Salam,
Saya hanya sekedar meluruskan saja dan mudah-mudahan Saya tidak salah
bicara. Menurut Saya, ada perbedaan sudut pandang pembahasan disini. Kalau
Sdr. Tjing Wen dan Sdr. Analise membahas/menceritakan pengalaman mereka dari
sudut 'Ilmu Kebatinannya', sedangkan Sdr. Butong lebih dari sudut 'Ajaran
Moral/Teori/Prinsip/Filsafat Kehidupannya'. 

Seperti sebuah pedang, ada bagian yang tajam dan ada bagian yang tidak tajam
yang merupakan pegangannya. Bagian yang tajam dapat dimisalkan 'Ilmu
Kebatinannya', sedangkan pegangannya dimisalkan seperti 'Teori/Ajaran
Moral/Filsafat Kehidupannya'. Kalau yang dimiliki adalah pedang yang tidak
mempunyai pegangannya, akibatnya pedang tersebut akan melukai diri
pemegangnya sendiri. Dan kalau pedang yang dimiliki hanya pegangannya saja,
pedang tersebut seperti kehilangan kegunaannya. Jadi pedang tersebut
haruslah lengkap. 
Sama seperti kalau yang dimiliki hanya kemampuan 'Kebatinannya' tanpa adanya
moral yang baik, akibatnya kemampuan tersebut malah dapat merugikan diri
sendiri dan orang lain. Tapi kalau yang dimiliki hanya 'Teorinya' saja
rasanya juga kurang lengkap, karena terlihat seperti hanya pandai berteori
saja. Orang yang memiliki 'Pedang' yang lengkap, tentu akan menggunakan
bagian yang tajam dari 'Pedang'nya tersebut dengan bijaksana.

Sekali lagi mohon maaf kalau Saya salah bicara, dan mohon koreksinya.
Salam,
To



-----Original Message-----
From: Kelenteng [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: July 04, 2003 12:34 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kelenteng] Tao Yin Suk


Salam TAO,

Pendapat saya,taoyu adalah seorang yang siu-Tao yang artinya merevisi
jasmani & rohani ke arah TAO.Nah,pengertian dasar ini
sangat penting bagi kita sebelum melangkah lebih lanjut dalam arti
menjalankan.
Pengertian revisi jasmani & rohani itu saja sudah cukup dalam.Dalam istilan
DSM ada kata CEN REN ( jadilah manusia sejati ),
..setelah itu baru mengerti ttg ilmu kedewaan / ketuhanan.
Nah,jikalau kita belum mengerti CEN REN bagaimana kita bisa mengerti ttg
DEWA / KETUHANAN..wong dasarnya saja belum kuat.
Yang dimaksud CEN REN adalah bagaimana kita bertindak yang benar terhadap
diri kita maupun sesama kita.apakah kita sudah
mempraktekkan kasih sayang..apakah kita sudah bersikap disiplin..apakah kita
sudah mempunyai hati yang benar di dalam
belajar agama yang kita anut..dll.Jikalau dasar ini belum terpenuhi
sebaiknya janganlah kita ingin yang lebih spt ingin
mendapatkan kemujijatan.
Bayangkan jikalau kita seseorang yang mempunyai kekuatan supernatural namun
moralnya rusak..apa yang terjadi ?
Siutao memang haruslah menjadi orang yang 'pandai' dan bukan
sebaliknya.Sungguh beruntung di jaman sekarang kita boleh
belajar TAO aliran DSM.Jaman dahulu hanya beberapa orang saja yang dapat
belajar..
Jadi kembali lagi ke diri kita sendiri..apakah kita benar-benar mengerti
arti kata siutao.....terimakasih
 
regards,
 
Butong
 




---------------------------------------------------------------------
Jangan Lewatkan!

SiuTao.com - http://www.siutao.com
Jelajahi Tao dengan Suka Cita

Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com
Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran

---------------------------------------------------------------------
Milis Kelenteng - Quan Shui
URL: http://lists.quanshui.org
Posting, email: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke