http://www.poskota.co.id/poskota/truestory_contents.asp?id=151
True Story Naga terbang di Vihara Boen San Bio (1) Senin,1/27/2003 8:49:28 AM - Pengantar Redaksi - Tahun Baru Imlek 2554 bertepatan dengan 1 Februari 2003 mendatang. Menyambut hari besar tersebut, kelenteng dan vihara memiliki kesibukan dan kegiatan tersendiri untuk merayakannya.Bagaimana kegiatan mereka, termasuk misteri- misteri yang ada dalam tempat ibadah warga Tinghoa tersebut, wartawan Pos Kota mencoba menuliskannya secara bersambung. Semoga bermanfaat. DEWA bumi menunggang kuda putih seringkali terlihat di Vihara Boen San Bio yang berlokasi di Pasar Baru, Kota Tangerang. Pemandangan yang hanya bisa dilihat dengan mata batin yang bersih ini tentu saja menarik minat Umat Budha untuk secara rutin bersembahyangan di sana. �Memang tak semua bisa melihat langsung. Terkadang hanya suara ringkikan kudanya saja,� kata Wan Soei, pengasuh (biokong) Vihara Boen San Bio. Bahkan sesekali di antara jemaah vihara ini bersama biokong melihat Hok Tek Tjeng Sin nama lain dari Dewa Bumi menunggang naga berputar-putar di atap vihara yang telah berusia 314 tahun itu. Lalu, naga itupun turun dan menghilang. Wan Soei meyakini umat Budha yang mata batinnnya melihat dewa ini, �dia boleh dibilang memperoleh keberuntungan.� Biasanya apapun yang diminta orang ini akan dikabulkan Thian. Diakuinya untuk meningkatkan mata batin tak semua orang bisa melakukannya. Selain harus sering berbuat kebaikan, maka orang itu harus melakukan Cia Cay, tidak memakan hidangan berjiwa semisal daging hewan, ikan, dan telur. Biasanya, kata biokong ini, permohonan orang itu untuk melihat Dewa Bumi terkabul dengan keberenehan (melihat secara spontan, Red). �Jangan heran pula walaupun orang itu mengaku melihat dewa, tetapi orang di sekitarnya merasa tak melihatnya karena mata batin orang lain memang belum bersih.� 1.500 LAMPION Sepekan menjelang Imlek memprogram pemasngan 1.500-an lampion sumbangan dari jemaahnya. Lampion sebagai pertanda permohonan penerangan di tahun mendatang ini mewarnai upacara persembahyangan yang dilakukan ribuan umat Budha. Ny. Yenny Widjaja, Ketua Umum Yayasan Vihara Boen San Bio, mengisahkan adalah kebiasaan bagi umat Budha sepekan menjelang Imlek bersembahyang di vihara-vihara karena pada hari-hari ini dewa-dewi mendatangi Thian (Tuhan) untuk melaporkan perbuatan umat manusia. Umat akan memohon penerangan, berupa permohonan enteng jodoh, banyak rezeki, naik pangkat, d.s.b. Sebab itu, di saat sembahyang di vihara-vihara umat pun memasang lampion. �Kali ini kita akan memasang 1.500-an lampion sumbangan umat.� Jumlah ini, diakui Sukyatno Nuhroho, aktifis vihara Boen San Bio lainnya, bisa saja bertambah saat pelaksanaannya. Bila jumlahnya bisa melampuai 2.250 lampion, maka akan memecahkan rekor pemasangan lampion terbanyak MURI (Musium Rekor Indonesia), yang saat ini dipegang Vihara Pantai Kenjeran di Surabaya. Sebelumnya, vihara ini memang sempat mencatat rekor MURI dengan pengumpulan 728 lampion setahun lalu. Namun, kini sedikitnya hanya 1.500 lampion berukuran diameter 40 Cm. (ch. djamal). --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
