Betul, Makanya saya menulis kata 'suri teladan' berarti kita perlu mempelajari sejarahnya.Mengapa ? Karena kita perlu belajar..perlu mengerti bagaimana siutao yang benar. Ok Handoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Memang bukan hak kita menilai siapa yang bisa jadi Dewa dan siapa yang tidak, tetapi akan lebih baik jika kita bisa mengetahui kenapa ybs bisa jadi Dewa. Tanpa mengetahui lalu menyembahnya, bukankah bisa dikatakan tanpa dasar? Jika dikatakan bahwa kita sebagai manusia harus mencontoh suri teladan Dewa, maka bukankah itu merupakan sebuah dasar juga? Memang sebuah pengertian mendalam tidak hanya sekedar mengerti, tetapi jika belum apa-apa sudah dikatakan bahwa itu adalah pengertian mendalam yang tidak sekedar mengerti maka bagaimana kita bisa mengerti pengertian yang mendalam itu jika kita tidak memulai untuk mengerti dari awal sebelum menginjak pengertian yang mendalam?
Handoyo On Monday 18 November 2002 17:55, you wrote: Pandangan saya, Apakah orang dulu yang berjasa jadi dewa ? Jawabannya kita tidak tahu..karena bukan hak kita untuk menilai... Namun sbg manusia haruslah dapat mencontoh suri teladan 'dewa'.Kenapa ? Bagaimana menjadi dewa ? Itu perlu suatu pengertian yang dalam tidak sekedar mengerti...Dewa adalah seorang yang telah TEK TAO..dan jalannya adalah siutao.Siutao adalah "merivisi" fisik dan mental ke jalan TAO ( "Ketuhanan" ). Nah, sampai di situ saja pengertian sudah luas.Artinya apakah yang harus di revisi ? Bagaimana caranya ? Tentunya kita memerlukan guru yang dapat membimbing kita.Gurunya ? Tergantung kejodohan....banyak cara menuju roma bukan ? gitu rek..piye ? --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Web Hosting - Let the expert host your site
