Salam,
Coba anda semua perhatikan kalimat "Rekan-rekan yang terkasih dalam Dharma,
kali ini kita akan membahas..."
Saya sering banget denger kalimat begini "Rekan-rakan yang terkasih dalam
Kr..., kali ini kita akan mendengarkan kotbah/firman Tuhan dari...."
Silakan tebak sendiri.

-----Original Message-----
From: Handoyo [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: February 17, 2003 11:03 AM
To: Milis Kelenteng; Milis Tao Indonesia
Subject: [Kelenteng] Fwd: [MUBI] Kelenteng adalah duri di dalam daging
bagi Buddhisme


----------  Forwarded Message  ----------
Subject: [MUBI] Kelenteng adalah duri di dalam daging bagi Buddhisme
Date: Sun, 16 Feb 2003 03:34:28 -0000
From: "dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]>" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]

Namo Buddhaya,

Rekan-rekan yang terkasih di dalam Dharma, kali ini kita akan
membahas apa yang benar-benar merupakan duri dalam daging bagi
Buddhisme. Yaitu kelenteng. Kelenteng ini adalah benar-benar perusak
Buddhisme nomor wahid. Setelah merenungkan beberapa saat saya
menyadari bahwa seluruh image negatif Orang Kristen terhadap
Buddhisme, berasal dari kelenteng ini. MIsalnya pemujaan patung,
tahayulisme, tradisi sesat, bakar membakar uang kertas dan lain
sebagainya, semuanya ini adalah berasal dari kelenteng yang telah
salah diatributkan pada Buddhisme.

Permasalahan diperkeruh dengan adanya penggunaan nama vihara untuk
kelenteng, sehingga akhirnya kelenteng dianggap = vihara = Buddhisme.
Inilah yang sering dilecehkan umat agama lain pada Buddhisme.
Buddhisme jorok ketinggalan jaman dan lain sebagainya.

Sebagai Umat Buddha fundamentalis kita harus tegas pada hal ini, kita
harus mencontoh rekan-rekan kita Umat Muslim, yang dengan berani
misalnya menggerebek tempat2 maksiat.
Tetapi mungkin kita tidak perlu sejauh itu. Saya ada beberapa ide
yang dapat dijalankan:

1.Meminta surat keputusan dari WALUBI dan KASI, bahwa kelenteng BUKAN
tempat ibadah Buddhisme.
2.Meminta departemen agama agar melarang penggunaan nama vihara bagi
kelenteng, pelanggaran dapat ditindak tegas dengan penutupan rumah
pemujaan berhala tersebut.
3.Membatasi ruang gerak kelenteng dengan memperbanyak publikasi
Buddhis.
4.Meminta surat keputusan dari pemerintah bahwa bakar membakar uang
kertas mengotori udara dan merupakan polusi.
5.Pertegas KTP, seorang Buddhis HARUS dapat mengucapkan Tisarana,
kalau tidak ia dilarang mencantumkan "Buddhis" di KTPnya.

Ajaran kelenteng jelas tidak ada bedanya dengan Kristen, karna di
kelenteng orang hanya diajarkan meminta dan meminta saja, tanpa
menyalurkan belas kasih, tindakan semacam itu tentunya tidak dapat
digolongkan sebagai manusia. Kristen masih setingkat lebih baik
karena mereka masih mengajarkan untuk mengampuni: "dan ampunilah kami
seperti kami juga mengampuni yang bersalah pada kami" dan "Ya Bapa
ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat".
Tetapi secara garis besar ajaran kelenteng tidak beda dengan
Kristenisme: ada paham atta (roh orang mati akan dihadapkan pada Giam
Lo Ong - dongeng macam apa pula ini?) ada paham semi eternalis (dewa-
dewa yang abadi, seperti dewi bunga persik, dewi bulan dll), menganut
paham ketuhanan (Thian kung atau Giok Hong Siang Tee). Jelas semua
pandangan di atas sesat menurut Buddhisme, dan semua kritikan pada
Kristen dapat pula diterapkan pada ajaran kelenteng.

Marilah kita sebagai Umat Buddha garis keras, berjuang keras untuk
menghancurkan hal-hal tersebut sehingga seluruh ajaran ADHARMIK
musnah semuanya demi tegaknya Buddhisme di muka bumi ini.

Salam perjuangan Buddhis,


Tan
Sekali Buddhis fundamentalis tetap fundamentalis
Right wing Buddhism.
Bersihkan Buddhisme! Now or never!!!



---------------------------------------------------------------------

Milis Kelenteng - Quan Shui

URL: http://lists.quanshui.org

Posting, email: [EMAIL PROTECTED]

Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke