Ah saya ga setuju deh kalau kasihlah yang menggerakkan orang menjadi setia, berbakti, taat, patuh dan hormat. Misal: - Haruskah kita setia kepada orang yang korupsi, menjual negara, dll... walaupun dia ortu atau atasan kita yang kita sayangi/kasihi ? Apakah karena kita mengasihi dia, menjadikan kita setia buta ? - Haruskah kita berbakti, taat, patuh dan hormat pada orang yang kita kasihi/sayangi kalau dia melakukan hal-hal yang melanggar hukum, baik hukum manusia maupun hukum Tuhan/agama ? - Walaupun tanpa kasih, orang bisa saja setia,taat, patuh dan hormat sampai mati (mungkin karena uang, takut,disiplin, dll), contoh Triad, Mafia, pengawal presiden, militer, dll. - Jika melihat negaranya sedang dijajah, mungkin saja ada yg tergerak membela demi kepentingan dirinya sendiri, contoh, partai yang katanya berjuang demi membela negara dan rakyat, tapi setelah berkuasa ? Kelihatan deh belangnya !
Jadi semuanya itu tidak hanya berdasar pada kasih saja kan? Masih banyak segudang alasan lainnya. ----- Original Message ----- From: "Handi" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 19, 2002 9:58 AM Subject: RE: [Kelenteng] Jadi dewa > Wah PR nih, > Kasih, Setia, Bakti, Taat, Patuh, Hormat itu yah suatu keadaan dimana orang > melakukannya karena akibat perbuatan orang lain, atau karena kehendaknya > sendiri. Namun semuanya itu berdasar pada unsur kasih. Karena kasihlah yang > menggerakkan orang menjadi setia, berbakti, taat, patuh dan hormat. > > Salam Kasih, > Handi Kowan > > > -----Original Message----- > > From: Handoyo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > > Sent: Wednesday, November 20, 2002 1:44 AM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [Kelenteng] Jadi dewa > > > > Menurut Sdr. Handi, > > > > Untuk menelaah lebih lanjut, saya ingin mengetahu bagaimana kriteria dari: > > 1. Kasih > > 2. Setia > > 3. Bakti > > 4. Taat > > 5. Patuh > > 6. Hormat > > > > Thanks. > > Handoyo > > > > On Monday 18 November 2002 18:09, you wrote: > > Sdr. Handoyo, menurut saya kesetiaan, bela negara, berbakti, muncul dari > > rasa welas asih, dan rasa welas asih itu adalah wujud kasih. Ambil contoh > > jika seseorang melihat negaranya sedang dijajah, bukankah dia / ada orang > > yang tergerak membelanya, dan pembelaan itu muncul dari melihat atau > > merasakan tindasan dari penjajah. Dia tergerak untuk membela diri dan > > melindungi sesamanya. Bukankah pembelaan ini muncul akibat kasihnya ? > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > Milis Kelenteng - Quan Shui > > > > URL: http://lists.quanshui.org > > > > Posting, email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > > > Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > > --------------------------------------------------------------------- > Milis Kelenteng - Quan Shui > URL: http://lists.quanshui.org > Posting, email: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
