Yth, Sdr Tjing Wen dan rekan sekalian, Menarik sekali cerita pengalaman anda tentang ipar anda dan karyawati yg masuk kolong meja itu. Justru karena itulah saya dinasihati oleh Shemu di Kelenteng Pamekasan, hati2 kalau Siutao.
Pada dasarnya saya sembahyang ya cuma sembahyang aja. Tidak mengharap bisa komunikasi dgn Sen atau dgn Maha Dewa TSLC. Saya ini manusia biasa, malah manusia aneh yg cerewet. Justru karena banyak orang yg kepingin jadi sakti, maka banyak kesempatan untuk menjadi gila/tersesat. Manusia tidak punya kemampuan dgn cara atau metode apapun untuk "memaksa" Dewa/i menemui kita manusia. Maaf ya, Tao Ying Suk juga bukan "alat" atau "metode" untuk memaksa Dewa berbicara dgn manusia. Dalam buku Kuning, saya cuma melihat Tao Ying Suk adalah metode untuk mencapai kesehatan dan meng-harmonis-kan chi dalam tubuh sipelaku. Diluar dari "kesehatan" melalui Tao ying Suk, itu adalah urusan lain. wahduuuh, maaf sdr. Tjing Wen jadinya saya kok sok tau ya :-( Sekali lagi maaf, itulah inti dari buku Kuning yg sudah saya baca sebanya 3 macam edisi. Ada edisi tipis, kemudian tebal, yg terakhir lebih tebal lagi. Tapi pada pokoknya isi ke 3 edisi masing2 hampir sama. Cuma makin lama bahasanya makin baik :-) Saya sama sekali tidak terpengaruh oleh buku2 apapun. Jangankan buku, Alkitab sekalipun tidak mempengaruhi saya (kecuali Tao Tee Cing). Mungkin karena saya ndablek sekali. Buku Kuning tidak mempengaruhi saya dalam meditasi. Guru Meditasi yg terkenalpun tidak mempengaruhi saya dalam meditasi. Pokoknya saya meditasi seenak saya. Yang penting tiap hari saya meditasi. Ada yg begitu masuk, badan rasanya kurang sreg, ya berhenti. Kalau lagi mood uenak, saya meditasi bisa 2 jam. Saya pengikut paham natur dari Lau Tze, maka tidak pernah memaksa diri. Mengenao cerita saya dituntun binatang dalam meditasi gerak setelah mengucapkan mantera Cen-yen. Itu adalah awal dari gerakan yg tersusun. Dalam penglihatan meditasi para hewan tersebut keluar dari suatu gua. Selalu ya gua itu-itu juga... saya gak tau dimana letaknya gua tersebut. Hewan2 itu antara lain adalah ; Bangau (paling lucu), Kera, Beruang, Macan, Ular. Sepertinya mereka adalah guru senam, dan saya ngikuti gerakannya secara otomatis. Saya juga tidak tau apa gerakan saya betul seperti itu atau salah... saya kan tutup mata :-( Keadaan ini terus berlangsung kira2 selam 2 - 3 bulan. Saya lupa dan juga tidak berminat ngitung2 hari. Yang masih tampil dan berpengaruh adalah Macan. Terkadang, (sekali lagi) terkadang saat saya meditasi di Kelenteng Malang dibawah Altar FU TE CEN SEN ada HOUW YA. Pada suatu saat setelah 2-3 bulan (atau lebih), binatang2 tersebut hilang sendiri. Saya sebenarnya masih kepingin melihat burung Bangau yg kalao nari2 lucu sekali. Tapi sayang, begitu hilang... terus hilang sampai saat ini. Ada masanya dimana ketemu (kata teman saya) Erl Lang Sen. Tapi saya sendiri skeptis kalau Dewa besar mau turun menemui saya yg kotor dan hina ini. Kalau ketemu yang satu ini, saya minta ampun. Cara melatihnya gak aturan. Badan ditekuk-teku, setelah selesai capenya luar-biasa. Oiya, saat saya sadar, biasanya hio sudah padam. Saya juga tidak pernah lihat jam. Yang jelas diatas jam 23.oo. Yang katanya Dewa Erl Lang muncul cuma beberapa kali aja. Dan saya tidak kepingin ketemu lagi.... loro kabeh kata orang Sby. Ada juga kesan yang sangat mendalam selama saya latihan meditasi gerak itu. Sering datang dan kadang bisa datang bila saya mengharap. Yaitu anak perempuan sekita 9-10 tahun. Ngakunya sih 'pembantu' Kwan Im - saya masa bodoh atas pengakuannya itu. Dan saya tidak berniat komunikasi dan juga gak bisa komunikasi :-( Adik kecil ini menuntun gerak sangat enak. Meliuk-liuk dan kadang2 diajak metik bungah atau nangkap kupu2 - semua dalam gerak - yg kata isteri dan anak, saya sedang menari. Yang terpenting, biar geraknya lama, badan terasa segar dan nyaman tidak cape. memang adik kecil ini hebat kok :-) Keadaan tersebut berlangsung antara 2-3 tahun. Kemudian lama-lama hilang sendiri dgn proses gerakan makin lambat, lambat.... sekarang hilang. Dapatkah anda menjelaskan fenomena ini ? Tidak munafik, dalam meditasi itu ... kadang2 ada pesan dari Sen yg harus saya sampaikan. Justru bukan untuk kepentingan saya sendiri, tapi untuk orang lain. Saya tidak pernah minta macem2, cuma minta po-pi-ping-an (pau-yu-bing-an} untuk saya dan keluarga. Sdr. Tjing Wen, justru saya mau belajar pada milis ini. Khususnya kepada sdr. yg rupanya banyak pengalaman. Saya kagum ada punya 4 Altar... ah alangkah senangnya kalau saya juga punya Altar lebih dari satu. ah... satu aja sudah cukup kok :-) Salam, analise. --------------------------------------------------------------------- Jangan Lewatkan! SiuTao.com - http://www.siutao.com Jelajahi Tao dengan Suka Cita Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
