Bagi yang berminat dengan topik ini silahkan bergabung ke milis 
[EMAIL PROTECTED] .
Banyak pencerahan dari pakar2 Sistem/Manajemen Produksi seperti Vincent 
Gasperz dan lainnya.

andri wrote:

> fyi
> ----- Original Message -----
> *From:* Yudiana <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
> ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; 
> [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> *Sent:* Wednesday, July 20, 2005 11:18 AM
> *Subject:* [partailgein] PENGENDALIAN PROSES SIX SIGMA MOTOROLA 
> (Forwarding Opinion)
>
> Mungkin ada hal-hal mendasar yang ternyata selama ini masih 
> misperception atau bahkan mungkin ada hal-hal yang selama ini belum 
> ditemukan penjelasan yang gamblang, berikut saya share opini lain 
> (dari luar LG, dari seorang yang namanya sudah sangat dikenal sebagai 
> penulis berbagai buku, Vincent Gaspersz). Mudah2an bermanfaat.
> ======================================================================================
>  
>
> Date: Mon, 18 Jul 2005 15:04:46 -0000
> From: "Vincent Gaspersz" <[EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
> To: "Yudiana" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>>
> Subject: Re: Pengendalian Proses Six Sigma Motorola
>
> PENGENDALIAN PROSES SIX SIGMA MOTOROLA
>
> Pada saat ini, masih terdapat kerancuan di banyak pihak—terutama di
> kalangan dunia industri dan akademik, tentang prinsip-prinsip Six
> Sigma Motorola, yang seolah-olah menafsirkan bahwa prinsip-prinsip
> pengendalian six sigma merupakan pengembangan dari "3-sigma
> statistical quality control". Memang ide dasar dari prinsip-prinsip
> Six Sigma diambil dari 3-sigma statistical quality control, tetapi
> implementasinya berbeda sama sekali. Saya ingin membahas pemahaman
> Six Sigma berdasarkan "statistical thinking" dan "statistical tools".
>
> Pada dasarnya pelanggan akan puas apabila mereka menerima nilai yang
> dibutuhkan mereka. Apabila produk (barang dan/atau jasa) diproses
> pada tingkat kualitas Six Sigma, maka perusahaan boleh mengharapkan
> 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) atau mengharapkan bahwa
> 99,99966 persen dari apa yang diharapkan pelanggan akan ada dalam
> produk itu. Dengan demikian Six Sigma dapat dijadikan ukuran target
> kinerja sistem industri, tentang bagaimana baiknya suatu proses
> transaksi produk antara pemasok (industri) dan pelanggan (pasar).
> Semakin tinggi target sigma yang dicapai, maka kinerja sistem
> industri akan semakin baik. Sehingga 6-sigma otomatis lebih baik
> daripada 4-sigma, lebih baik daripada 3-sigma. Six Sigma juga dapat
> dianggap sebagai strategi terobosan yang memungkinkan perusahaan
> melakukan peningkatan luar biasa (dramatik) di tingkat operasional.
> Six Sigma juga dapat dipandang sebagai pengendalian proses industri
> berfokus pada pelanggan, melalui memperhatikan kemampuan proses
> (process capability).
>
> Ukuran kegagalan dalam Program Peningkatan Kualitas Six Sigma
> biasanya dinyatakan sebagai kegagalan per sejuta kesempatan. Target
> dari pengendalian kualitas Six Sigma Motorola adalah 3,4 DPMO,
> harusnya tidak diinterpretasikan sebagai 3,4 unit output yang cacat
> dari sejuta unit output yang diproduksi, tetapi diinterpretasikan
> sebagai dalam satu unit produk tunggal terdapat rata-rata kesempatan
> untuk gagal dari suatu karakteristik CTQ (critical-to-quality)
> adalah hanya 3,4 kegagalan per satu juta kesempatan (DPMO). Misalkan
> pencucian sebuah karpet rumah tangga yang berukuran 1500-square-foot
> yang dilakukan oleh suatu proses berkemampuan 4-sigma yang memiliki
> target 6.210 DPMO, maka akan terdapat sekitar 9,3 square feet dari
> area karpet itu yang tidak tercuci bersih (6.210/1.000.000 x 1500 =
> 9,3). Selanjutnya untuk karpet berukuran sama itu apabila
> pencuciannya dilakukan oleh suatu proses berkemampuan 6-sigma yang
> memiliki target 3,4 DPMO, maka hampir seluruh area karpet akan
> tercuci bersih, karena kemungkinan kegagalan hanya: 3,4/1.000.000 x
> 1.500 = 0,005 square feet yang tidak tercuci bersih (hampir
> mustahil menemukan kegagalan dalam proses pencucian karpet itu).
