rasul & syekh mempunyai perbedaan mendasar

rasul menikahi aisyah karena menghormati abu bakar ra. dan hanya aisyah ra. 
yang masih muda belia, selebihnya janda dan dewasa

kalo syekh memang menyukai anak-anak,berencana menikah beberapa anak2 lagi, 
menikah dengan dasar bisnis mencari GM (general manajernya), melalui proses 
seleksi (bukan karena cinta)
bagaimana kalo ternyata dia tidak berhasil menjadi GM yang sukses, akankah dia 
diceraikan ?  

gotholoco <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             --- Pada Kam, 
30/10/08, Arland <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Arland <[EMAIL PROTECTED]>
 
                        Assalamu'alaikum wr. wb.
 
 Ini namanya sdh emosi tenan, ga mengerti apa yang saya maksudkan.
 Tujuannya jelas untuk menghindari keharaman (fitnah) bertemunya antara
 laki-laki (habib) dengan wanita (kakak perempuan saya), mertuanya
 kakak saya yg perempuan, adiknya dsb dsb pokoknya ibu2 yang ada
 dirumah itu.
 =================
 Komentar saya :
 
 Waalaikum salam.
 Hemat saya, yang "keliatan"  emosi  justru  Pak Arland., misalnya dengan jalan 
mengalihkan topik ini menjadi :  topik penghinaan terhadap ulama berikut 
ancaman terhadap penghinaan kepada ulama.
 
 ============================
 
 Terus untuk menjawab komentar gotolocho, saya bukan lagi membahas 
 syekh semarang, saya lagi bicara perilaku Rasulullah SAW dan  seorang
 Habaib dari Jatim yang sangat dekat dengan keluarga kami. Ini bukan
 mencari-cari dalil atau membodoh-bodohi.
 karena tidak ada yang membodohi dan tidak ada yang di bodoh-bodohi
 Justru saya fikir karena ketidak fahaman suatu masalah lah yang
 membuat orang merasa :
 
 (saya kutip) =========Orang pinter agama biasanya mudah saja nyari-2
 dalil "pembenaran" .
 Orang (tua) yang bodoh akhirnya dibodoh-bodohi karena takut dalil.
 (ataukah ada unsur  UANG dibalik dalil ?)
 Lalu kemuliaan diletakan dimana? Ya dibawah dalil,  seakan-akan dalil
 sudah menjadi Tuhan.
 "yang penting ada keterangan dalil" . "saminawaathoina" . Titik.
 ===========
 
 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 Komentar saya :
 
 Oh,  jadi beda ya,  dalam benak saya (munculnya) tulisan Pak Arland,  itu 
berpautan atau berkaitan (untuk meng"counter?") ,  adanya issue hangat, 
mengenai  perilaku Seikh Puji  (secara tidak langsung) yang  "terpuji" .  
 Kalau demikian  sepertinya Pak Arland, juga paham kan letak titik 
perbedaannya,  bahwa apa yang dilakukan Seikh Puji, beda dengan apa yang 
dilakukan oleh Habibnya Pak Arland .  Namun subjek menurut hemat saya  
sepertinya masih "sama dan sebangun".  
 Persoalannya adalah sulit untuk mengetahui atau   MELACAK NIAT seseorang  
apakah seseorang itu  ber- ITIKAD BAIK atau ber- ITIKAD BURUK.
 
 Dalam hukum warisan kolonial,  "itikad kurang baik" bisa juga dihukum,  
contohnya:
 Seseorang yang membeli suatu produk merk tertentu yang sudah mempunyai "brand 
image"  dengan  harga yang sangat miring(murah sekali), padahal  harga barang 
itu dipasaran sangat mahal.
 
 Si orang tersebut bisa dihukum,  karena  mempunyai 'ITIKAD KURANG BAIK,  sudah 
tahu bahwa pasaran harga barang tersebut mahal di pasaran,  ia mau saja membeli 
barang tersebut dengan harga miring(murah sekali).
 Artinya si orang tersebut  menjadi PENADAH  suatu barang yang ilegal (entah 
hasil maling maupun hasil jarahan, namun  'cuek' pura-pura tidak tahu).  Jadi 
kalau  "tertangkap" oleh polisi ia bisa kena pasal hukuman tertentu.
 Mohon maap, saya bukan menggurui, namun  perlu  juga  menjaga  "fitnah" itu  
bukan semata-mata MENGANDALKAN DALIL,   yang patut pula jadi bahan pertimbangan 
adalah  'AZAS KEPATUTAN" .   Kalau  semata-mata mengandalkan  "dalil",   itu 
tadi  sulit kan  melacak  NIAT ATAU ITIKAD  seseorang,  sekalipun  ia  
berpangkat  "habib:" maupun "seikh".
 
 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 
  Karena pada kenyataannya, kakak saya itu bukan orang bodoh, dia malah
 sangat mengerti tentang syariah.
 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 Komentar saya:
 
 Yang bilang kakak anda orang bodoh itu siapa ?  Sepertinya nggak ada loh, 
malah disebut "orang pinter"  he..he.he...
  Jadi  karena Habib itu adalah kakak nya Pak Arland,  hal ini lah menurut 
hemat saya menjadikan  Pak Arland menjadi "emosi".    
 Apakah karena hubungan kekerabatan itu bisa menjadikan orang  terikat 
emosional sehingga luput melihat "kebenaran" yang lebih  mulia dan agung?.
 (he..he..he...  wah ntar ditanya  "kebenaran" menurut  siapa lagi, wah  jadi 
makin panjang diskusinya).
 
 
 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 
   Kesimpulannya : jangan heran kalau ada yang menikah dini, di kampung2
 di jawa, purwakarta, bogor,sukabumi, indramayu dll, Apapun alasan
 mereka; banyak kok anak usia 8-9 tahun dinikahin oleh bapaknya sama
 laki-laki tetangganya, dari dulu juga memang sudah banyak.
 Kalau ga percaya. coba deh iseng2 tanya ke Pembantu Rumah Tangga di
 rumah masing2, rata-rata mereka sdh pernah menikah di kampungnya
 semenjak kecil.
 
 Wassalam,
 Arland - JKT
 
 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 Itu tahun kapan yah, sekarang seh sudah jarang sepertinya.
 
 Wassalam.
 
 
 


              
  
       

---------------------------------
  Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
     
                                       

       
---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai!  
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

Kirim email ke