Memang benar apa yang dikatakan oleh Sdr. Analise. Kita tidak usah mengejar kesaktian, untuk apa sakti kalau hidup kita susah dan melarat. :o) Seperti banyak orang yang sakti tapi malahan tersesat sehingga menjadi dukun santet, paranormal, peramal nasib, dsbnya. :o)
LEbih baik kita tetap sembahyang disamping itu kita harus perbanyak perbuatan baik dan mengurangi perbuatan salah/jahat kita, tanpa kita mintapun para dewa akan melindungi kita dari kebersihan pikiran dan jiwa kita. Peace, Hengki > ---------- > From: Kelenteng[SMTP:[EMAIL PROTECTED] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, July 03, 2003 11:49 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [Kelenteng] Tao Yin Suk > > Yth, Sdr Tjing Wen dan rekan sekalian, > Menarik sekali cerita pengalaman anda tentang ipar anda dan karyawati yg > masuk kolong meja itu. Justru karena itulah saya dinasihati oleh Shemu di > Kelenteng Pamekasan, hati2 kalau Siutao. > > Pada dasarnya saya sembahyang ya cuma sembahyang aja. Tidak mengharap bisa > komunikasi dgn Sen atau dgn Maha Dewa TSLC. Saya ini manusia biasa, malah > manusia aneh yg cerewet. > > Justru karena banyak orang yg kepingin jadi sakti, maka banyak kesempatan > untuk menjadi gila/tersesat. Manusia tidak punya kemampuan dgn cara atau > metode apapun untuk "memaksa" Dewa/i menemui kita manusia. > Maaf ya, Tao Ying Suk juga bukan "alat" atau "metode" untuk memaksa Dewa > berbicara dgn manusia. > > Dalam buku Kuning, saya cuma melihat Tao Ying Suk adalah metode untuk > mencapai kesehatan dan meng-harmonis-kan chi dalam tubuh sipelaku. > Diluar dari "kesehatan" melalui Tao ying Suk, itu adalah urusan lain. > > wahduuuh, maaf sdr. Tjing Wen jadinya saya kok sok tau ya :-( > > Sekali lagi maaf, itulah inti dari buku Kuning yg sudah saya baca sebanya > 3 > macam edisi. Ada edisi tipis, kemudian tebal, yg terakhir lebih tebal > lagi. > Tapi pada pokoknya isi ke 3 edisi masing2 hampir sama. Cuma makin lama > bahasanya makin baik :-) > Saya sama sekali tidak terpengaruh oleh buku2 apapun. Jangankan buku, > Alkitab sekalipun tidak mempengaruhi saya (kecuali Tao Tee Cing). Mungkin > karena saya ndablek sekali. > > Buku Kuning tidak mempengaruhi saya dalam meditasi. Guru Meditasi yg > terkenalpun tidak mempengaruhi saya dalam meditasi. Pokoknya saya meditasi > seenak saya. Yang penting tiap hari saya meditasi. > Ada yg begitu masuk, badan rasanya kurang sreg, ya berhenti. > Kalau lagi mood uenak, saya meditasi bisa 2 jam. > Saya pengikut paham natur dari Lau Tze, maka tidak pernah memaksa diri. > --------------------------------------------------------------------- Jangan Lewatkan! SiuTao.com - http://www.siutao.com Jelajahi Tao dengan Suka Cita Kelenteng.com - http://www.kelenteng.com Jalankan Kebajikan dengan Penuh Kesadaran --------------------------------------------------------------------- Milis Kelenteng - Quan Shui URL: http://lists.quanshui.org Posting, email: [EMAIL PROTECTED] Subscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
