Sekedar berbagi informasi...

Surat yasin merupakan bagian dari al-Quran yang memang dianjurkan
untuk kita membaca, mendalami, dan mengamalkan isi kandungannya.
Namun yang terjadi di sebagian masyarakat kita adalah menjadikan
membaca surat yasin ini sebagai amalan rutin setiap malam jum'at
atau hari jum'at yang diyakini sebagai amalan sunnah (mengikuti
contoh nabi).

Padahal menurut ulama2 hadits menyebutkan bahwa hadits-hadits yang
menyebutkan tentang keutamaan surat yasin khususnya yang berkaitan
dengan hari jum'at adalah hadits2 dhoif.

Sebaliknya, justru amalan2 sunnah yang berkaitan dengan hari jum'at
yang didasari dari hadits2 yang shahih banyak yang meninggalkan.
Berikut beberapa amalan2 sunnah yang berkaitan dengan hari Jum'at
yang saya ringkas dari Milis Daarut Tauhiid:

- Tidak boleh berpuasa khusus pada hari itu saja

Maka tidak diperbolehkan puasa khusus pada hari itu,
tanpa didahului oleh puasa sebelum maupun sesudahnya,
Agar berbeda dengan Yahudi. Juga agar tubuh merasa
kuat untuk melaksanakan ibadah pada hari Jum'at
seperti shalat, do'a dan yang lainnya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya hari Jum'at adalah 'ied (hari raya),
maka jangan jadikan hari raya kalian untuk berpuasa,
kecuali bila kalian puasa sebelum dan sesudahnya".
(HR. Ahmad dalam al-Musnad 15/157, hadits 8012, syech
Ahmad Syakir mengatakan: sanadnya shahih.

- Membaca surat {aliflamim tanzil /surat
As-sajdah}dan{hal ata 'alal insan /surat Al-insan),
pada shalat subuh hari Jumat.

Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah
melakukan hal tersebut {HR. Bukhori {891} dan
Muslim{879).

- Memperbanyak shalawat kepada Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada siang dan malam
harinya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam, dari Anas:
"Perbanyaklah shalawat pada hari Jum'at dan malam
Jum'at." (HR Baihaqi dari Anas, dan dihasankan oleh
Arnauth, dan ia juga terdapat dalam Silsilah
al-Shahihah /1407).

Dan dari Aus Radhiallahu 'anhu dia mengatakan, bahwa
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:
"Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jum'at: pada hari
itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan,
pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia
bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat
kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan
diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya:
"wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada
engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah
menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau
menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala
mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan)
jasad para Nabi". (HR, "al-Khamsah" kecuali
At-Tirmidzi, syech Al-bani mengatakan: sanadnya sahih,
kitab: "fadhlu ashalatu 'ala an-Nabi", hal 35).

- Membaca surat Kahfi pada hari Jum'at
dan malamnya.

Dari Abu Sai'id Al-Khudry, Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda: "Orang yang membaca surat
Al-Kahfi pada hari Jum'at maka dia akan diterangi oleh
cahaya antara dua Jum'at" (HR. An-Nasai, al-Baihaqi,
dan Hakim, serta disahihkan oleh al-Albani dalam kitab
As-shahihah", 2651).

Dalam riwayatnya yang lain:
"Orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum'at,
akan muncul cahaya dari bawah kakinya menjulang sampai
ke langit yang meneranginya pada hari Kiamat, dan dia
akan diampuni antara dua Jum'at" (HR. al-Hakim,
al-Baihaqi, dan disahihkan oleh Arnauth, juga
diriwayatkan oleh Ad-Darimy dalam musnadnya (mauquf)
pada Abu Said dan para Rawinya seluruhnya terpercaya
(tsiqaat), dan seperti ini tidak mungkin berasal dari
pendapat mereka, jadi hukumnya adalah hukum "marfu'".
Dan ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan: Sa'id bin
mansyur menyebutkannya dari perkataan Abu Sa'id
al-khudry seperti itu juga (zaadul maad 1/378).
Ad-darimy meriwayatkannya dengan lafadz,
"Orang yang membaca surat kahfi pada malam Jum'at dia
akan diliputi cahaya antara dia dan baitul 'atiq."
{Disahihkan oleh syekh al-Albany dalam kitab "shahihul
jami' (6471)}.


- Lebih memperbanyak perbuatan baik.

Dari Abu Sa'id al-Khudry ia mengatakan, Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Lima perbuatan (amal), bila dilakukan oleh seseorang
dalam suatu hari, Allah Subhanahu Wata'ala akan
menulisnya sebagai penghuni sorga: menjenguk orang
sakit, melayat jenazah, berpuasa satu hari, menunaikan
shalat Jum'at, dan memerdekakan budak". (HR, Ibnu
Hibban dalam shahihnya, 713, dan dishahihkan oleh
al-Albany dalam kitab "Silsilatu Al-Ahadits
As-Shahihah" (As-shahihah)

Dan disebutkan dalam kitab al-Mushannaf, dari Ibnu
'Abbas dari Ka'ab tentang hari Jum'at:
"dan sedekah pada hari itu paling mulia¡¦ibandingkan
dengan hari-hari yang lainnya." (Almushannaf 5558,
Arnaauth mengatakan perawinya orang-orang yang
terpercaya (tsiqaat), dan isnadnya shahih).

- Mandi dan bersegera untuk melaksanakan shalat Jum'at

Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus ra, ia berkata:
Rasulullah saw bersabda:

"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera
berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan
kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia
ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu
tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah".
(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh
Ibnu Huzaimah).

--- In [email protected], "banganut" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
> Saya ada pertanyaan barangkali bapak dapat menjawabnya.
> "Apa penjabaran tentang wirid yang dilaksanakan masyarakat,
dipandang
> dari sisi makna wirid?"
> Demikian pertanyaannya, mudah-mudahan Bapak dapat membantu.
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
> Ir. Jufrial
> Jawaban:
>
> Wirid (wirid Yasin) adalah salah satu tradisi yang terdapat dalam
> masyarakat Islam. Tradisi ini dimaksudkan sebagai upaya
mengamalkan dan
> mendalami ajaran Islam, terutama dalam hal membaca Al-Qur'an
(khususnya
> surat Yasin), surat al-Ikhlash, Tahtim, dan Tahlil, serta
mendengarkan
> ceramah agama dari seorang ustadz atau ustadzah mengenai berbagai
> masalah dan kehidupan. Tradisi ini dilakukan oleh kaum laki-laki
dan
> perempuan dalam wilayah yang sangat terbatas, seperti lingkungan,
> lorong, lurah, maupun jema'ah mesjid tertentu.
> Secara sederhana wirid dapat diartikan sebagai pengamalan agama
yang
> dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan. Biasanya
dilaksanakan
> pada malam Jum'at.
> Ada dua manfaat dari wirid tersebut. Pertama, adanya upaya
masyarakat
> muslim melaksanakan dan mendalami agamanya secara rutin dan
> terus-menerus. Dalam sebuah hadits Rasul disebutkan bahwa, "Orang
yang
> terbaik adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya
> (al-Hadits)". Kedua, wirid juga menjadi wahana silaturrahmi sesama
warga
> dan umat.
> Pada sisi lain ada dua hal yang perlu diantisipasi. Pertama, jangan
> sampai wirid dijadikan sebagai ukuran keislaman seseorang di tengah
> masyarakat. Kedua, jangan sampai bacaan-bacaan dan tata caranya
dianggap
> wajib, apalagi pelaksanaannya, termasuk pengiriman do'a yang sering
> dilakukan dianggap sebagai kebenaran mutlak yang harus diterima dan
> dilaksanakan setiap muslim. Demikian semoga jelas. Wa allahu
a'lamu bi
> al-shawab
>






Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke