yogi fransiscus < [EMAIL PROTECTED] >, menulis:
Salam buat Saudara Bobby Fomula.
Saya tunggu jawaban Anda.
Peace man......
Salam buat Saudara Bobby Fomula.
Saya tunggu jawaban Anda.
Peace man......
--------------
Rekan Yogi,
Rekan Yogi,
supaya
permasalahan ini tidak berlarut-larut, ada baiknya kita sepakat untuk meniadakan nama "Sartre Satire" sebagai pihak "ketiga" (kalo memang benar adanya) dalam setiap tulisan kita, yah.
(Loe, sih yang mancing-mancing duluan, pake nulis "Sartre Satire ~ Lahir Baru" segala di akhir tulisan loe kemaren).
Ok, sekarang kembali ke permasalahan " Tolor atau Ayam ?" dengan jawaban yang loe nanti-nanti dari gue (busyet, penasaran banget sih, loe ama gue...)
Terus terang, dengan sikap sebagai seorang ksatria, gue harus jujur pada loe, man, kemaren gue hanya bisa memberi falsifikasi dari argument loe karena memang "logic thinking" saat ini merupakan bonsai yang menghiasi kepala gue. So, kalo loe mau ngajak gue
buat phibu-phibuan soal ini, gue siap layani, loe ampe tetes upil penghabisan heheh...![]()
Akan tetapi, kalo loe mau ajak gue untuk diperhadapkan pada persoalan: "duluan mana nongol, tolor atau ayam?"
Adoooh...persoalan ini sebenarnya di luar domain gue,man.
Namun, untuk sekedar pembahasan (gue menolak kalo ini disebut sebagai wacana).
Namun, untuk sekedar pembahasan (gue menolak kalo ini disebut sebagai wacana).
Berbicara soal mana duluan nongol " Ayam atau Tolor ", tentu kita akan di-ingatkan kembali pada perseteruan yang telah lama bergulir tanpa tepi antar dua system pemikiran yang saling me-negasi-kan, yakni: Kaum Kreasionisme (yang percaya akan adanya Sang Pencipta sebagai Penggerak Mula dari pembentukkan alam semesta) dan Materialisme
(yang percaya pada mulanya adalah materi; semua yang ada berasal dari materi yang sudah ada sebelumnya dan alam semesta ini terjadi hanya dalam sebuah kebetulan/chance).
Nah, dua system pemikiran yang saling ber-kontradiksi ini, adalah dua golongan yang paling jago dan paling heppot kalo disuruh ngejawab: " mana duluan nongol telur atau ayam ? "
Para Materialisme yang percaya akan adanya evolusi makhluk hidup akan menjawab: tolor duluan toh yang deluan nongol, dengan argument umumnya:
"Menurut hukum evolusi , kehidupan bermula dari air. Kemudian hewan-hewan air berevolusi dan memiliki kaki sehingga akhirnya bumi yang muda khususnya daratan di dahului dan di dominasi oleh makhluk kadal (dinosaurus), dan belum ada unggas. Kemudian setelah lama baru terjadi evolusi kembali dan muncullah unggas purba. Dan kita tahu bahwa umumnya kadal (dinosaurus) itu bertelur. Nah, dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tolorr lah yang terlebih dulu ada, karena tolor ada sebelum kemunculan unggas bahkan jauh sebelum ayam itu ada. Apapun jalur evolusi ataupun mutasi genetik yang menyebabkan pada suatu saat menetas anak ayam dari induknya yang secara genetik beda (bisa disebut dengan proto-ayam) sudah terjadi saat pembuahan atau gestasi ayam dalam telur.
"Menurut hukum evolusi , kehidupan bermula dari air. Kemudian hewan-hewan air berevolusi dan memiliki kaki sehingga akhirnya bumi yang muda khususnya daratan di dahului dan di dominasi oleh makhluk kadal (dinosaurus), dan belum ada unggas. Kemudian setelah lama baru terjadi evolusi kembali dan muncullah unggas purba. Dan kita tahu bahwa umumnya kadal (dinosaurus) itu bertelur. Nah, dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tolorr lah yang terlebih dulu ada, karena tolor ada sebelum kemunculan unggas bahkan jauh sebelum ayam itu ada. Apapun jalur evolusi ataupun mutasi genetik yang menyebabkan pada suatu saat menetas anak ayam dari induknya yang secara genetik beda (bisa disebut dengan proto-ayam) sudah terjadi saat pembuahan atau gestasi ayam dalam telur.