> Pemahaman terhadap DPMO ini sangat penting dalam pengukuran
> keberhasilan aplikasi program peningkatan kualitas Six Sigma.
>
> Pemahaman lain yang sangat penting dalam pengendalian proses
> statistikal adalah memahami kemampuan dari proses itu sendiri
> (process capability), di mana berdasarkan konsep Motorola yang
> mengijinkan terjadinya pergeseran dari nilai rata-rata terhadap
> target sebesar 1,5-sigma, yaitu: u = T +/- 1,5sigma atau: (u – T) =
> +/- 1,5sigma, di mana u = nilai rata-rata proses, T = nilai target
> yang diinginkan oleh pelanggan, dan sigma merupakan ukuran standar
> deviasi dari proses. Jika kita memahami kapabilitas proses ini
> secara baik, maka kita dapat mengetahui bahwa untuk kapabilitas
> proses 1-sigma akan menghasilkan 691.462 DPMO, kapabilitas proses 2-
> sigma akan menghasilkan 308.538 DPMO, kapabilitas proses 3-sigma
> akan menghasilkan 66.807 DPMO, kapabilitas proses 4-sigma akan
> menghasilkan 6.210 DPMO, kapabilitas proses 5-sigma akan
> menghasilkan 233 DPMO, dan kapabilitas proses 6-sigma akan
> menghasilkan 3,4 DPMO. Pernyataan ini merupakan bahasa teknis yang
> tidak dipahami secara baik oleh para CEO. Kita dapat menerjemahkan
> kapabilitas proses berdasarkan ukuran DPMO (bahasa teknis) menjadi
> bahasa "uang" agar dapat dipahami oleh para CEO melalui mengaitkan
> kapabilitas proses dengan "cost of poor quality (COPQ), di mana
> untuk kapabilitas proses 1-sigma dan 2-sigma tidak dapat dihitung
> karena besar kerugian yang sangat besar, untuk kapabilitas proses 3-
> sigma akan menghasilkan COPQ sekitar 25-40% dari nilai penjualan,
> untuk kapabilitas proses 4-sigma akan menghasilkan COPQ sekitar 15-
> 25% dari nilai penjualan, untuk kapabilitas proses 5-sigma akan
> menghasilkan COPQ sekitar 5-15% dari nilai penjualan, dan untuk
> kapabilitas proses 6-sigma akan menghasilkan COPQ hanya sekitar
> kurang dari 1% dari nilai penjualan. Berdasarkan ukuran DPMO dan
> COPQ, kita mengetahui bahwa semakin tinggi kapabilitas proses yang
> diukur berdasarkan ukuran sigma, maka akan semakin rendah DPMO dan
> COPQ. Metodologi Six Sigma bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas
> proses menuju target kapabilitas proses 6-sigma sehingga hanya
> menghasilkan 3,4 DPMO atau COPQ kurang dari 1% dari nilai penjualan.
> Saya melihat pemahaman terhadap Six Sigma di Indonesia masih hanya
> terfokus pada proyek-proyek Six Sigma menggunakan metodologi DMAIC.
