Penulis yang mengalami hal ini pada mulanya adalah seorang yang skeptis, ia tidak begitu percaya pada yang namanya ramalan atau hal-hal yang berbau mistik.
Hingga akhirnya istrinya memberitahunya mengenai nasib kedua orang tukang kebun bernama Yai Plag dan Tan Ma, yang baru saja memenangkan hadiah undian pertama. Ceritanya mereka yang pada mulanya hidup miskin mengeluhkan nasib mereka ke vihara, kebetulan pada saat itu ada seorang Bhante yang baru datang dari pegunungan utara bernama Tan Achan Pak Kow. Bhante Pak Kow ini dapat melihat nasib orang, beliau memeriksa nasib kedua orang tersebut dan mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan rezeki yang besar dan selanjutnya hidup bahagia. Dan memang itulah yang terjadi sebagaimana yang diramalkan oleh Tan Achan Pak Kow. Tetapi ia hanya mengira bahwa hal ini hanyalah kebetulan belaka. Istrinya kemudian mengajaknya untuk juga menjumpai Tan Achan guna diramal nasib mereka. Meskipun kurang suka tetapi akhirnya ia pergi juga bersama istrinya. Anehnya pada saat diramal Tan Achan Pak Kow bisa tahu bahwa sebenarnya ia kurang suka diramal. Hasil ramalannya secara garis besar adalah sebagai berikut: 1. Dalam waktu enam bulan mereka akan kehilangan seorang dari lingkungan rumah tangga. 2. Tidak lama kemudian akan kehilangan barang berharga. 3. Ia akan mati dengan cara mengerikan sekali dan tidak ada orang yang tahu. Tentu mendengar ramalan itu istrinya menjadi gelisah dan bertanya apakah ada cara untuk merubah nasib buruk suaminya. Tan Achan Pak Kow menjelaskan bahwa upacara untuk merubah nasib seseorang hanya dapat membantu agar orang merasa lebih baik, tetapi sebenarnya tidak dapat menolong apa-apa, sebab segala sesuatu harus berjalan sesuai dengan karma (perbuatan) kita masing-masing. Ada orang yang merasa heran mengapa ia tertimpa kemalangan, padahal menurut hematnya dalam penghidupan ini ia selalu berbuat baik. Hal ini disebabkan oleh perbuatan-perbuatannya yang buruk di penghidupan yang lampau yang sekarang berbuah di penghidupan ini. Mereka harus membayar untuk perbuatan-perbuatannya yang buruk dan setelah itu mereka baru dapat mengecap kebahagiaan dari perbuatan-perbuatannya yang baik. Ada orang lain lagi yang terlebih dulu menikmati akibat baik dari perbuatannya di penghidupan-penghidupan yang lampau dan kemudian baru menderita sebagai akibat buruk dari perbuatan-perbuatan yang dilakukannya. Jalan penghidupan bukanlah semata-mata merupakan jalan di dalam tanam dengan pemandangan-pemandangan yang indah permai saja. Sebelum tiba di tempat tujuan, seringkali kita harus melalui tempat yang tidak menyenangkan dan sewaktu-waktu bertemu dengan hutan-belukar. Beliau melanjutkan, bahwa untuk merubah nasib sebenarnya tergantung diri kita sendiri. Kita harus berusaha untuk membebaskan diri dari perasaan benci, iri hati, loba dan pikiran yang selalu ingin mementingkan diri sendiri saja. Waktu menyatakan ini Tan Achan tertawa dan wajahnya kelihatan bersinar. Singkat cerita enam bulan kemudian supir mereka yang sudah lama bekerja menderita sakit dan meninggal, seperti yang diramalkan oleh Tan Achan Pak Kow. Mereka mendapat supir baru yang bernama Cherd, tetapi tidak lama kemudian istrinya kehilangan perhiasan-perhiasannya dan bersamaan dengan itu supir baru mereka itu ikut menghilang. --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
