Well, meng. Hugo Chavez bole di-search d via Google
ato wikipedia.org. Tros ya tinggal dibaca dan kamu
ambil point2nya :)
Tiap orang itu pasti bisa berubah. Masalahnya mau ato
tidak, bukan?? Mengubah sikap orang bukan seperti
membalikkan tangan kita. Real case: coba aja rubah
sikap saudara kandung kamu, apakah mudah??
Mengubah diri kamu menjadi lebih baik adalah jalan
awal. Setelah itu, biarkan orang lain melihat
perubahan dalam diri kamu dan kamu tuntun mereka ke
jalan yg lebih baik. Skrg pertanyaanya apakah orang
lain itu mau melihat perubahan kamu ato tidak? Tidak
bisa kita paksakan, karena life is free to decide.
Karna itu, masalah Indonesia itu bukan bagaimana
merubahnya tapi lebih cenderung mau ato tidak berubah,
berani ato tidak berani untuk berubah.
Satu contoh lagi: saat orang susah untuk mendapatkan
sesuap makanan, tidak mempunyai pekerjaan seperti yg
sering terjadi di Indonesia skrg ini, apakah orang itu
mau untuk mempertahankan keyakinannya bahwa dia tidak
akan mau menerima uang yg tidak halal?? Susah bukan??
Isu bagaimana mengubah Indonesia itu mungkin tidak
akan perna terjawab selama Indonesia mau ato tidak mau
untuk berubah ditengah2 kesulitan ekonomi yg susah.
--- tety sinaga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> hugo chavez itu apa sih bang?
> wah itu dia yang merupakan masalah kompleks, mental
> masyarakat Indonesia sekarang itu seperti apa?apa
> masih mampu dirubah? harus seperti apa untuk
> mengubahnya?
> emang perubahan itu pasti terjadi tapi apakah ia ke
> arah yang positif atau negatif, who knows?
> memang perubahan itu harus di mulai dari diri kita
> sendiri masing-masing.
>
>
> "Ferry L. S." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Selama tidak ada "Hugo
> Chavez" Indonesia, dan tidak
> bermental koruptor, sepertinya Indonesia susah utk
> bangkit.
>
> Mungkin utk mencapai kesana, improvisasi diri dan
> tidak perna bermental tempe walo segunung duit
> disodorkan ke depan kita bisa menjadi pendekatan ke
> arah Indonesia yg lebih baik.
>
> Mana yg bener dan mana yg salah bole kamu mulai
> dari
> menguji diri kamu terhadap semua itu. Satu hal yg
> perlu dipertimbangkan jangan perna percaya bisik2,
> dan
> berita di TV yg digunakan utk kepentingan politik
> !!
> :)
>
> Ciao!
>
> --- tety sinaga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > bang aku sebenarnya kurang paham dan kurang tau
> > dengan hal-hal yang berbau politik. tapi aku
> > tertarik ama tulisan yang abang buat. pertanyaan
> > yang muncul di kepalaku ketika membaca tulisan
> ini
> > adalah mampukah masyarakat Indonesia membawa
> > bangsanya sendiri ke arah yang lebih baik?
> > kita lihat aja sekarang klo cara berpikir setiap
> > orang zaman ini udah jauh sangat berbeda dengan
> > zaman dulu.
> > sekarang semua orang kebanyakan berpikir
> > individualis. semua hanya memikirkan diri
> sendiri,
> > sibuk dengan aktifitasnya sendiri, sibuk dengan
> > dunianya sendiri.
> > jarang kutemukan mahasiswa yang mau peduli
> terhadap
> > bangsanya sendiri. jangankan peduli, untuk mau
> tau
> > kondisi negaranya sendiri aja susah.
> > aku gak tau apa pemikiranku sempit atau
> pergaulanku
> > yang kurang tapi yang jelas hal-hal seperti
> itulah
> > yang kutemui dalam lingkunganku.
> > termasuk kuakui aku adalah salah satu dari
> mereka.
> > menurut abang sendiri, dengan kondisi kita
> sekarang,
> > dimana banyak orang yang gak tau harus percaya
> ama
> > siapa, mana yang benar dan mana yang salah apa
> kita
> > masih mampu membangun kembali? thx bang.
> >
> >
> >
> > manganju luhut <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> >
> > GLOBALISASI , WESTERNISASI = PENJAJAHAN GAYA BARU
> >
> >
> > -Sebuah Refleksi Bersama-
> >
> >
> >
> > Kita Pernah Menjadi Bangsa Yang Besar
> >
> > "Jangan pernah melupakan sejarah!" kata Bung
> > Karno semoga kata-kata ini terpatri kuat.
> > Jika Anda membuka lembaran sejarah Indonesia,
> maka
> > kita akan menemukan kisah-kisah besar kejayaan
> > bangsa Indonesia. Siapakah yang akan menyangkal
> > bahwa Majapahit pernah menjadi salah satu
> peradaban
> > besar di timur, dengan kekuatan laut yang
> > menggetarkan.
> > Siapakah yang akan menyangkal bahwa Sriwijaya
> pernah
> > menjadi sekolah bagi raja-raja di timur.
> Borobudur
> > adalah buktinya, Syahyakirti adalah monumennya.
> > Kekayaan alam negeri ini tak terkira besarnya.
> Kita
> > punya gunung tembaga di Irian, kita punya minyak
> di
> > Riau, kita punya emas di Cilotok dan masih sangat
> > banyak lagi. Apa yang tidak ada di Indonesia?
> > Keindahannya merupakan zamrud khatulistiwa. Kita
> > punya Bali dengan pantainya, kita punya Manado
> > dengan keindahan alam bawah lautnya, danau Toba
> > dengan panoramanya..!! Ragam budayanya yang
> unik
> > dengan keluhuran dan kearifan yang adiluhung
> > melebur menjadi manusia Indonesia yang sangat
> > menjunjung tigggi norma-norma ketimuran. Kita
> adalah
> > bangsa yang besar.
> >
> >
> >
> > Tapi... Mengapa Kita Miskin...??!!
> >
> > Kisah ini dimulai ketika armada barat
> pertama
> > kali menyentuh bumi pertiwi ini. Kesopanan timur
> > membuat kita dengan terbuka menerima mereka.
> Dengan
> > jargon pemberadaban, mereka mengecap manisnya
> tebu
> > Jawa, pedasnya pala Maluku, pahitnya kopi
> > Sidikkalang dan wahh... tentunya masih banyak
> lagi.
> > Dengan jargon demokrasi dan hak asasi manusia
> mereka
> > merasa berhak menjatuhkan Soekarno (silahkan
> tonton
> > KBRI Kado Buat Rakyat Indonesia) dan mencampuri
> > urusan politik kita. Dengan jargon kebebasan dan
> > modernitas mereka membujuk kita anak-anak bangsa
> > untuk melupakan akar budayanya.
> >
> > Benarkah untuk alasan itu..??! Tidak kawan!!
> > Kerakusan barat yang dilandasi oleh
> > prasangka-prasangka rasial-lah yang membuat
> mereka
> > merasa berhak merampok negeri ini. Alasannya
> sangat
> > sederhana karena kita kaya dan mereka miskin.
> >
> > Globalisasi = Penjajahan Gaya Baru......!!
> >
> > Yah... itulah slogan terbaru mereka, hanya
> saja
> > kita kurang menyikapi!
> > Globalisasi menghasilkan kemakmuran kata
> > ekonom-ekonom mereka.
> > Simak beberapa teori mereka:
> > Jika setiap individu dijamin kebebasannya
> > (individual liberty) untuk berbuat maksimal untuk
> > dirinya sendiri (self-interest) maka sistem akan
> > optimal. Setiap individu akan menggali keunggulan
> > komparatifnya masing-masing dan bertemu dipasar.
> > Akan ada "tangan tak tampak" yang akan menjamin
> > keadilan sistem.
> > Untuk itu, semua hambatan yang dapat mengganggu
> > pergerakan individu atau serikat individu
> > (korporasi) dalam mencari sumber daya baru, pasar
> > dan tenaga kerja yang paling efisien harus
> > dihilangkan. Persaingan bebas adalah solusi
> terbaik
> > yang akan membuat perekonomian efesien dan tumbuh
> > dengan cepat.
> >
> >
> > Globalisasi di semua faktor adalah jawabannya.
> >
> > Jangan percaya kawan!! Petani keramba dipinggiran
> > danau Toba tidak akan menang menghadapi PT
> Aquafarm
> > Nusantara (memakai nama Nusantara "penipuan
> > terselubung" padahal perusahaan asal Swiss, 75
> > ton-80 ton Ikan Nila kualitas ekspor per hari
> > pengiriman ke Eropa dan AS) yahhh gunakan lahan
> > Indonesia kemudian hasilnya dibawa keluar
> (tentunya
> > ingat kembali kejadian matinya ikan-ikan petani
> > keramba di danau Toba terindikasi akibat virus
> > aneh??).
> > Sebentar lagi rumah makan Padang akan tergantikan
> > oleh Mc-D. Pabrik sepatu di Cibaduyut hanyalah
> > berisi buruh pabrik Nike. Anak kita tidak dapat
> lagi
> > bersekolah karena subsidi pendidikan harus
> dicabut,
> > sementara para sarjana sibuk menjadi
> sekrup-sekrup
> > perusahaan luar. Kompor minyak kita harus dibuang
> > karena subsidi BBM dicabut, air minum semakin
> mahal
> > karena PDAM sudah dijual ke perusahan asing
> > (pelanggaran pasal 33 UUD 45,), emas , tembaga,
> > minyak bumi dan sebahagian besar kekayaan alam
> kita
>
=== message truncated ===
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/