Tugas-tugas Penuntut Ilmu
- Pemahaman Yg Benar
Tugas pertama seorang penuntut ilmu adalah mencurahkan seluruh
kesungguhannya hingga mampu menguasai, mendalami dan mencernanya.
Dengan bekal tersebut ia dapat melampaui fase pengetahuan kepada
fase pemahaman. Al-Quran menuntut kita untuk memperdalam agama,
tidak hanya sebatas belajar saja (QS At-Taubah:122).
- Membebaskan Diri dari Belenggu Taklid
Seorang penuntut ilmu harus berusaha membebaskan diri dari taklid
kepada orang lain dan beralih kepada pemahaman yang independen,
bukan hanya bersandar kepada hasil pemikiran orang lain tanpa
mempelajari dari sumbernya secara jelas. Para ulama menganggap,
bahwa taklid bukanlah ilmu. Karena ilmu ialah yg diperoleh melalui
pencarian argumen, dalil dan bukti. Al-Quran sendiri telah menabuh
genderang peperangan terhadap para muqallid, yaitu mereka yg
menghinakan diri, meremehkan akal mereka sendiri untuk mengikuti apa
yg diyakini nenek moyang atau para pembesar mereka, dan pemikiran-
pemikiran yg mereka anut (QS Al-Baqarah 170-171).
Sesungguhnya kewajiban seorang muslim ialah mencari kebenaran serta
mengetahuinya berdasarkan dalil-dalil yang memuaskan akalnya dan
sejalan dengan hati nuraninya, bukan budak hawa nafsu dan taklid
buta.
- Mengamalkan ilmu
Kewajiban bagi seorang berilmu adalah berbuat sesuai dengan yang
diketahuinya, serta menjadi teladan bagi yang lain.
- Menyebarluaskan ilmu
Hak ilmu atas pemiliknya adalah diajarkan kepada orang lain. Karena
islam mengajarkan bahwa pada setiap nikmat terdapat zakatnya. Zakat
ilmu adalah mengajarkannya kepada orang lain.
- Berhenti pada Batas yang Diketahuinya
Diantara kewajiban penuntut ilmu adalah berhenti sampai batas yang
diketahuinya secara ilmiah. Dia tidak boleh memasuki wilayah yang
tidak diketahuinya berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah. Diwajibkan bagi
seorang alim yang muslim, apabila ditanyakan tentang sesuatu yg
tidak diketahuinya, hendaknya berkata, "saya tidak tahu". Karena
dalam ilmu tidak ada keangkuhan.
Yang paling berbahaya adalah apabila seseorang berkata dalam suatu
hal yg tidak diketahuinya tentang ajaran agama Allah, kemudian
menghalalkan dan mengharamkan tidak berdasar dalil dan keterangan
dari Allah, maka dosa orang yang mendengar dan melaksakan
perkataanya akan dibebankan kepadanya (Al-Hadits).
*Diringkas dari Fikih Taysir, Dr. Yusuf Qardhawi
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh
manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya
adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu
wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang
tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas
yang engkau mampu.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islam/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/