Wa'alaikum salam wr.wb., Mas Yudi, Terima kasih atas taushiyah-nya.
Kalau boleh bertanya, apakah kriteria kemungkaran itu? Apakah perbedaan pemahaman/pendapat dalam hal2 yang bukan prinsip itu termasuk kemungkaran? Apakah orang yang beramar ma'ruf nahi munkar itu berarti merasa paling benar, dan menganggap selainnya adalah sesat? Monggo penjelasannya ... Salam, Hidayat On 12/15/05, duy_201 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum wr. wb. > > Akang2, abang2, dan mas2 sekalian yg dirahmati Allah.... > > Salah satu kewajiban penting yang diamanahkan oleh Rasulullah saw > kepada kita kaum Muslim adalah "al amru bil ma'ruf dan al- > nahyu 'anil munkar". Memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah > kemunkaran. Tugas ini wajib dilakukan oleh seluruh kaum Muslimin, > sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Terlebih lagi para ulama, > di mana pun mereka berada, tugas mereka adalah menyebarkan > kebenaran, menyebarkan As-Sunnah dan mengajari manusia serta tidak > enggan atau sungkan untuk melakukannya. Walaupun dia harus rela > dicerca dan dihina seperti halnya yang dulu dialami Rasulullah saw. > Wajib atas para ahli ilmu tesebut untuk menyebarkan kebenaran yang > telah diketahui. Jadi hal ini mereka lakukan bukan untuk menyerang > atau menyudutkan golongan atau paham tertentu. Selayaknyalah kita > berhusnudzon kepada mereka yang diberi amanah untuk itu. > > > Rasulullah saw sudah mengingatkan, agar siapa pun jika > melihat kemunkaran, maka ia harus mengubah dengan tangan, dengan > lisan, atau dengan hati, sesuai kapasitasnya. > > Dalam kitabnya, Ihya' Ulumuddin, Imam al-Ghazali menekankan, bahwa > ativitas "amar ma'ruf dan nahi munkar" adalah kutub terbesar dalam > urusan agama. Ia adalah sesuatu yang penting, dan karena misi > itulah, maka Allah mengutus para nabi. Jika aktivitas 'amar ma'ruf > nahi munkar' hilang, maka syiar kenabian hilang, agama menjadi > rusak, kesesatan tersebar, kebodohan akan merajelela, satu negeri > akan binasa. Begitu juga umat secara keseluruhan. Kemunkaran ilmu > merupakan kemunkaran yang terbesar dalam perspektif Islam. > Kemunkaran ilmu adalah sumber kesalahan asasi dalam Islam. Ilmu yang > salah mengacaukan batas antara al-haq dan al-bathil. Orang yang > bathil tidak menemukan jalan untuk bertaubat, sebab dia merasa apa > yang dilakukannya adalah tindakan yang baik. Allah SWT berfirman, > yang artinya: "Katakanlah, akankah Kami beritahukan kepadamu tentang > orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?" Yaitu orang- > orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini, tetapi > mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya." (QS al- > Kahfi:103-104). > > Marilah kita terus belajar dan belajar agar kita tidak mendapati > ilmu yang salah. Menegur, mengingatkan, sebatas ilmu yang kita > miliki adalah kewajiban bagi kita sesama muslim. > > Wassalamu'alaikum > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help the victims of the Pakistan/India earthquake rebuild their lives. http://us.click.yahoo.com/KyOSiB/leGMAA/a8ILAA/wDNolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