> Dalam banyak perusahaan saya masih melihat bahwa pengendalian proses
> statistikal yang digunakan adalah "3-sigma statistical quality
> control", meskipun mereka menerapkan proyek Six Sigma. Hal ini
> berarti hanya namanya saja yang Six Sigma, tetapi sesungguhnya
> mereka melakukan pengendalian kapablitas proses 3-sigma yang masih
> menghasilkan 66.807 DPMO atau COPQ sekitar 25-40% dari nilai
> penjualan. Dengan demikian yang dimaksudkan dengan "in control"
> dalam peta-peta kontrol 3-sigma, sesungguhnya mash mengandung atau
> menghasilkan 66.807 DPMO atau COPQ sekitar 25-40% dari nilai
> penjualan. Berdasarkan uraian ini, maka ukuran keberhasilan dari
> proyek-proyek Six Sigma bukan pada penerapan metodologi DMAIC,
> tetapi diukur berdasarkan apakah mampu membawa proses itu menjadi
> berkemampuan 6-sigma yang hanya menghasilkan 3,4 DPMO atau COPQ
> kurang dari 1% dari nilai penjualan.
>
> Pertanyaan menarik sekarang adalah bagaimana mengukur kapabilitas
> proses, sehingga kita dapat mengetahui pada tingkat kapabilitas
> berapa sigma proses yang sekarang beroperasi?, dan langkah-langkah
> apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas proses itu
> agar mencapai 6-sigma yang hanya menghasilkan 3,4 DPMO atau COPQ
> kurang dari 1% dari nilai penjualan.
>
> Kapabilitas proses didefinisikan sebagai kemampuan proses untuk
> memproduksi atau menyerahkan output sesuai dengan kebutuhan
> pelanggan. Process Capability merupakan suatu ukuran kinerja kritis
> yang menunjukkan proses mampu menghasilkan sesuai dengan spesifikasi
> produk yang ditetapkan oleh manajemen berdasarkan kebutuhan
> pelanggan. Sebagai misal, pelanggan menginginkan diameter pipa yang
> diserahkan adalah pipa yang berdiameter 40 cm dengan batas toleransi
> 0,5 cm, maka kita menyatakan bahwa: nilai target T = 40 cm, USL =
> upper specification limit (batas spesifikasi atas) = 40 + 0,5 cm =
> 40,5 cm, dan LSL = lower specification limit (batas spesifikasi
> bawah) = 40 – 0,5 cm = 39,5 cm. Ketiga nilai USL, LSL, dan T
> ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan. Dalam konteks ini,
> setiap produk yang diserahkan dan mempunyai diameter di atas 40,5 cm
> atau di bawah 39,5 cm HARUS DIANGGAP SEBAGAI "GAGAL" MEMENUHI
> KEBUTUHAN PELANGGAN. Ukuran kegagalan dari proses itu adalah DPMO
> atau COPQ, yang dalam hal ini sangat tergantung pada kapabilitas
> proses dalam ukuran sigma itu.
>
> Kapabilitas proses dihitung berdasarkan jangkauan tingkat
> pengendalian sigma (variasi proses) yang mampu dikendalikan dari
> nilai target T = 40 cm itu (dalam hal ini kita berasumsikan bahwa
> nilai rata-rata proses—u (baca: mu), sesuai konsep Motorola adalah:
> u = T +/- 1,5sigma, artinya nilai rata-rata proses boleh bergeser
> hanya plus-minus 1,5sigma dari nilai target itu. Jika kita hanya
> mampu mengendalikan dalam jangkauan nilai target plus-minus 3-sigma,
> berarti jangkauan pengendalian kita adalah: nilai target plus 3-
> sigma dan nilai target minus 3-sigma, berarti total jangkauan
> pengendalian adalah 6-sigma, maka indeks kapabilitas proses Cp yang
> mengukur kapabilitas potensial atau yang melekat dari suatu proses
> yang diasumsikan stabil, akan didefinisikan sebagai: Cp = [(USL –
> LSL) / 6-sigma. Di sini sigma adalah ukuran standar deviasi dari
> proses, yang mencerminkan variasi dari proses. Variasi (Variation)
> Merupakan apa yang pelanggan melihat dan merasakan dalam proses
> transaksi antara pemasok dan pelanggan itu. Semakin kecil variasi
> akan semakin disukai, karena menunjukkan konsistensi dalam kualitas.
> Variasi mengukur suatu perubahan dalam proses atau praktek-praktek
> bisnis yang mungkin mempengaruhi hasil yang diharapkan
>
> Berdasarkan konsep di atas, maka nilai indeks kapabilitas proses Cp,
> akan dapat dihitung sebagai berikut:
>
> Apabila pengendalian proses dilakukan pada tingkat plus-minus 3-
> sigma dari nilai target, maka kapabilitas proses dihtung sebagai: Cp
> = [(USL – LSL) / 6-sigma, apabila pengendalian proses dilakukan pada
> tingkat plus-minus 4-sigma dari nilai target, maka kapabilitas
> proses dihitung sebagai: Cp = [(USL – LSL) / 8-sigma, apabila
> pengendalian proses dilakukan pada tingkat plus-minus 5-sigma dari
> nilai target, maka kapabilitas proses dihitung sebagai: Cp = [(USL –
> LSL) / 10-sigma, dan apabila pengendalian proses dilakukan pada
> tingkat plus-minus 6-sigma dari nilai target, maka kapabilitas
> proses dihitung sebagai: Cp = [(USL – LSL) / 12-sigma. Konsep
> inilah yang dipakai Motorola untuk meningkatkan kapabilitas proses
> menjadi berkemampuan 6-sigma, yang berarti manajemen mampu
> mengendalikan proses pada tingkat plus-minus 6-sigma dari nilai
> target yang diinginkan pelanggan, sehingga Cp = [(USL – LSL) / 12-
> sigma.
>
> Banyak praktisi dan akademikus di Indonesia hanya berfokus pada peta-
> peta kontrol statistikal, di mana sering dipakai peta kontrol 3-
> sigma, sehingga peta kontrol 3-sigma dibangun berdasarkan konsep:
> UCL (upper control limit—batas kendali atas) = u (baca: mu) + 3-
> sigma, LCL (lower control limit—batas kendali bawah) = u – 3-sigma.
> Nilai-nilai u (baca: mu) merupakan nilai rata-rata proses, UCL dan
> LCL, semuanya berfokus pada proses—bukan berfokus pelanggan, karena
> nilai-nilai u, UCL, dan LCL ditentukan berdasarkan kemampuan proses
> yang ada dan sama sekali tidak mencerminkan kebutuhan pelanggan yang
> ditetapkan melalui nilai-nilai T, USL, LSL. CATATAN: T, USL, dan LSL
> adalah nilai-nilai yang dibutuhkan pelanggan, sedangkan u, UCL dan
> LCL merupakan nilai-nilai yang diperoleh dari proses dan fungsinya
> untuk mengetahui apakah suatu proses stabil atau tidak, tidak
> mencerminkan kemampuan proses dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
> Patut dicatat dan dipahami, bahwa program peningkatan kualitas Six
> Sigma berorientasi pada peningkatan kemampuan proses menuju tingkat
> kegagalan nol atau menuju nilai spesifikasi target kualitas (T)
> yang diinginkan oleh pelanggan, maka terdapat hubungan antara
> pencapaian peningkatan kualitas (target sigma) dan nilai toleransi
> standar deviasi maksimum (Smaks) yang diijinkan dalam program
> peningkatan kualitas Six Sigma.
>
> Dengan demikian apabila ingin menggunakan konsep pengendalian proses
> 6-sigma Motorola, harus melakukan langkah-langkah berikut:
>
> 1) Kumpulkan data dari proses Anda saat ini. Hitung nilai rata-
> rata proses (u) dan standar deviasi dari proses (sigma).
> 2) Buat peta kontrol 3-sigma untuk X-bar dan R, sebagai langkah
> awal untuk menguji kestabilan proses, apakah proses stabil atau
> tidak. Jika semua nilai rata-rata ada dalam batas-batas UCL dan LCL,
> maka berarti proses stabil, lanjutkan ke nomor 3. Namun apabila ada
> outlier atau nilai rata-rata berada di atas UCL atau di bawah LCL,
> maka berarti proses tidak stabil, periksa apa yang menyebabkan
> ketidakstabilan proses itu? Periksa pada variasi input seperti:
> Mesin, Manusia, Metode, Material, Lingkungan, dll. Catatan: Banyak
> praktisi justru membuang data outlier agar kelihatan stabil, tetapi
> justru data oulier itu merupakan INFORMASI YANG SANGAT BERGUNA UNTUK
> PERBAIKAN PROSES.
> 3) Lakukan pengujian hipotesis terhadap nilai rata-rata
> proses, untuk menguji apakah proses mampu memenuhi kebutuhan
> pelanggan (nilai u—rata-rata proses dibandingkan dengan nilai target—
> T yang dibutuhkan pelanggan). Berdasarkan konsep Motorola, lakukan
> pengujian hipotesis berikut:
>
> Ho: u = T +/- 1,5sigma atau: Ho: (u – T) = +/- 1,5sigma.
> H1: u tidak sama dengan T +/- 1,5sigma atau: H1: (u – T) tidak sama
> dengan +/- 1,5 sigma. Lakukan pengujian menggunakan uji t-Student,
> yaitu: t = {(X-bar) – (T +/- 1,5sigma)} / (sigma/ akar n), di mana:
> n = ukuran contoh (sample size), X-bar = nilai rata-rata proses, T =
> nilai target yang dibutuhkan pelanggan, sigma adalah standar deviasi
> dari proses. Jika Ho diterima, maka lanjutkan ke langkah 4, tetapi
> apabila Ho ditolak, maka perbaiki dulu proses melalui menggeser atau
> membuat nilai rata-rata proses (u) mendekati nilai target (T) yang
> diinginkan pelanggan.
>
> 4) Hitung tingkat kegagalan DPMO dari proses yang sekarang melalui
> formula: P [z lebih besar (USL – X-bar) / Sigma] x 1.000.000 + P
> [z lebih kecil (LSL - X-bar) / Sigma)] x 1.000.000. Nilai-nilai
> peluang kegagalan untuk distribusi normal baku, z, diperoleh dari
> tabel distribusi normal kumulatif (lihat Tabel dalam buku
> statistika), yang dapat juga dibangkitkan menggunakan formula:
> =normsdist(nilai Z) pada Microsoft Excel. Berdasarkan nilai DPMO ini
> lakukan konversi ke nilai kapabilitas proses, sehingga kita dapat
> mengetahui pada tingkat berapa sigma proses kita beroperasi sekarang?
> 5) Lakukan perbaikan proses terus-menerus untuk meningkatkan
> kapabilitas proses menuju tingkat kapabilitas 6-sigma. Keberhasilan
> implementasi program peningkatan kualitas six-sigma ditunjukkan
> melalui peningkatan kapabilitas proses dalam menghasilkan produk
> menuju tingkat kegagalan 3,4 DPMO, yang pada akhirnya menuju
> kegagalan nol (zero defects). Oleh karena itu konsep perhitungan
> kapabilitas proses menjadi sangat penting untuk dipahami dalam
> implementasi program six-sigma.
>
> Dari uraian di atas jelas bahwa pengndalian kualitas six sigma,
> bukan membangun peta kontrol 6-sigma, yaitu: UCL = u + 6-sigma, LCL
> = u – 6-sigma, sehingga membawa semua data oulier ke dalam "in
> control", tetapi membawa proses menuju kemampuan 6-sigma yang diukur
> melalui peningkatan terus-menerus dari indeks kapabilitas proses
> itu. Untuk pengendalian six sigma, maka indeks kapabilitas proses
> adalah: Cp = (USL – LSL) / 12-sigma. Ingat: nilai-nilai u, UCL, LCL
> dalam peta kontrol TIDAK SAMA DENGAN nilai-nilai T, USL, LSL yang
> diinginkan pelanggan.
>
> Demikian informasi tentang pengendalian proses six sigma berdasarkan
> konsep Motorola. Penjelasan lebih jauh dapat dilihat dalam buku saya
> tentang: Panduan Implementasi Program Six Sigma (Penerbit Gramedia,
> Jakarta).
>
> Sekian dan terima kasih.
>
> Vincent Gaspersz
>
>
>
> /Best Regards,/
>
>
>
> Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: 
> [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: 
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>     * Visit your group "kasma1 <http://groups.yahoo.com/group/kasma1>"
>       on the web.
>     * To unsubscribe from this group, send an email to:
>       [EMAIL PROTECTED]
>       <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>     * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
>       Service <http://docs.yahoo.com/info/terms/>.
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
>


Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL 
PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kasma1/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke