Wah..wah, SMA 1 Padang kini makin hebat sajo yo....
Ck..ck..ck...

wassalam
rinaldi munir
ITB  Bandung
(alumnus 1985)

=================================================

Menengok Kelas Akselerasi di SMU 1 Padang
* PBM Berbeda, Biaya Berbeda, IQ di Atas 135 
Oleh admin padek 1 
Sabtu, 02-Juli-2005, 12:13:55 26 klik   
 
 
Kalau normalnya siswa SMU menamatkan studinya selama 3 tahun, tidak demikian
dengan sebagian murid di SMU 1 Padang. Kalau memiliki kemampuan, mereka dapat
menyelesaikan waktu tiga tahun tersebut dengan dua tahun saja dengan nilai yang
tinggi. Hebat ! 
 
 


Hari itu hari Sabtu, ribuan siswa SLTA berpakaian pramuka nampak baru selesai
melaksanakan rutinitasnya menuntut ilmu demi masa depannya. Mereka begitu ceria
untuk segera pulang melepaskan lelah dan suntuk, lalu berencana rileks karena
besok adalah hari libur. Tentu saja sebagai remaja yang mulai beranjak dewasa
mereka juga telah berencana dengan teman atau pacar untuk melepas hari-hari
suntuk dan melelahkan tersebut. 

Namun tidak demikian halnya dengan Andi, salah seorang siswa SMU 1, dia masih
harus melanjutkan pelajaran yang masih tersisa. 

Budaya Alam Minangkabau adalah mata pelajaran wajib yang yang menjadi kesukaan
sebagian besar kelas akselerasi tempat Andi belajar dengan semangat ekstra. 

Semua pelajaran yang dibebankan kepada kelas akselerasi harus dihadapi dengan
ekstra semangat dan ekstra kerja keras. Hal ini seakan sudah biasa dalam sebuah
persaingan lokal yang terdiri dari siswa-siswa yang ber-IQ 135 keatas. 

“Lokal akselerasi adalah lokal yang diprogram tamat selama dua tahun. Untuk
memotong waktu yang tiga tahun menjadi dua tahun maka siswanya diberikan
pembelajaran padat yang seintensif mungkin,” ujarnya. 

Namun untuk dapat masuk ke dalam kelas akselerasi ini juga tidak gampang karena
menuntut syarat yang juga lebih. Di samping tingkat IQ yang mesti melebihi 135,
calon siswanyapun harus melewati serangkaian tes. 

Lain kelas akselerasi, lain pula kelas internasional. Pada kelas internasional
ini yang membedakannya dengan kelas reguler dan akselerasi adalah bahasa
pengantarnya yang disajikan dalam Bahasa Inggris. Seperti halnya dengan kelas
akselerasi staf pengajarnya berbeda karena terdiri dari guru-guru yang unggul
dan terpilih. 

“Untuk mengajar di lokal unggulan maka gurunyapun harus guru unggulan” ujar
Suwardi. 

“Mereka cuma masuk dari hari Senin sampai Jumat, sedangkan pada hari Sabtu
mereka diajarkan pelajaran tambahan Bahasa Inggris, Budaya Alam Minangkabau,
dan mata pelajaran eksakta,” lanjutnya. 

Jadi siswanya tidak perlu lagi mengikuti les tambahan di luar, karena apa yang
mereka dapatkan saat ini sudah jauh lebih baik dari apa yang akan mereka
dapatkan pada bimbingan belajar lain. 

Dengan lengkapnya fasilitas yang diberikan juga berdampak pada biaya sekolahnya
(SPP), dimana mereka harus membayar sekitar 200 ribu perbulan. Tapi sekali
lagi, itu sangat setara dengan apa yang mereka dapatkan. 

Tentu saja hal yang sangat membanggakan kalau sekiranya dapat masuk ke kelas
unggulan di sekolah unggulan tersebut. Tapi bukan hanya kebanggaan saja yang
bakal didapat, sederet fasilitas lain juga akan diperoleh. Dengan keintensifan
dan padatnya materi yang diberikan, para siswa tidak perlu takut lagi mengikuti
SPMB karena standar pembelajaran melebihi standar soal SPMB. 

Itulah sebabnya sampai lulusan ketiga ini 100 persen siswanya selalu lulus di
perguruan tinggi favorit di Indonesia, baik melalui jalur PMDK maupun SPMB. Dan
sebagian lagi memilih melanjutnya ke luar negeri. Sekarang tinggal anda, berani
dengan tantangan ini? (Rijal Islamy) 




Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL 
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kasma1/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke