----------  Forwarded Message  ----------
Vegetarian Berisiko Kekurangan Vitamin B12

Vegetarian yang sama sekali tidak mengonsumsi pangan hewani serta produknya
seperti susu, sangat berisiko kekurangan vitamin B12. Kekurangan vitamin
tersebut menyebabkan pembentukan sel-sel saraf menurun dan kerusakan otak
yang tidak bisa disembuhkan, seperti penyakit alzheimer (kepikunan), serta
menimbulkan anemia karena sel tidak normal (megaloblas).

Peneliti dari Balai Pengkajian Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) Kawasan Puspiptek Serpong, Ir Erliandri MSi, Rabu (5/3),
menjelaskan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga
kesehatan sistem saraf, dan mempercepat sintesis DNA dalam pembelahan sel.

Ketiga fungsi itu penting untuk jaringan karena sel-sel membelah dengan
cepat, terutama pada sumsum tulang belakang, yang bertanggung jawab dalam
pembentukan sel darah merah.

Pada orang yang vegetarian, katanya, kebutuhan vitamin B12 tidak terpenuhi
hanya dengan memakan pangan nabati seperti kedelai yang terfermentasi,
rumput laut, dan spirulina dari kelompok alga. Kandungan vitamin B12 pangan
nabati seperti itu rendah.

Sebagian besar vitamin B12 atau kobalamin terdapat pada produk susu, telur,
dan daging. Oleh karena itu, mereka yang kekurangan vitamin B kompleks itu
perlu mengonsumsi makanan yang difortifikasi vitamin B12 atau suplemen
vitamin B12.

Kekurangan vitamin B12, Erliandri menambahkan, tidak hanya terjadi pada
vegetarian, namun juga orang yang mengalami gangguan pencernaan atau jumlah
mikroorganisma yang tumbuh di saluran pencernaan cukup tinggi. Sumber
vitamin B12 yang sangat baik bagi vegetarian, katanya, adalah produk susu.
Satu kerat keju chedar vegetarian seberat 40 gram mengandung 0,5 mikrogram
vitamin B12. Setengah liter susu full cream mengandung 1,2 mikrogram, dan
sebutir telur rebus mengandung 0,7 mikrogram.

"Proses pengolahan seperti fermentasi yoghurt dan pemanasan susu dapat
merusak vitamin B12. Bagi vegetarian, cukup bagus mengonsumsi tempe karena
merupakan sumber vitamin B12," kata Erliandri.

Mikroorganisma

Secara alami, kata Erliandri, tubuh manusia membentuk vitamin B12 di dalam
usus besar. Hanya saja jumlahnya cukup kecil. Vitamin tersebut diproduksi
bakteri E coli. Kemampuan mikroorganisma memproduksi vitamin B12 membuat
industri farmasi mengembangkan mikroorganisma sebagai sumber vitamin B12
untuk suplemen.

Beberapa mikroorganisma yang menghasilkan vitamin itu adalah Aerobacter,
Alcaligenes, Azotobacter, Bacillus, Clostridium, Mycobacterium,
Micromonospora, Flavobacterium, Salmonella, Streptomyces, Xanthomonas.

Saat ini mikroorganisma yang kerap dimanfaatkan industri adalah Pseudomonas
denitrificans dan Propionibacterium shermanii melalui fermentasi. Kedua
mikroorganisma itu secara alami membentuk vitamin B12 dalam jumlah yang
banyak. Untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi, maka dilakukan rekayasa
genetika. Hasilnya mencapai 300 mg/l.

Di BPPT, kata Erliandri, saat ini sedang diuji penerapan rekayasa genetika
terhadap Pseudomonas denitrificans. Tetapi hasilnya masih belum bisa
dipastikan, karena masih dalam tahap penelitian. Diharapkan dengan
teknologi itu produksi vitamin B12 sepuluh kali lipat dibandingkan dengan
teknik fermentasi tanpa rekayasa genetika.

"Galur (strain) mikroorganisma yang ada di Indonesia lebih bagus
dibandingkan dengan di luar negeri. Tetapi hasilnya lebih tinggi di luar
negeri, karena fermentasi di Indonesia berisiko tinggi. Ini disebabkan
kelembapan tinggi, mudah terjadi kontaminasi sehingga banyak yang gagal,"
ujarnya.

Ia menambahkan, tubuh memerlukan vitamin B12 dalam jumlah sedikit, sekitar
3 sampai 4 mikrogram setiap hari. Vitamin itu merupakan molekul yang
kompleks, stabil terhadap panas, larutan asam atau basa yang dipanaskan,
namun sangat sensitif terhadap sinar.

Kerusakan bisa timbul karena oksidasi dan reduksi logam berat. Selain
mengandung kobal, vitamin B12 juga mengandung karbon, oksigen, fosfor dan
nitrogen. Asam hidroklorat yang terdapat di lambung membantu penyerapan
vitamin B12. Bila produksi asam itu rendah maka daya absorpsi akan menurun.
(N-4)



---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke