egois ? saya rasa tidak...dan coba anda baca baik2 yang saya tulis pada email sebelumnya... " Dewa-dewi yang paling tinggi adalah dewa-dewi yg sudah tidak mencampuri urusan duniawi. Mereka sudah mencapai tingkat tertinggi dalam Nirvana. Contohnya, Dewi Kwan Im dan Sang Budha. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk menolong umat manusia jika dibutuhkan. "
Jadi tidak berarti sudah mencapai tingkat tertinggi dan tidak akan pernah mencampuri urusan duniawi... Saya kasih contoh dalam dunia pemerintahan...presiden adalah orang tertinggi di Indonesia. Dia sama seperti Sang Buddha dan Dewi Kwam Im...Nah anda sebagai pak lurah di sebuah desa dan anda ingin mengirimkan permohonan kepada presiden. Tentu saja hal ini tidak mudah bukan ? perlu waktu yang cukup lama untuk bisa sampai di tangan presiden. Presiden tugasnya mengurus urusan negara tapi tidak menutup kemungkinan dia akan mengurus sampai ke daerah walaupun tiap daerah mempunyai seorang gubernur, walikota, bupati, lurah, dan semua lembaga daerah yang ditugaskan untuk membantu rakyat. Jadi point saya sudah jelas bahwa walaupun Dewa-Dewi itu bagaikan Presiden disuatu negara...tapi tidak berarti mereka hanya mengurus negara saja dan tidak sampai ke daerah atau ke seluruh wilayah di negaranya. Demikian penjelasan saya...semoga bisa dimengerti. Wandi TDL <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Saya setuju dengan beberapa penjelasan Anda, tetapi ada satu hal yang saya perlu tanyakan, Apakah benar Dewa-Dewi yang paling tinggi adalah Dewa-Dewi yang sudah tidak mencampuri urusan duniawi ?, bukankah itu Egois namanya ?. ----- Original Message ----- From: "Santoso Iswandi" To: Sent: Friday, November 29, 2002 2:14 AM Subject: RE: [Kelenteng] Bertemu DEWA Salam Tridharma, Menurut saya menghormati dewa atau dewi tidak dilihat dari banyaknya dewa-dewi. Dewa ada puluhan ribu yang saya juga secara pribadi tidak mengenal semuanya. Kalau sudah menjadi dewa, dewa apapun saya akan menghormatinya walaupun dia tidak pernah aku kenal atau tidak pernah menolong saya. Kenapa saya hormati ? karena kalau sudah menjadi dewa berarti dia sudah melakukan hal yang sangat bijaksana baik dalam menolong umat manusia, berbuat kebajikan dan segalam macam hal positif baik semasa hidup maupun setelah menjadi dewa. Karena tanpa melakukan hal2 semacam ini, kita tidak mungkin akan menjadi seorang dewa yang akan dipuja-i. Dewa yang saya sangat segani dan dipuja puji adalah dewa Kwan Kong. Dia adalah sosok pahlawan perang dijaman dahulu. Dia sifatnya sangat bijaksana dan patut kita teladani. Jujur, Setia, Adil, Berani, Bijaksana, dan Tanggung Jawab itulah semua sifat yang saya sangat kagumi. Nah walaupun dia banyak membunuh prajurit negara laen tapi dia lakukan semua bagi bangsa dan negaranya. Dia sangat setia kepada negaranya. Dia selalu membuat sesuatu yang terbaik bagi negaranya dan teristimewa bagi rakyatnya pada saat itu. Bertemu dewa ? saya rasa dalam kehidupan sekarang tidak bisa. Namun kalau anda berbuat banyak kebajikan dan suka menolong orang laen, sesudah meninggal mungkin anda akan bertemu salah satu dewa-dewi. Dan juga kalau anda banyak melakukan hal2 yg baik dari kejahatan dan banyak disegani orang serta dihormati ada kemungkinan anda akan menjadi seorang dewa. Semua dewa itu mengajarkan hal yang baik yaitu intinya berbuat kebajikan. Dan juga, dewa itu ada tingkatannya dilangit. Dewa-dewi yang paling tinggi adalah dewa-dewi yg sudah tidak mencampuri urusan duniawi. Mereka sudah mencapai tingkat tertinggi dalam Nirvana. Contohnya, Dewi Kwan Im dan Sang Budha. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk menolong umat manusia jika dibutuhkan. Demikian penjelasan saya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. . --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now
