Salam Tao,
Halo Yuna,
Dewa itu sangat mengasihi kita sehingga beliau-beliau
itu ingin membimbing kita keluar dari kesesatan dan
kebodohan mencapai pencerahan sempurna (WuTao). Oleh
karena itu, maka janji harus dilihat dari sudut
pandang bahwa itu adalah suatu latihan untuk
menggembleng batin kita agar bisa tepat janji.
Bila kita tidak bisa tepat janji, maka hal itu memang
karena batin kita 'belum sampai'.
Tetapi dari sudut pandang Shen, beliau tidak akan
apa-apa karena mereka kan juga wuwei. Toh pasti
mengerti segala kesulitan kita. 

Gitu aja....
Sori kalo salah.
Salam

--- "Hengki Suryadi (DAR)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Halo Yuna,
> Saya mencoba menjawab yach. :o)
> Sebaiknya kalau kita sudah berjanji kepada Dewa kita
> berusaha menepatinya,
> karena jangankan kepada Dewa, kepada manusia saja
> kalau kita sudah berjanji,
> kita sedapat mungkin harus memenuhinya agar orang
> bisa menaruh kepercayaan
> kepada kita.
> Tidak masalah walaupun jangka waktu antara kita
> membuat janji dan memenuhi
> janji agak lama, yang penting kita ada niat untuk
> memenuhi janji kita.
> Lagipula tidak baik kita berbohong kepada siapapun
> juga. :o)
> Kalau memang keadaannya sangat tidak memungkinkan
> untuk kita memenuhi janji
> itu,sebaiknya kita minta maaf dan kalau kita ada
> kesempatan dan kemampuan
> untuk memenuhi janji itu, kita harus memenuhi janji
> kita.
> 
> Kalau Bhiksu yang melepas jubah, karena disebabkan
> oleh misalnya pelanggaran
> sila atau Bhiksu itu sendiri yang ingin melepas
> jubah karena merasa bukan
> panggilannya atau karena merasa tidak sanggup
> menjalani sila2 yang begitu
> banyak, tentunya itu tidak masalah daripada Bhiksu
> tersebut membuat
> kesalahan yang lebih berat/besar.
> 
> Saya rasa Dewa itu pengertian, tetapi walaupun
> pengertian tetap ada hukum
> yang berlaku yaitu Hukum Karma yang tidak bisa
> diatur seenaknya. :o)
> 
> Semoga bermanfaat.
> Bila belum jelas, boleh tanya lagi. Mumpung gratis.
> :o))
> 
> Omithofo,
> Hengki
> 
> > ----------
> > From:       yuna[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> > Reply To:   [EMAIL PROTECTED]
> > Sent:       Thursday, March 06, 2003 6:41 PM
> > To:         [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:    [Kelenteng] Sumpah
> > 
> > Teman, saya mau nanya nih, kalo kita janji pada
> Dewa ,jika 
> > tidak bisa menepatinya gimana? Kalo memang keadaan
> tidak 
> > mengijinkan,lalu minta maaf gimana?
> > Lalu ada biksu yang kembali ke kehidupan duniawi,
> bukankah 
> > sebelumnya ia telah berjanji di hadapan Buddha
> kalo dia 
> > mau mentaati sila biksu? 
> > 
> > Apakah Dewa itu pengertian ataukah sudah harga
> mati tanpa 
> > ampun?
> > 
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> Milis Kelenteng - Quan Shui
> URL: http://lists.quanshui.org
> Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED]
> 


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - forms, calculators, tips, more
http://taxes.yahoo.com/

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke