siapa saja yang ada di milis ini untuk menerima pendapat saya.
Saya hanya sekedar berbagi informasi saja berdasarkan pengalaman
pribadi saya.
Seperti yang saya katakan, saya adalah seorang penuntut ilmu, dan
hingga akhir hayat pun saya akan tetap menjadi seorang penuntut
ilmu, insya allah. Saya adalah orang yang suka mencari sumber dalam
mempelajari agama Allah ini bukan hanya dari satu golongan saja,
karena saya yakin kebenaran itu bukan hanya ada pada satu golongan
saja. Saya sadar ilmu yang saya miliki sangatlah masih terlalu
sedikit dibanding banyaknya waktu yang sudah saya habiskan.
Dari sisa waktu yang saya punya ini, saya selalu berharap bahwa
amalan yang saya lakukan pada sisa akhir kehidupan saya adalah
seperti yang diperintahkan Allah dan sesuai sebagaimana kehendak
sunnah. Saya khawatir memubazirkan sisa umur dan tenaga yang saya
miliki untuk sesuatu yang ternyata tidak berfaedah untuk kehidupan
akhirat saya. Setiap amalan yang saya lakukan, saya usahakan untuk
selalu berpandu kepada tuntutan Islam yang murni dan benar, yaitu
seperti apa-apa yang dicontohkan oleh kanjeng Nabi saw.
Namun postingan anda di bawah menyadarkan saya, bahwa saya ini masih
TK dalam masalah agama, dan prinsip saya dalam beragama seperti yang
saya sebutkan diatas bisa saja salah. Untuk itu, dengan segala
kerendahan hati saya mohon bimbingan anda, bagaimana seharusnya kita
dalam melaksanakan suatu amalan? Bagaimana kedudukan sunnah dalam
amalan2 tersebut, apakah cukup kita berpatokan pada firman Allah
seperti yang anda katakan "Apakah dalil Al-Qur'an masih juga
dipertanyakan"?
Karena dari pernyataan anda diatas, saya mengambil kesimpulan bahwa
segala sesuatu yang sudah Allah perintahkan dalam al-Quran tidak
memerlukan lagi penjelasan sunnah. Contohnya seperti dalam masalah
dzikir, karena Allah sudah memerintahkan kita memperbanyak dzikir,
maka tidak perlu lagi kita memperhatikan keutamaan2 dzikiran
tertentu dengan jumlah2 tertentu seperti yang tertulis dalam hadits2
Nabi, toh Allah sudah memerintahkan kita dzikir sebanyak-banyak.
Begitu juga dengan shalat, karena Allah sudah memerintahkan kita
untuk mendirikan shalat, maka kita boleh shalat semau kita tanpa
perlu lagi mengikuti seperti apa yang dicontohkan nabi, baik shalat
yang wajib maupun shalat yang sunnah. Begitu juga dengan amalan2
lainnya yang sudah secara langsung Allah perintahkan di dalam al-
Quran, begitukah?
Pertanyaan terakhir, apa yang dimaksud amalan sunnah menurut anda?
Adakah amalan sunnah itu?
Mohon bimbingannya dari anda...
WnS
--- In [email protected], Achmad Munif <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
>
> wandysulastra <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Waduh, mohon maaf
sepertinya anda kok belum mengerti dengan yang dimaksud amalan
sunnah...
> Terima kasih atas penilaian anda, dan insya Allah permohonan maaf
anda saya terima.
>
> Contohnya begini saja, saya rasa amalan sunnah yang satu ini
hampir dari kita semua mengetahui dan mengamalkannya. Yaitu, membaca
> subhanalloh, alhamdulillah, allohu akbar, masing2 33x sehabis
shalat
> wajib. walaupun sebenarnya masih banyak lagi dzikiran sehabis
> shalat, tapi kita ambil contoh amalan yang populer ini saja.
>
> Ah, kok cuma 33 sih, saya mau 1000x saja, kan tidak ada hadits
yang melarangnya... bagaimana?
>
> Tentunya semua kita kembalikan kepada siapa yang mencontohkan atau
mengajarkan hal tersebut. Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah
> s.a.w. beliau bersabda, "Barangsiapa yang membaca subhanallah
setiap selesai shalat 33 x membaca alhamdulillah 33 x, membaca
Allahu Akbar 33x hingga menjadi 99. beliau bersabda lalu
disempurnakan menjadi seratus dengan Lâ ilâha lillallah wahdahû
lâ syarîkalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli Syaiin
qadîr, diampuni dosanya sekalipun seperti buih lautan. (HR. Muslim).
>
> Kenapa harus 33? Bukankahkah kita diperintahkan berdzikir
sebanyak2nya?
>
> Jawabannya sederhana saja, karena Rasulullah mencontohkannya
begitu, dan hanya Allah dan RAsul-Nya yang tahu secara pasti kenapa
angka 33 yang menjadi pilihan. Kalau saja Rasulullah masih hidup,
tentunya kita dapat meng-klarifikasi-kan hal tersebut langsung
kepada Beliau. Tapi jangan khawatir, mengenai keshahihan angka 33
ini masih dapat kita periksa melalui hadits2 yang ada, baik melalui
kitab2 hadits shahih, ataupun bertanya langsung kepada ulama2 ahli
hadits dengan menghadiri pengajian2nya.
>
> Tapi kalau anda hendak membaca dizikian tersebut, apakah itu
> subhanalloh, atau alhamdulillah, atau allahu akbar, atau lailaha
> illah, atau kalimat2 thoyyibah lainnya di WAKTU-WAKTU SENGGANG
anda atau diwaktu anda sedang bekerja misalnya, sebanyak-banyaknya
semampu dan seikhlas anda, maka hal itu adalah boleh2 saja dan
bahkan sangat baik, hal itu termasuk dalam perintah Allah untuk
memperbanyak dzikir secara mutlak. Tapi kalau anda KHUSUS-kan dengan
waktu tertentu dan/atau dengan jumlah tertentu dan juga dengan
keutamaan/manfaat tertentu (seperti amalan membaca dzikiran yang 33
sehabis shalat ini), maka yang demikian haruslah ada dalil yang
menjadi dasar pelaksanaannya. Demikian juga dengan pembacaan ayat2
alquran tertentu yang dikhususkan dibaca pada waktu2 tertentu,
dengan keutamaan2 tertentu, yang diyakini mengikuti sunnah, maka
sekali lagi tentunya harus ada dalil yang shahih tentang sunnah
tersebut.
>
> Terima kasih atas penjelasan anda yang cukup panjang, dari
contoh yang anda jelaskan sendiri sebenarnya sudah terjawab bahwa
sesungguhnya membaca dzikir 33X ataupun sebanyak-banyaknya khan sama-
sama punya dalil yang kuat. Satu HR yang anda sebutkan sementara
yang lain adalah dalil Al-Qur'an (fasabbikhuuhu bukrotan wa ashiila,
atau .....dzikron katsiroo). Apakah dalil Al-Qur'an masih juga
dipertanyakan?
> Demikian juga dengan amalan baca yaasin di hari jum'at yang
memiliki sandaran dalil yang jelas seperti dibahas di posting
sebelumnya.
> Ada baiknya kita lebih bijaksana lagi dalam memahami
sedikit 'ilmu yang kita dapatkan saat ini, karena masih berjuta-
juta 'ilmu yang belum kita dapatkan. Kalau boleh saya analogikan
begini ..... dulu waktu kita masih SD yakin sekali bahwa 1+1
hasilnya pasti 2, begitu ada seorang mahasiswa yang menyebutkan ke
anak SD kalau 1+1 bisa juga hasilnya 10, si anak SD akan ngotot
kalau itu salah. Tetapi si mahasiswa tidak perlu ngotot untuk
meyakinkan argumentasinya, dia hanya menyarankan kepada anak SD agar
lebih giat lagi belajar, nanti suatu saat akan ketemu juga
jawabannya.
>
> Demikian, semoga dipahami...
> Demikian, semoga dimaklumi... Mohon maaf bila kurang pas dengan
pemahaman anda.
>
> Salam, Munif
>
> <dihapus>
>
>
>
>
>
>
> __________________________________________________
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik
terhadap spam
> http://id.mail.yahoo.com
>
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "keluarga-islam" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