Induk ayam ini sendiri secara definisi hanya proto-ayam yang secara genetik, 'ke-ayaman-nya' (ada ga sih istilah itu?) belum sesempurna anaknya, sehingga belum bisa dikatakan ayam." (gue kutip dari beberapa sumber)
Sedangkan para kreasionisme yang percaya pada
genesis, mengatakan: "Ayam duluan. Karena dari kitab genesis mengatakan bahwa Tuhan menciptakan hewan-hewan, dan bukan tolor-tolor..."(gue kutip dari beberapa sumber)
Nah, lo...singkatnya dan ringannya seperti itu. Dan tentu diantara dua arus pemikiran hitam-putih tersebut so pasti ada golongan abu-abu (intelligent design) bahkan golongan yang tak tahu menahu.
Kalo loe mau yang berat-berat loe bisa tanyakan langsung pada para saintis dan pada para teolog-teolog yang sudah menjadi ahlinya...
Jujur, soal begini gue blon jago, dan tak sudi jago.
Gue sudah set arah ilmu gue kemana, man...
Gimana dengan,loe?
Kemana arah proses pembelajaran loe selama ini kira-kira?
Sekedar nunjukin jalan buat loe, loe bisa cari banyak bahan mengenai soalan ini di google, tinggal ketik kata "evolusi" dan "kreasionis", doank...
Terserah loe mau ikut angin yang mana...?
Pasti, loe nanya, bagaimana dengan gue, ya?
Ampe detik ini gue masih percaya ama Sobat gue, Tuhan Yesus, dan Doi ngajarin ama gue untuk tidak terlalu menyibukkan diri berdebat dengan para ahli-ahli taurat dan nabi-nabi palsu...karena semua dasarnya adalah kasih.
Yah, gue mengasihi loe Yogi...
Salam Metal,
Bobby Formula
yogi fransiscus < [EMAIL PROTECTED] >, menulis:
Saya bukanlah Sartre Satire.
Menanggapi pernyataan Saudara (¨ pemikir di negara kita ini , yang kata orang logikanya rada minus¨)
Kata orang disini tidak spesifik, mengapa Anda tidak menuliskan (¨ pemikir di negara kita ini, menurut saya logikanya rada minus¨) ?? ada anggapan bahwa Anda tidak berani mengambil tanggung jawab pada perkataan Anda sendiri. (¨itu tidaklah baik apalagi di bidang yang Anda geluti ¨).
Dan satu hal lagi : saya beranggapan tidak mungkin seorang pemikir logikanya rada minus. Apakah menurut Anda demikian??
Salam buat Saudara Bobby Fomula.
Saya tunggu jawaban Anda.
Peace man......![]()
salam persahabatan.
Dan selalu berpikiran positif.
Menanggapi pernyataan Saudara (¨ pemikir di negara kita ini , yang kata orang logikanya rada minus¨)
Kata orang disini tidak spesifik, mengapa Anda tidak menuliskan (¨ pemikir di negara kita ini, menurut saya logikanya rada minus¨) ?? ada anggapan bahwa Anda tidak berani mengambil tanggung jawab pada perkataan Anda sendiri. (¨itu tidaklah baik apalagi di bidang yang Anda geluti ¨).
Dan satu hal lagi : saya beranggapan tidak mungkin seorang pemikir logikanya rada minus. Apakah menurut Anda demikian??
Salam buat Saudara Bobby Fomula.
Saya tunggu jawaban Anda.
Peace man......
salam persahabatan.
Dan selalu berpikiran positif.
__________________________________________________
Anda Ber-Yahoo!?
Bosan dengan spam? Mel Yahoo! mempunyai perlindungan spam yang paling baik
http://my.mail.yahoo.com
__._,_.___
_____________________________________________________________
Keluarga Besar Mahasiswa Siantar-Bandung (KBMSB)
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/KBMSB
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca !
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "KBMSB" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
