saya tanggapi langsung ya pernyataan anda (jawaban saya saya kasih bintang 
didepannya ok) 
 
Ah saya ga setuju deh kalau kasihlah yang menggerakkan orang menjadi setia, 
berbakti, taat, patuh dan hormat. 
Misal: 
- Haruskah kita setia kepada orang yang korupsi, menjual negara, dll... 
walaupun dia ortu atau atasan kita yang kita sayangi/kasihi ? Apakah karena 
kita mengasihi dia, menjadikan kita setia buta ? 
 
* setia dalam arti setia sepenuh hati adalah kesetian yang tidak pernah 
memandang status orang, sifat orang dan karakter seseorang, setia kita 
kepada orang tua itu haruslah ada sebagai bentuk terima kasih kita kepada 
orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita meskipun jalan yang orangtua 
kita tempuh adalah salah. dari pernyataan anda tercermin klo anda melihat 
ortu anda sendiri korupsi maka anda tidak setia , itu adalah kesalahan besar

 
 
karena bagaimanapun juga mereka adalah ortu kita, dan sudah sewajarnya kita 
menghormati mereka dalam arti sebagai ortu bukan pekerjaannya. dan sudah 
sepatutnya kita menasehati ortu kita, klo nggak bisa ya udah yg penting kita

 
 
udah menanam karma baik. klo yg berbuat atasan kita mending pindah kerja aja

 
 
khan beres 
 
- Haruskah kita berbakti, taat, patuh dan hormat pada orang yang kita 
kasihi/sayangi kalau dia melakukan hal-hal yang melanggar hukum, baik hukum 
manusia maupun hukum Tuhan/agama ? 
*sudah saya jelaskan diatAs 
 
- Walaupun tanpa kasih, orang bisa saja setia,taat, patuh dan hormat sampai 
mati (mungkin karena uang, takut,disiplin, dll), contoh Triad, Mafia, 
pengawal presiden, militer, dll. 
* klo setia seperti itu berarti setia dengan materi. kesetiaan seperti itu 
hanya temporary dan klo materi udah abis maka kesetiaan itu habis dengan 
sendirinya 
 
- Jika melihat negaranya sedang dijajah, mungkin saja ada yg tergerak 
membela demi kepentingan dirinya sendiri, contoh, partai yang katanya 
berjuang demi membela negara dan rakyat, tapi setelah berkuasa ? Kelihatan 
deh belangnya ! 
*itu tergantung individunya dan kembali ke hati masing2 individu. bila 
mereka memanfaatkan aji mumpung maka itu pasti terjadi deh 
 
saya kasih contoh bagaimana seorang zhuge liang begitu setianya dengan 
liubei sampai matipun dia membela majikannya itulah tanda setia seorang 
pegawai thd majikannya. 
sampai kapanpun dia akan membela majikannya walaupun takdir mengatakan bahwa
 
 
dinasti han pasti hancur 
 
 
 
 
ronny 
 
 
-------Original Message-------
 
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, November 19, 2002 10:45:28
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kelenteng] Jadi dewa
 
Ah saya ga setuju deh kalau kasihlah yang menggerakkan orang menjadi setia,
berbakti, taat, patuh dan hormat.
Misal:
- Haruskah kita setia kepada orang yang korupsi, menjual negara, dll...
walaupun dia ortu atau atasan kita yang kita sayangi/kasihi ? Apakah karena
kita mengasihi dia, menjadikan kita setia buta ?
- Haruskah kita berbakti, taat, patuh dan hormat pada orang yang kita
kasihi/sayangi kalau dia melakukan hal-hal yang melanggar hukum, baik hukum
manusia maupun hukum Tuhan/agama ?
- Walaupun tanpa kasih, orang bisa saja setia,taat, patuh dan hormat sampai
mati (mungkin karena uang, takut,disiplin, dll), contoh Triad, Mafia,
pengawal presiden, militer, dll.
- Jika melihat negaranya sedang dijajah, mungkin saja ada yg tergerak
membela demi kepentingan dirinya sendiri, contoh, partai yang katanya
berjuang demi membela negara dan rakyat, tapi setelah berkuasa ? Kelihatan
deh belangnya !
 
Jadi semuanya itu tidak hanya berdasar pada kasih saja kan? Masih banyak
segudang alasan lainnya.
 
 
----- Original Message -----
From: "Handi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 19, 2002 9:58 AM
Subject: RE: [Kelenteng] Jadi dewa
 
 
> Wah PR nih,
> Kasih, Setia, Bakti, Taat, Patuh, Hormat itu yah suatu keadaan dimana
orang
> melakukannya karena akibat perbuatan orang lain, atau karena kehendaknya
> sendiri. Namun semuanya itu berdasar pada unsur kasih. Karena kasihlah
yang
> menggerakkan orang menjadi setia, berbakti, taat, patuh dan hormat.
>
> Salam Kasih,
> Handi Kowan
>
> > -----Original Message-----
> > From: Handoyo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Wednesday, November 20, 2002 1:44 AM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [Kelenteng] Jadi dewa
> >
> > Menurut Sdr. Handi,
> >
> > Untuk menelaah lebih lanjut, saya ingin mengetahu bagaimana kriteria
dari:
> > 1. Kasih
> > 2. Setia
> > 3. Bakti
> > 4. Taat
> > 5. Patuh
> > 6. Hormat
> >
> > Thanks.
> > Handoyo
> >
> > On Monday 18 November 2002 18:09, you wrote:
> > Sdr. Handoyo, menurut saya kesetiaan, bela negara, berbakti, muncul
dari
> > rasa welas asih, dan rasa welas asih itu adalah wujud kasih. Ambil
contoh
> > jika seseorang melihat negaranya sedang dijajah, bukankah dia / ada
orang
> > yang tergerak membelanya, dan pembelaan itu muncul dari melihat atau
> > merasakan tindasan dari penjajah. Dia tergerak untuk membela diri dan
> > melindungi sesamanya. Bukankah pembelaan ini muncul akibat kasihnya ?
> >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> > Milis Kelenteng - Quan Shui
> >
> > URL: http://lists.quanshui.org
> >
> > Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Milis Kelenteng - Quan Shui
> URL: http://lists.quanshui.org
> Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
 
 
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] 

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke