Saya berkata kepadanya, "Karena disana ada tanda-tanda
peringatan akan karma baik dan buruk yang akan datang, kita dapat melihat
keberuntungan atau musibah datang pada mereka yang menanam sebab untuk itu.
Surga akan menolong mereka yang rendah hati. Kau, temanku, pasti akan lulus
dalam ujian kerajaan tahun ini!" Kemudian, ia benar-benar lulus dalam ujian.

        Mr. Liao Fan berkata kepadanya bahwa  karma baik dan buruk dapat
diprediksi. Mr. Liao Fan telah mempelajarinya dengan baik. Ia telah
menguasai seni memprediksi hal itu dari Mr. Kong. Tapi mengetahui bagaimana
memprediksi karma baik dan buruk seseorang adalah hal yang kedua. Ketika
kita menghentikan cara-cara kita yang keliru dan mengumpulkan kebaikan dan
kebajikan, kita menulis ulang nasib kita sendiri. Kemudian, Mr. Feng lulus
dalam ujian tahun itu seperti telah diprediksi oleh Mr. Liao Fan.

                Ada seorang muda dari Propinsi Shandong bernama Yu-Feng Zhao
yang lulus dalam ujian kerajaan tingkat awal sebelum menjapai usia duapuluh.
Sayangnya, setelah mencoba sekuat tenaga, ia tidak dapat lulus ujian
selanjutnya. Ketika ayahnya pindah ke Jia Shan untuk menduduki jabatan lain
dipemerintahan, Yu-Feng ikut bersamanya dan datang kepada seorang terpelajar
yang terkenal di desa itu yang bernama Ming-Wu Qian.

                Yu-Feng membawa hasil esainya pada orang ini. (Ia sama
sekali tidak menyangka) Mr. Qian mengambil kuas tulisnya dan merevisi
seluruh esainya. Yu-Feng bukan hanya tidak marah, ia dengan tulus menerima
koreksi Mr. Qian dan secepatnya membuat perubahan yang direkomendasikan.
Tahun berikutnya, Yu-Feng lulus dalam ujian kerajaan.

        Ketika ayah Zhou menjadi pejabat di daerah Jiashan, ia sangat
menghormati seorang yang berpendidikan tinggi bernama Ming-Wu Qian. Setelah
Yu-Feng membawa hasil pekerjaannnya ke Mr. Qian dan meminta nasehatnya, Mr.
Qian membuat perubahan besar pada esainya. Biasanya, jika hal ini terjadi
pada kita, kita akan merasa tidak senang dan sakit hati. Bahkan jika hasil
kerja kita tidak bagus, kita tetap akan merasa tidak layak mendapat begitu
banyak koreksi. Anehnya, Yu-Feng bukan hanya tidak marah, ia bahkan merasa
berterima kasih dan sangat rendah hati karena ia dengan tulus ingin belajar
pada Mr. Qian. Karena ketulusan, kebaikan hati, rasa hormatnya dan
ketekunannya, ia mengalami perbaikan besar dan lulus ujian pada tahun
berikutnya.

                Dalam suatu tahun, saya pergi ke ibukota untuk memberi
hormat pada raja. Saya bertemu dengan seorang berpendidikan tinggi bernama
Jian-Suo Xia yang memiliki seluruh kualitas seorang besar tanpa sedikitpun
kesombongan. Saya merasakan aura kebajikan dan kebaikan hatinya. Ketika saya
kembali kerumah, saya berkata kepada teman saya,"Jika Surga ingin seseorang
menjadi makmur, pertama-tama ia dilimpahkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan
seperti itu akan membuat orang sombong menjadi jujur dan berdisiplin.
Jian-Suo adalah orang yang lembut dan baik hati. Tentu saja, surga ingin
membuatnya makmur." Ketika hasil tes keluar, Jian-Suo lulus dalam ujian.

                Dalam tahun itu, ketia ia pergi menemui raja, Mr. Liao Fan
bertemu dengan Mr. Jian-Suo Xia. Ia sangat terkesan dengan kerendahan hati
Mr. Xia dan bagaimana ia menghormati orang lain. Pesan dari cerita ini
adalah sebelum surga memberi karma baik kepada kita, kita diberi
kebijaksanaan terlebih dahulu. Jika kita tidak memiliki kebijaksanaan, maka
tidak perduli usaha yang kita lakukan, kita tidak akan mendapatkan karma
baik. Ada karma baik yang "benar" dan yang "palsu" sama seperti karma
"penuh" dan "setengah", yang tidak kita ketahui dengan pasti. Jika kita
tidak mengerti hal ini dengan baik, kita akan melakukan pelanggaran yang
serius secara tidak sadar karena percaya semua perbuatan kita adalah benar,
patut dihargai dan bermanfaat. Yang paling penting adalah untuk belajar dan
mengerti perbuatan-perbuatan kebaikan sehingga kita dapat mengetahui
bagaimana mengumpulkan karma baik dengan benar. Sekali kita tidak
menutup-nutupi kebijaksanaan kita, kita akan dapat mengendalikan diri kita
sendiri dengan menjadi lebih tenang dan saling menghargai, baik hati, saling
menghormati dan lembut terhadap orang lain. Dengan memiliki karakteristik
seperti ini, Mr. Xia lulus dalam ujian.


---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke