Pelaku bisnis ayam *tiren* ditangkap polisi koq.. Karena negara (mayoritas) muslim, asumsi dasar: semua sembelihan publik halal kecuali yang ditempat tertentu. Setahu saya baru "kesepakatan umum", harusnya ada UU-nya, jadi ada jaminan hukum bahwa prinsip-prinsip syariah tidak dilanggar. IMHO, ini hal dasar penerapan hukum syariah, menjamin warga muslim hidup sesuai syariah, jadi belum ngomongin qishah atau hudud atau rajam, sisi yang diekspos media massa...
Untuk diluar negeri baiknya menghindari keragu-raguan, lebih baik lagi kalau sudah ada semacam informasi awal tempat-tempat makanan yang pas. Saya sewaktu ke Jepang, orang Jepangnya mikir bahwa orang Islam hanya tidak makan babi, jadi mereka menyiapkan makanan ala fastfood2 amerika saja, sama dengan disini. Tapi waktu saya katakan proses penyembelihan ayam/sapi tersebut harus dibacain oinori (doa), terpaksa ganti menu dehh.. Lagipula mereka juga bukan dari golongan ahli kitab. Tapi mereka juga bilang, ada muslim yang sebelum saya, gak ada masalah di suguhin menu tadi.. nah loo...... Tapi bagi orang jepang makanan muslim masih lebih mudah, dibanding nyariin restoran buat vegetarian. .TR. edo wrote: > Halal/tidaknya makanan bukan hanya dari jenis makanannya saja bukan? > Banyak dari kita mungkin merasa kalau bukan chinese food, tidak > mengandung babi atau jenis makanan lain maka pasti halal. > Atau mungkin karena bangsa kita mayoritas islam, kita merasa aman2 > saja menyantap makanan selama dimasak 'pribumi'. > > Pengalaman saya di singapur... > Saya pernah diajak makan oleh rekan disana, ke restoran cina. > Dia tahu saya muslim, dan bilang... "keberatan makan disini?" > Saya bilang tidak... toh saya pikir saya bisa makan ayam atau ikan... > meskipun menu andalan disana babi. > Pelayan restoran bilang... "kami menyediakan ikan, ayam, dan sapi. > Tapi anda perlu tahu bahwa ini bukan restoran halal..." > Saya bilang "no problem" > > Beberapa saat kemudian baru saya ngeh kalau yang dimaksud oleh pelayan > tadi adalah masakan tersebut tidak disediakan dengan tata cara muslim. > Misalnya ayam disembelih tanpa mengucapkan Bismillah... dll > Setelah itu saya jadi berpikir... bagaimana dengan restoran di > Indonesia ya? > Yang dapat label halal kan hanya restoran2 besar... bagaimana dengan > restoran kecil? Bagaimana dengan restoran yg dikelola org2 non-muslim? > Belum lagi klo bicara ayam yg disuguhkan adalah ayam 'tiren'... > > Rasanya malu juga kalau dinegara yg muslimnya minoritas, mereka justru > lebih perhatian dan aware dari bangsa kita. > > > Edo > > > > ----- Original Message ----- > *From:* andri <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > ; [email protected] <mailto:[email protected]> > *Sent:* Thursday, March 02, 2006 1:31 PM > *Subject:* [kasma1] Fwd: List of Halal dan Haram Food Ingredients > > --- In [EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]>, wan ninda <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > LIST OF HALAL > AND HARAM FOOD INGREDIENTS > > The lists below have been taken with permission from the > book 'Islamic Dietary Laws and Practices by Mohammad Mazhar Hussaini > and M S Ahmad Hussein Sakr, Ph.D . > > It should be noted that a product being imported from a Muslim > country is not necessarily a guarantee that it is completely Halal. > In fact, food is often imported from abroad into Muslim countries > without proper checking of ingredients. > ---- deleted ---- > Hemat bandwith. Hapus pesan yang tidak perlu. Subscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe milis: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kasma1/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
