Halo Yuna, Saya mencoba menjawab yach. :o) Sebaiknya kalau kita sudah berjanji kepada Dewa kita berusaha menepatinya, karena jangankan kepada Dewa, kepada manusia saja kalau kita sudah berjanji, kita sedapat mungkin harus memenuhinya agar orang bisa menaruh kepercayaan kepada kita. Tidak masalah walaupun jangka waktu antara kita membuat janji dan memenuhi janji agak lama, yang penting kita ada niat untuk memenuhi janji kita. Lagipula tidak baik kita berbohong kepada siapapun juga. :o) Kalau memang keadaannya sangat tidak memungkinkan untuk kita memenuhi janji itu,sebaiknya kita minta maaf dan kalau kita ada kesempatan dan kemampuan untuk memenuhi janji itu, kita harus memenuhi janji kita.
Kalau Bhiksu yang melepas jubah, karena disebabkan oleh misalnya pelanggaran sila atau Bhiksu itu sendiri yang ingin melepas jubah karena merasa bukan panggilannya atau karena merasa tidak sanggup menjalani sila2 yang begitu banyak, tentunya itu tidak masalah daripada Bhiksu tersebut membuat kesalahan yang lebih berat/besar. Saya rasa Dewa itu pengertian, tetapi walaupun pengertian tetap ada hukum yang berlaku yaitu Hukum Karma yang tidak bisa diatur seenaknya. :o) Semoga bermanfaat. Bila belum jelas, boleh tanya lagi. Mumpung gratis. :o)) Omithofo, Hengki > ---------- > From: yuna[SMTP:[EMAIL PROTECTED] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, March 06, 2003 6:41 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [Kelenteng] Sumpah > > Teman, saya mau nanya nih, kalo kita janji pada Dewa ,jika > tidak bisa menepatinya gimana? Kalo memang keadaan tidak > mengijinkan,lalu minta maaf gimana? > Lalu ada biksu yang kembali ke kehidupan duniawi, bukankah > sebelumnya ia telah berjanji di hadapan Buddha kalo dia > mau mentaati sila biksu? > > Apakah Dewa itu pengertian ataukah sudah harga mati tanpa > ampun? > --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
