Saya setuju bahwa Image merakyat sudah dilakoni dan Beliau juga
tidak egois, malah maha pengasih. Saya juga mengagumi Sang Budha sebagai
pribadi yang sudah mencerahkan umat manusia dengan ajarannya yang penuh
welas asih.
*** Dengan menjalankan Dharma maka kita sudah bergaul akrab dengan
mereka , Dia mengajar semua makhluk agar terbebas dari karma sehingga bisa
terlahir di alam kehidupan yang lebih baik, ***
Otomatis dengan berbuat Dharma dan menjalankan karma baik serta
saling mengasihisi sesama manusia, serta memiliki sikap welas asih seseorang
bisa terbebas dari karma dan bisa melanjutkan kekehidupan yang lebih baik
atau kita sebut nirvana ?
Lalu
Seseorang yang berbuat baik dan menerapkan ajaran namun tdk menjadi
penganut aliran tertentu dan bisa mencapai karma baiknya bisa masuk dalam
kehidupan baru, sebut saja berbagai aliran di Indonesia. Bukankah setiap
aliran mengajarkan kebaikan / karma baik ?
*** yang penting sekarang jangan memandang segala sesuatu menurut
alam pikiran kita sendiri karena hal itu akan mengacaukan pikiran kita ***
KARUNIA BERPIKIR
Dalam beberapa hal manusia tidak lebih unggul daripada binatang. Saya telah
menyaksikan pria-pria yang luar biasa kuatnya, tapi belum pernah ada manusia
yang "sekuat lembu jantan". Manusia mampu berlari 100 meter dalam waktu
kurang dari 10 detik, tapi itu tidak ada
artinya dibandingkan kecepatan lari seekor cheetah. Ada orang-orang yang
sangat pandai untuk menentukan arah, meskipun begitu mereka tidak mampu
menjelaskan bagaimana burung layang-layang yang bermigrasi selalu dapat
kembali ke tempat yang sama setiap tahunnya.
Memang beberapa jenis binatang benar-benar pandai. Namun, tak satu pun dari
mereka dapat berpikir seperti kita. Tak satu binatang pun dapat
mengembangkan masyarakat yang menakjubkan, dengan segenap kemajuan di bidang
medis dan teknologi.
Kemampuan unik manusia untuk berpikir memungkinkan mereka untuk berpikir
tentang Sang Pencipta dan kekekalan, serta keselamatan.
Sebagai seorang manusia, kemampuan berpikir merupakan pemberian Sang
Pencipta. Namun sayang, kita dapat menyalahgunakannya dengan cara mengisi
pikiran kita dengan hal-hal yang cabul, kotor, dan buruk. Ada baiknya kita
mengasah dan merenungkan semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, bijak,
patut dipuji, dan sedap didengar, dan mengamalkannya dalam bentuk kasih,
terhadap sesama maupun terhadap Sang Pencipta.
Salam,
Handi Kowan
> -----Original Message-----
> From: ronny winarto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, December 03, 2002 10:29 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [Kelenteng] Bertemu DEWA
>
> mungkin kita salah persepsi aja dalam menyikapi alam dewa atau alam lain
>
> yang kita tidak tahu ada apa disana sebelum kita kesana. kita tidak bisa
>
> menyebut seorang Buddha atau dewa yang telah mencapai arahat bergaul akrab
>
> dengan kita. kita bisa bergaul akrab dengan Mereka tidak seperti kita
>
> bergaul akrab dengan sesama manusia tetapi dengan menjalankan ajaran yang
>
> telah dibabarkanNya. Dengan menjalankan Dharma maka kita sudah bergaul
> akrab
>
> dengan mereka. masalah image merakyat sih sebenarnya telah dilakukan oleh
>
> Nya pada saat Dia hidup. murid2 sang buddha berasal dari berbagai Makhluk
>
> baik itu manusia , hewan ,setan maupun dewa dan berbagai tingkatan manusia
>
> baik raja, pengemis, anak2 dan lain sebagainya. Dia mengajar semua makhluk
>
> agar terbebas dari karma sehingga bisa terlahir di alam kehidupan yang
> lebih
>
> baik dari sekarang. bahkan setan pun bisa terlahir dialam yang lebih baik
>
> dari sekrang bila mereka mampu menjalankan ajaranNya.Ini merupakan tanda
>
> bahwa Sang Buddha telah merakyat bagi segi2 kehidupan di alam ini.
> sekarang
>
> setelah Dia mencapai Parinibana menjadi kewajiban kita untuk menjalankan
>
> dharma sebagai tanda keakraban kita dengan Dia. mengenal ajaranNya menjadi
>
> teman akrab sejati bagi kita. yang penting sekarang jangan memandang
> segala
>
> sesuatu menurut alam pikiran kita sendiri karena hal itu akan mengacaukan
>
> pikiran kita .ok mungkin itu tanggapan saya
>
> ronny
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]