secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu
> titik. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor
> telepon penting,info tol sepanjang Pulau Jawa, dll.
>
> 10. Bawa HP & Chargernya
>
> Jangan lupa bawa HP dan chargernya. Sebaiknya sebelum berangkat
> charge HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang Anda
> lewati akan terjadi "blank spot" untuk kartu tertentu, lebih baik
> kalau istri punya HP dengan kartu yang berbeda dengan anda punya,
> jadi bila terjadi blankspot masih bisa pakai HP satunya lagi.
>
> 11. Memonitor Milis
>
> Bila ada kesempatan, sekali-kali monitor-lah milis yang ikuti, siapa
> tahu ada teman Anda yang sedang on-line. Bagi yang nggak punya
laptop,
> tidak perlu berkecil hati, nanti di daerah tujuan Anda carilah
> Warnet sudah banyak kok dan mudah dicari (di kota kabupaten).
>
> 12. Obat-Obatan
>
> Bawa obat-obatan yang biasa digunakan, jangan lupa itu! Terutama
> untuk anak-anak.
>
> 13. Kapan sebaiknya berangkat? Pagi atau malam?
>
> Terserah anda mana yang paling baik masing-masing ada plus minusnya.
> Berangkat pagi jam 06.00: Bisa lihat pemandangan, restoran dan
> bengkel mobil pasti buka, bila mobil tua dan AC kurang bagus anak-
> anak kasihan akan tersiksa karena panas apalagi kalau macet,
> sepanjang jalan yang dilewati kita akan ketemu yang namanya "Pasar
> Tumpah" itu lho pasar tradisional di kota kecamatan/kabupaten pasti
> macet,banyak orang menyeberang, becak, sepeda, ojek, dll, ketemu
> dengan "Panitia" Pembangunan Masjid yang minta sumbangan yang luar
> biasa banyaknya sepanjang Pantura dan jalan/jalur lain yang pasti
> akan kita lewati. Harap hati-hati dengan drum yang ditaruh di tengah-
> tengah jalan, jangan sampai ngebut melewati mereka. Bagi anda yang
> berkacamata minus sebaiknya jalan pagi saja. Berangkat sore/malam
> jam 17.00: Tidak bisa lihat pemandangan, hanya restoran dan bengkel
> 24 jam saja yang buka (tapi jangan khawatir cukup banyak kok!), anak-
> anak bisa tidur tidak ribut, tidak panas baik di dalam mobil maupun
> di luar, tidak ada Pasar Tumpah (tapi mungkin saja ada "Pasar
> Malam"), tidak ada Panitia Pembangunan Masjid. Bila kita mau
> menyalip di tikungan akan kelihatan dari sinar lampu mobil dari arah
> berlawanan, dimana hal ini tidak bisa kita tahu kalau berjalan di
> siang hari. Hanya saja kita harus ekstra hati-hati dan jangan sampai
> mengantuk bila jalan malam hari karena "musuh" kita adalah Bus
> Malam. Ini biangnya "Setan Jalanan" dan "Raja Tega". Bagi Anda yang
> tidak tahan sinar lampu dari depan (silau) lebih baik jangan jalan
> malam hari.
>
> 14. Berikan no. HP dan telepon di kampung halaman ke tetangga atau RT
>
> Harap tiggalkan nomor HP dan telepon rumah di kampung halaman ke
> tetangga yang tidak mudik atau ke Pak RT agar Anda bisa dihubungi
> kalau terjadi sesuatu di rumah Anda.
>
> 15. Arus Balik dan Pulang Balik
>
> Harap simpan tenaga dan tetap jaga kesehatan untuk siap pulang balik
> setelah mudik. Jangan pulang balik di pas mepet sekali besoknya
> harus sudah masuk kantor dan anak-anak masuk sekolah, pasti
> kelelahan kan? Ada baiknya ambil waktu sehari istirahat sebelum
> besoknya melakukan aktifitas rutin.
>
> 16. Bawa Uang Tunai
>
> Bawa uang tunai secukupnya, tak perlu bawa banyak-banyak, toh ATM
> banyak sekali dijumpai di daerah.
>
> 17. Bawa Kaset/CD
>
> Bawalah kaset/CD yang menjadi favorit Anda, agar suasana tidak
> jenuh, bosan dan sekaligus membawa suasana gembira. Sering-seringlah
> memutar lagu,supaya Anda teringat terus akan kampung halaman Anda.
>
> 18. Stiker.
>
> Tips terakhir, tempelkan stiker favorit Anda atau tanda pengenal
> komunitas tertentu di kaca belakang mobil /spatboard Motor Anda.
> Siapa tahu nanti di perjalanan Anda berjumpa dengan teman baru?
>
> Demikianlah beberapa kiat dan tips, mungkin dari rekan-rekan yang
> lain bisa menambahkan agar bisa semakin lengkap sehingga bermanfaat
> bagi kita semua.
>
> 19. Packing Barang / Muatan Dengan Benar
> Urutkan barang / muatan berdasarkan tingkat kebutuhan. Yang memiliki
> kemungkinan sangat besar dibutuhkan saat dalam perjalanan diletakkan
di
> tempat atau posisi yang paling mudah dikeluarkan. Supaya ngga bongkar
> muat tiap kali butuh sesuatu.

 

 


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now

Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke