Kelenteng (2) satulelaki.com - Ada dua macam kelenteng di Indonesia. Yang pertama adalah kelenteng umum, yaitu kelenteng tempat bersembahyang kaum tionghoa dari marga apa saja. Perkembangan politik Indonesia tahun 1965 yang menekan keberadaan ajaran Konghuchu dan Taoisme membuat sebagian kelenteng umum berlindung dan mengganti dirinya dengan sebutan Vihara agama Budha.
Dan yang kedua adalah kelenteng marga yang didirikan dan tempat sembahyang khusus marga (Xing atau Seh) tertentu. Dalam kelenteng marga ini, selain Dewa utamanya dipilih dari dewa-dewi yang berasal dari marga tersebut, biasanya juga terdapat altar khusus untuk meletakkan papan-papan arwah dari leluhur marga tersebut. Altar papan arwah yang didepannya terdapat meja yang dikelilingi kursi-kursi arwah ini merupakan tempat yang sakral. Tempat ini salah satunya berfungsi sebagai tempat pengaduan anggota marga yang masih untuk mendapatkan pertolongan dari para leluhurnya yang berkumpul-bersidang di kursi-kursi arwah tersebut. Bangunan kelenteng kuno di Indonesia biasanya bergaya Cina dengan ornamen hiasan Cina yang banyak mengandung pesan dan ajaran moral. Seperti Naga yang melambangkan kekuatan, Harimau yang melambangkan keberanian dan kekuasaan, Kelelawar lambang rejeki, Longyu (ikan naga) yang melambangkan keuletan dan kerja keras. Lukisan cerita San Guo (Sam Kok), cerita Xi You Ji cerita pencarian kitab suci Budha Tripitaka, dan cerita 24 Anak Berbakti. Karena banyaknya tukang bagunan dan ukir asli Indonesia yang terlibat dalam pembangunan kelenteng tersebut, maka juga tak terelakan pengaruh gaya asli Indonesia masuk di dalamnya. Dalam perkembangannya, bangunan kelenteng sekarang ini menyesuaikan diri dengan situasi jaman dan lingkungan. Banyak kelenteng-kelenteng baru di kota-kota besar di Indonesia yang berbentuk bangunan bertingkat seperti ruko. Walaupun kehilangan ciri khasnya, tapi itulah sebagian bentuk dari perkembangan. Sejak dahulu sampai sekarang, kelenteng di Indonesia tidak hanya sebagai tempat ibadah dan pusat ajaran moral tetapi juga tempat perkumpulan sosial dan pelestarian kebudayaan. Dan semoga akan tetap demikian di kelak kemudian hari. [Redant/hrw/wsd] --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
