---------- Forwarded Message ---------- Subject: [MUBI] Kelenteng adalah duri di dalam daging bagi Buddhisme Date: Sun, 16 Feb 2003 03:34:28 -0000 From: "dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]>" <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]
Namo Buddhaya, Rekan-rekan yang terkasih di dalam Dharma, kali ini kita akan membahas apa yang benar-benar merupakan duri dalam daging bagi Buddhisme. Yaitu kelenteng. Kelenteng ini adalah benar-benar perusak Buddhisme nomor wahid. Setelah merenungkan beberapa saat saya menyadari bahwa seluruh image negatif Orang Kristen terhadap Buddhisme, berasal dari kelenteng ini. MIsalnya pemujaan patung, tahayulisme, tradisi sesat, bakar membakar uang kertas dan lain sebagainya, semuanya ini adalah berasal dari kelenteng yang telah salah diatributkan pada Buddhisme. Permasalahan diperkeruh dengan adanya penggunaan nama vihara untuk kelenteng, sehingga akhirnya kelenteng dianggap = vihara = Buddhisme. Inilah yang sering dilecehkan umat agama lain pada Buddhisme. Buddhisme jorok ketinggalan jaman dan lain sebagainya. Sebagai Umat Buddha fundamentalis kita harus tegas pada hal ini, kita harus mencontoh rekan-rekan kita Umat Muslim, yang dengan berani misalnya menggerebek tempat2 maksiat. Tetapi mungkin kita tidak perlu sejauh itu. Saya ada beberapa ide yang dapat dijalankan: 1.Meminta surat keputusan dari WALUBI dan KASI, bahwa kelenteng BUKAN tempat ibadah Buddhisme. 2.Meminta departemen agama agar melarang penggunaan nama vihara bagi kelenteng, pelanggaran dapat ditindak tegas dengan penutupan rumah pemujaan berhala tersebut. 3.Membatasi ruang gerak kelenteng dengan memperbanyak publikasi Buddhis. 4.Meminta surat keputusan dari pemerintah bahwa bakar membakar uang kertas mengotori udara dan merupakan polusi. 5.Pertegas KTP, seorang Buddhis HARUS dapat mengucapkan Tisarana, kalau tidak ia dilarang mencantumkan "Buddhis" di KTPnya. Ajaran kelenteng jelas tidak ada bedanya dengan Kristen, karna di kelenteng orang hanya diajarkan meminta dan meminta saja, tanpa menyalurkan belas kasih, tindakan semacam itu tentunya tidak dapat digolongkan sebagai manusia. Kristen masih setingkat lebih baik karena mereka masih mengajarkan untuk mengampuni: "dan ampunilah kami seperti kami juga mengampuni yang bersalah pada kami" dan "Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat". Tetapi secara garis besar ajaran kelenteng tidak beda dengan Kristenisme: ada paham atta (roh orang mati akan dihadapkan pada Giam Lo Ong - dongeng macam apa pula ini?) ada paham semi eternalis (dewa- dewa yang abadi, seperti dewi bunga persik, dewi bulan dll), menganut paham ketuhanan (Thian kung atau Giok Hong Siang Tee). Jelas semua pandangan di atas sesat menurut Buddhisme, dan semua kritikan pada Kristen dapat pula diterapkan pada ajaran kelenteng. Marilah kita sebagai Umat Buddha garis keras, berjuang keras untuk menghancurkan hal-hal tersebut sehingga seluruh ajaran ADHARMIK musnah semuanya demi tegaknya Buddhisme di muka bumi ini. Salam perjuangan Buddhis, Tan Sekali Buddhis fundamentalis tetap fundamentalis Right wing Buddhism. Bersihkan Buddhisme! Now or never!!! --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
