sekarang kinerja pemerintah di lihat darimana,

setahu aku kinerja pemerintah selalu dilihat dari banyaknya pertumbuhan 
penjualan bukan dilihat dari pemerataaan,

kalau mengeluarkan PP ngga sesingkat yang kita bayangkan karena
banyaknya kepentingan lho, kalau misalkan jadi berarti angka
pertumbuhan akan mengalami masalah, wauuuu bisa diganti tuh Dirjen...
tahu aja Dirjen kan susah merintisnya..

jadi udah tahu kan sedikit masalhnya kan

--- On Fri, 5/30/08, Candra Ridou GInting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Candra Ridou GInting <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [KBMSB] Re: Ironis juga yah.. :-)
To: [email protected]
Date: Friday, May 30, 2008, 11:08 AM










    
            







Benar juga sih ya, udh hukum alam anjing
ga pernah akur dengan kucing. He he… 

   

Tapi aku optimis, selama negara Indonesia msh
berstatuskan negara hukum (rechstaat) smua roda perekonomian yang menyangkut
hajat hidup orang banyak bisa diatur sedemikian rupa. Smua organisasi usaha 
berlandaskan prinsip ekonomi, tapi mereka
tetap kudu ikut aturan main, take it or leave it.  

Pemerintah bisa keluarkan
PP atas persetujuan DPR utk lakukan C&M system itu.   

   



best regards, 

-Candra RG- 

= SPEED &
COMMUNICATION & IMPROVEMENT & INNOVATION & WELFARE STATE = 

  

  











From: [EMAIL PROTECTED] com
[mailto:KBMSB@ yahoogroups. com] On Behalf Of BOBBY
FORMULA

Sent: Friday, May 30, 2008 10:31
AM

To: [EMAIL PROTECTED] com

Subject: [KBMSB] Re: Ironis juga
yah.. :-) 



   







ini namanya logika paradox,chan.

masa sih para produsen/dealer mau bekerjasama dgn pemerintah untuk 

cheking n monitoring system.

ah, apa iya? bukannya prinsip bagi


      

Kirim email ke