Punten, bade ngiringan ah..

Memang, kebanyakan dari kita sewaktu kecil dipaksa untuk
melaksanakan kewajiban shalat tanpa diberi pemahaman mengapa kita
harus melaksanakan kewajiban tersebut, yang pada akhirnya terbawa
hingga dewasa. Karena tidak memahami maksud dan tujuannya itulah
sehingga yang kita lakukan hanyalah sekedar melakukan ibadah
seremonial tanpa kesadaran, dan tanpa mengetahui dan merasakan nilai
spiritual yang ada di dalamnya. Tidak heran jika kemudian
melaksanakan shalat ataupun tidak, ya tidak ada bedanya, tidak ada
pengaruh apa-apa terhadap diri kita. Keadaan seperti inilah yang
terkadang menyebabkan seringnya kita mengalami kepenatan dan
kejenuhan dalam melaksanakan kewajiban tersebut.

Benar bahwa shalat adalah suatu kewajiban yang harus kita tegakkan.
Allah berfirman:

"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit
dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan
sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari." (13:15)

"Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). (53:62)

""Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab  (Al
Qur'an) dan dirikanlah shalat…" (29:45)

Shalat diwajibkan kepada kita sebagai wujud penghambaan yang nyata
dari seorang mahluk kepada sang khalik. Aktivitas shalat merupakan
bukti keseriusan kita sebagai hamba Allah. Shalat bukan hanya
sekedar aktivitas jasmani, tetapi juga ruhani yang dalam
pelaksanaannya seharusnya didasari oleh rasa ihsan. Jika shalat
dilakukan dengan baik, maka pekerjaan lainnya pun akan dikerjakan
dengan serius dan tidak main2. Seperti yang disebutkan dalam sebuah
hadits:

"Amal yang pertama-tama ditanya Allah pada hamba di hari kiamat
nanti ialah amalan shalat. Bila shalatnya dapat diterima, maka
seluruh amalnya, dan bila shalatnya ditolak akan tertolak pula
seluruh amalnya." (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Jadi shalat merupakan barometer diterima atau tidaknya amalan2 kita
yang lainnya.

Disamping sebagai suatu kewajiban, jika kita perhatikan dari dalil2
alQuran dan Hadits, sebenarnya shalat adalah suatu kebutuhan. Allah
mewajibkan kita shalat, karena sesungguhnya Allah mengetahui bahwa
kita membutuhkan shalat. Shalat merupakan karunia yang sangat besar
yang Allah sediakan untuk kita selaku hamba-Nya. Dan hanya orang2
yang khusyuk dalam shalatnya yang akan dapat merasakan kebutuhan
akan shalat.

Keterangan2 berikut mudah2an dapat menunjukan bahwa shalat adalah
suatu kebutuhan dan bukan sekedar kewajiban:

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Aku ini  adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak)
selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat
Aku." (Thaahaa: 14).

Tujuan utama shalat kata Allah adalah untuk mengingat-Nya
(Dzikrullah). Shalat adalah sarana komunikasi antara seorang hamba
dengan Tuhannya secara langsung tanpa perantara, seperti yang
disebutkan dalam  sebuah hadits dari Abu Hurairah ra bahwa
Rasulullah saw bersabda : Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Aku membagi shalat (yakni surat Al-Fatihah) menjadi dua
bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku. Apabila ia
membaca : "Segala puji bagi Allah". Maka Allah menjawab : "Hamba-Ku
telah memuji-Ku". Apabila ia membaca : "Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang". Maka Allah menjawab: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku".
Apabila ia membaca : "Penguasa hari pembalasan". Maka Allah
menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku". Apabila ia membaca : "
Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami
memohon pertolongan". Maka Allah menjawab : "Ini separoh untuk-Ku
dan separoh untuk hamba-Ku". Apabila ia membaca : "Tunjukilah kami
kepada jalan yang lurus". Maka Allah menjawab : "Ini untuk hamba-Ku,
akan Aku kabulkan apa yang ia minta" (HR Muslim)

Shalat adalah  sarana untuk menjalin hubungan cinta seorang hamba
kepada Tuhannya. Karena di dalam shalat, seorang  hamba dapat
menebarkan rayuan-rayuan, pujian-pujian seperti kalimat tahmid,
tasbih  dan takbir, dan juga permohonan kepadaNya.

Orang yang khusyuk shalatnya adalah orang yang  benar-benar sedang
menikmati kemesraan bersama-Nya. Kenikmatan dan kelezatannya tak
dapat dilukiskan dengan apa pun, hal ini dapat kita lihat dari
riwayat beberapa Sahabat yang tidak merasakan apapun yang terjadi
pada tubuhnya ketika melakukan shalat. Karena itu, suatu
keberuntungan dan taufik dari Allah bagi  orang yang mencapai
kemesraan dalam shalatnya (khusyuk), seperti yang disampaikan oleh
Allah:

"Sesungguhnya  beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-
orang yang khusyuk dalam shalatnya." (Al Mu'minuun: 1 & 2).

Allah menyebutkan bahwa medirikan shalat adalah untuk mengingatNya.
Lalu apa manfaat mengingat Allah untuk kita?

Mengingat Allah akan memberikan ketentraman pada hati kita, seperti
yang disebutkan dalam al-Quran:

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah
hati menjadi tenteram. (13:28)

Ketentraman hati merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dan di
dambakan dalam hidup ini. Apalah artinya harta yang berlimpah ruah
jika tidak dapat merasakan ketentraman hati. Shalat merupakan salah
satu cara dzikrullah yang paling utama untuk mendapatkan ketentraman
hati.

Tujuan dan manfaat shalat berikutnya adalah sebagai penolong dikala
mengalami kesulitan. Demikian seperti yang diperintahkan Allah dalam
al-Quran:

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya
yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyu'.( 2:45)

Nabi saw pun bersabda:

"Apabila salah satu diantara kalian mempunyai urusan (persoalan)
maka shalatlah dua rakaat diluar shalat fardhu." (HR Bukhari dan
lainnya)

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa shalat adalah alat komunikasi
dan pertemuan hamba dengan tuhannya. Shalat yang khusyuk akan
menimbulkan hubungan yang kuat di dalam hati pelakunya kepada Allah.
Rasulullah adalah seorang hamba Allah yang sangat erat hubungannya
dengan Allah sehingga ruhnya mampu menangkap informasi atau jalan
keluar dalam setiap masalah yang dihadapinya melalui wahyu maupun
ilham. Di dalam shalat yang khusyuk seorang  hamba akan merasakan
hubungan yang erat dengan Tuhannya sehingga jiwanya pun akan
mendapatkan respon atau jawaban terhadap masalah-masalah yang sedang
dihadapinya.

Shalat juga bertujuan untuk melebur dosa-dosa kita yang mungkin
sudah tak terbilang jumlahnya, baik dari mata yang tak terjaga,
lisan yang tak terjaga, tangan dan kaki yang tak terjaga, maupun
hati dan pikiran yang tak terjaga.

"Tiada seorang muslim kedatangan waktu shalat fardhu kemudian ia
memperbagus wudhu`nya, kekhusyu`annya dan ruku`nya kecuali hal itu
menjadi pelebur dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya selama ia tidak
melanggar suatu dosa besar. Dan yang demikian itu berlaku sepanjang
masa" (HR. Muslim)

Dan pada akhirnya, orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, akan
selalu mendapat bimbingan dari Allah sehingga terhindar dari
perbuatan keji dan mungkar. Seperti firman-Nya:

"….Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji
dan mungkar.  Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih
besar dari ibadah-ibadah yang lain…"( 29:45)

Masih banyak lagi tujuan dan manfaat dari shalat sebagaimana yang
tertulis di dalam al-Quran dan Hadits, yang jika perhatikan
kesemuanya adalah untuk kepentingan kita, hamba-Nya. Allah sama
sekali tidak membutuhkan shalat kita, tapi kitalah yang membutuhkan
shalat. Orang yang khusyuk akan merasakan bagaimana nikmatnya
bermunajat di dalam shalat. Sehingga shalat benar2 menjadi suatu
kebutuhan yang nyata. Saat2 shalat menjadi waktu yang sangat
dinantikan sebagai tempat memuji, merayu, mengadu, memohon, melepas
segala macam tekanan hidup.

Segeralah berintrospeksi diri jika kita tidak lagi atau bahkan belum
dapat merasakan bagaimana nikmatnya bermunajat dan beribadah kepada
Allah. Di dalam buku Shaidul Khatir Ibnu Al-Jauzi menuliskan bahwa
ada seorang pendeta Bani Israil bermunajat,

"Ya Rabb, berapa banyak aku telah melakukan maksiat dan melanggar
laranganMu, namun Engkau masih menangguhkannya dan tidak mengazabku"
Maka Allah menurunkan wahyu kepada seorang Nabi Bani Israil
menyuruhnya untuk menyampaikan kepada pendeta tersebut perkataan
Allah, "Sebenarnya Aku telah mengazabnya dengan azab yang besar,
tidak ada azab yang lebih besar dari itu, namun ia tidak tahu.
Tidakkah dia merasakan bahwa aku telah mencabut indahnya bermunajat
kepada-Ku dan nikmatnya beribadah kepadaKu?

Mudah2an kita tidak termasuk kedalam kelompok seperti yang
disebutkan oleh Nabi pada hadits berikut:

"Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan shalat namun
pada hakikatnya mereka tidak shalat" (HR Ahmad)

Perbaiki dan berseriuslah didalam shalat sehingga hadir rasa khusyuk
di dalam shalat. Jangan menganggap shalat hanya sebagai kewajiban
yang harus ditunaikan, tapi jadikanlah shalat sebagai suatu
kebutuhan untuk dapat berkomunikasi dan kembali kepada Allah.
Ingatlah bahwa esensi shalat adalah mi'raj kepada Allah, sebagai
alat penolong dan perjumpaan dengan sang pencipta.

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya
yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyu. Yaitu orang2 yang meyakini bahwa mereka akan menemui
Tuhannya, dan bahwa mereka kembali kepada-Nya."( 2:45-46)

Jadi, sesungguhnya kita sangat membutuhkan shalat akang2 sadayana...

Wallahu a'alam

--- In [email protected], "Hese Pinter NA"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> nya urang gaya bebas atuh...
>
> Kang, saya nyerah saja deh kalo untuk memahami ibadah sebagai
kebutuhan.
> saya masih merasa mengerjakan ibadah adalah untuk menunaikan
kewajiban
> sebagai mahluk saja.
> karena memang perintahnya adalah seperti itu.
>
> cuma dulu ketika saya berhenti sholat karena merasakan sholat
sebagai
> rutinitas, jadi kebiasaan, yang kalo tidak melakukannya jadi ada
rasa
> kurang, dan bosan, rasanya engga dapat apa-apa.
> dan ketika berhenti sholat secara toral, saya tidak merasakan
sesuatu
> kekurangan apa-pun.
> nah pengalaman saya seperti ini, jadi bukan kata orang, ceuk
batur, ceuk
> maneh na...
>
> kemudian, saya rajin mbaca buku2 dan ikut milis2 islam dan tasawuf.
> akhirnya kepentok dengan kalimat 'Jin dan manusia itu diciptakan
untuk
> beribadah'.
> pengertian saya kemudian, jika manusia tidak beribadah, maka dia
akan jatuh
> martabatnya bukan sebagai manusia lagi.
> kemudian saya mencari-cari apa sih yang dinamakan ibadah itu?
> ternyata ibadah itu adalah hidup itu sendiri.
> lalu kenapa orang yang tidak beribadah juga masih bisa hidup?
> orang yang tidak beribadah ya hidupnya seperti hidup hewan dan
tumbuhan,
> tidak disertai kesadaran akan kewajiban melaksanakan perintah
Alloh.
>
> kemudian jika orang2 merasa bahwa ibadah itu adalah suatu
kebutuhan, itu mah
> mungkin diliat dari sisi si pelaku. tetapi akan sangat bahaya jika
memenuhi
> kebutuhan ini tidak disertai kesadaran.
> lha apa bedanya lagi dengan hewan dan tumbuhan yang bisa memenuhi
kebutuhan?
>
> ah, punten janten banyak omong...
>
> lalu mengenai  pertanyaan dari saya karena akang menulis " Aku
sebagai mana
> persangkaan hambaKu" atau dari   Qur'an gitu saya lupa,,,he,,he"
saya tidak
> mengertinya adalah:
> apa sih yang mau Akang jelaskan dengan mengutip hadits ini?
>
> wassalam
> HPN.
>
>
> On 5/19/06, kang nceps <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > beu,,beu,,,beu,,,terus-terusan  maen bawah mah atuh morosot !!
> > sekarang maen di bagian dada sajahh,ya,,
> >
> > 1.[KnC] betuuullll,,,,euy
> > HPN: terus yang akang rasakan gimana?
> > [KnC Deui] kan sudah dijelaskan,,,
> >
> > 2.HPN: jadi seperti makan minum ya Kang... kalo kebutuhan ini
tidak
> > dipenuhi bisa mati. tapi, saya pernah ga sholat dalam jangka
waktu
> > yang lama tidak apa-apa tuh.
> > [KnC Deui]Lha,,,yang bilang bakalan apa-apa siapa??
> > kan manusia mah tidak sholat juga tidak akan apa-apa,makan minum
> > kebutuhan zahir  da sholat mah bukan kebutuhan zahir, tapi cobaan
> > geura sekarang berhenti sholat lagi / tidak sholat ,bakalan
berbeda
> > tidak kira-kira??
> >
> > 3.[KnC] kebutuhan akan perintah berbeda dengan kebutuhan akan
> > sholatnya, dua subject yang berbeda satu dengan yang
> > lain,,he,,he,,kade ahh tong lepat
> > KPN: oke, salah presepsi.
> > tapi, menurut Akang, melakukan sholat ini merupakan kebutuhan
apa?
> > [KnC Deui]Kebutuhan Ruhani!! dilakukan secara nyata oleh
> > jasmani,ada yang bilang sholat ruhani saja sudah sah dan
> > cukup,karena jasmani tidak memerlukan sholat, tapi itu pendapat
> > orang lain bukan si ncep,dan kalau ada yang melakukannya didepan
si
> > ncep, saya mah tinggal bilang kepada diri saya bahwa saya masih
> > bodoh, hanya gusti Alloh yang maha mengerti
> >
> > 4. [KnC] ada hadist " Aku sebagai mana persangkaan hambaKu" atau
dari
> >   Qur'an gitu saya lupa,,,he,,he,
> >   HPN: maksudnya gimana nih?
> >   [KnC Deui] ,,,????,,,yang nggak ngertinya dimana ?? :-))
> >
> > --- In [email protected], "Hese Pinter NA"
> > <hesepinterna@> wrote:
> > >
> > > maen bawah... oke lah...
> > >
> > >
> > >
> > > On 5/19/06, kang nceps <kangncep@> wrote:
> > > >
> > > > sok geura,,,sayah maen bagian bawah saja ya,
> > > >
> > > > --- In [email protected], "Hese Pinter NA"
> > > > <hesepinterna@> wrote:
> > > > >
> > > > > ah.. mumupung lagi on-line...
> > > > >
> > > > > Kang, orang2 yang mengerjakan sholat karena kebutuhan, akan
> > lain
> > > > rasanya  jika mengerjakannya atas dasar kewajiban.
> > > > [KnC] betuuullll,,,,euy
> > > > HPN: terus yang akang rasakan gimana?
> > >
> > >
> > > cik sok kalo akang sholat berdasarkan kebutuhan ato kewajiban?
> > > [KnC] waktu kecil mah sholat karena Paksaan,dipaksa orang
> > > tua,dipaksa emang, aki-nini, bibi, uwa,,,kabeh maksa sholat,
> > > pas udah gede, mulai jadi hideng (rajin) karena kebiasaan,nggak
> > usah
> > > disuruh-suruh sholat sendiri
> > >
> > > pas udah tua seperti sekarang baru mulai merasakan kalo sholat
itu
> > > memberikan ketenangan,nyaman, malahan kadang ditambah dari 5
yang
> > > wajib kadang pake sunat, malah kalau sempet mah ditambah sholat
> > > malem tapi sering ketiduran :-) bukan lagi terpaksa atau ikut-
> > > ikutan,karena seperti yg saya bilang sholat memberikan effek
timbal
> > > balik dari sisi ruhani dan dari sisi yang disembah karena
asalnya
> > > sama dari dalam secara tidak sadar memerlukan penyembahan, jadi
> > > karena memberikan ketenangan maka menjadi kebutuhan
> > > HPN: jadi seperti makan minum ya Kang... kalo kebutuhan ini
tidak
> > dipenuhi
> > > bisa mati.
> > > tapi, saya pernah ga sholat dalam jangka waktu yang lama tidak
apa-
> > apa tuh.
> > >
> > > > kalo saya mah tetep melakukan sholat karena kewajiban, karena
> > > kewajiban melaksanakan perintah Alloh, bukan kebutuhan akan
> > > melaksanakan perintah Alloh.
> > > [KnC] kebutuhan akan perintah berbeda dengan kebutuhan akan
> > > sholatnya, dua subject yang berbeda satu dengan yang
> > > lain,,he,,he,,kade ahh tong lepat
> > > KPN: oke, salah presepsi.
> > > tapi, menurut Akang, melakukan sholat ini merupakan kebutuhan
apa?
> > >
> > > >
> > > > apakah saya butuh sholat?
> > > > ng... engga tau tuh, cuma karena ada perintah harus
mengerjakan
> > > sholat dari  Alloh, maka saya sholat.
> > > dan dalam waktu yang lama saya pernah engga sholat, dan tidak
> > > meraskaan  kebutuhan beribadah,
> > > sampe akhirnya saya sadar bahwa jika menganggap diri  sebagi
> > mahluk,
> > > maka harus nurut kepada perintah pencipta. sejak itu saya 
sholat
> > > lagi. nah sampe sekarang saya tidak merasa butuh untuk sholat.
> > > [KnC] ada hadist " Aku sebagai mana persangkaan hambaKu" atau
dari
> > > Qur'an gitu saya lupa,,,he,,he,
> > > HPN: maksudnya gimana nih?
> > >
> > > >
> > > > oke, balik lagi ke kontek bahasan pertama, yaitu ibadah
ritual
> > > menjadi suatu  keharusan  dalam konteks pengadaan tahlilan dan
> > > terakhir dalam konteks  ibadah ritual wajib,
> > > > kan saya mah engga ikut2an...
> > > > hi hi hi...
> > > [KnC] oke,,,lamun kitu mah case close he,,he,,
> > > >
> > > > wassalam
> > > > HPN.
> > > [KnC] wassalam juga,,,,si ncep dari kampung
> > >
> > > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala
kepada
> > seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah
satu
> > pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang
> > membutuhkan.
> > Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah
Subhanahu
> > wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap,
beritahulah orang
> > yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk,
amalkanlah ilmu itu
> > sebatas yang engkau mampu.
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>






Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke