Jawapos 03/11/08
Indramayu banyak janda, karena banyak kawin muda, lhoo

hrs kita bantu, tuh

2008/11/3 gotholoco <[EMAIL PROTECTED]>

>      --- Pada *Kam, 30/10/08, Arland <[EMAIL PROTECTED]>* menulis:
> Dari: Arland <[EMAIL PROTECTED]>
>
>   Assalamu'alaikum wr. wb.
>
> Ini namanya sdh emosi tenan, ga mengerti apa yang saya maksudkan.
> Tujuannya jelas untuk menghindari keharaman (fitnah) bertemunya antara
> laki-laki (habib) dengan wanita (kakak perempuan saya), mertuanya
> kakak saya yg perempuan, adiknya dsb dsb pokoknya ibu2 yang ada
> dirumah itu.
> =================
> Komentar saya :
>
> Waalaikum salam.
>
> Hemat saya, yang "keliatan"  emosi  justru  Pak Arland., misalnya dengan
> jalan mengalihkan topik ini menjadi :  topik penghinaan terhadap ulama
> berikut ancaman terhadap penghinaan kepada ulama.
>
> ============================
>
> Terus untuk menjawab komentar gotolocho, saya bukan lagi membahas
> syekh semarang, saya lagi bicara perilaku Rasulullah SAW dan seorang
> Habaib dari Jatim yang sangat dekat dengan keluarga kami. Ini bukan
> mencari-cari dalil atau membodoh-bodohi.
> karena tidak ada yang membodohi dan tidak ada yang di bodoh-bodohi
> Justru saya fikir karena ketidak fahaman suatu masalah lah yang
> membuat orang merasa :
>
> (saya kutip) =========Orang pinter agama biasanya mudah saja nyari-2
> dalil "pembenaran" .
> Orang (tua) yang bodoh akhirnya dibodoh-bodohi karena takut dalil.
> (ataukah ada unsur UANG dibalik dalil ?)
> Lalu kemuliaan diletakan dimana? Ya dibawah dalil, seakan-akan dalil
> sudah menjadi Tuhan.
> "yang penting ada keterangan dalil" . "saminawaathoina" . Titik.
> ===========
>
> xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
> Komentar saya :
>
> Oh,  jadi beda ya,  dalam benak saya (munculnya) tulisan Pak Arland,  itu
> berpautan atau berkaitan (untuk meng"counter?") ,  adanya issue hangat,
> mengenai  perilaku Seikh Puji  (secara tidak langsung) yang  "terpuji" .
> Kalau demikian  sepertinya Pak Arland, juga paham kan letak titik
> perbedaannya,  bahwa apa yang dilakukan Seikh Puji, beda dengan apa yang
> dilakukan oleh Habibnya Pak Arland .  Namun subjek menurut hemat saya
> sepertinya masih "sama dan sebangun".
> Persoalannya adalah sulit untuk mengetahui atau   MELACAK NIAT seseorang
> apakah seseorang itu  ber- ITIKAD BAIK atau ber- ITIKAD BURUK.
>
> Dalam hukum warisan kolonial,  "itikad kurang baik" bisa juga dihukum,
> contohnya:
> Seseorang yang membeli suatu produk merk tertentu yang sudah mempunyai
> "brand image"  dengan  harga yang sangat miring(murah sekali), padahal
> harga barang itu dipasaran sangat mahal.
>
> Si orang tersebut bisa dihukum,  karena  mempunyai 'ITIKAD KURANG BAIK,
> sudah tahu bahwa pasaran harga barang tersebut mahal di pasaran,  ia mau
> saja membeli barang tersebut dengan harga miring(murah sekali).
> Artinya si orang tersebut  menjadi PENADAH  suatu barang yang ilegal (entah
> hasil maling maupun hasil jarahan, namun  'cuek' pura-pura tidak tahu).
> Jadi kalau  "tertangkap" oleh polisi ia bisa kena pasal hukuman tertentu.
> Mohon maap, saya bukan menggurui, namun  perlu  juga  menjaga  "fitnah"
> itu  bukan semata-mata MENGANDALKAN DALIL,   yang patut pula jadi bahan
> pertimbangan adalah  'AZAS KEPATUTAN" .   Kalau  semata-mata mengandalkan
> "dalil",   itu tadi  sulit kan  melacak  NIAT ATAU ITIKAD  seseorang,
> sekalipun  ia  berpangkat  "habib:" maupun "seikh".
>
> xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
>
> Karena pada kenyataannya, kakak saya itu bukan orang bodoh, dia malah
> sangat mengerti tentang syariah.
>
> xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
>
> Komentar saya:
>
> Yang bilang kakak anda orang bodoh itu siapa ?  Sepertinya nggak ada loh,
> malah disebut "orang pinter"  he..he.he...
>  Jadi  karena Habib itu adalah kakak nya Pak Arland,  hal ini lah menurut
> hemat saya menjadikan  Pak Arland menjadi "emosi".
> Apakah karena hubungan kekerabatan itu bisa menjadikan orang  terikat
> emosional sehingga luput melihat "kebenaran" yang lebih  mulia dan agung?.
> (he..he..he...  wah ntar ditanya  "kebenaran" menurut  siapa lagi, wah
> jadi makin panjang diskusinya).
>
> xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
>
> Kesimpulannya : jangan heran kalau ada yang menikah dini, di kampung2
> di jawa, purwakarta, bogor,sukabumi, indramayu dll, Apapun alasan
> mereka; banyak kok anak usia 8-9 tahun dinikahin oleh bapaknya sama
> laki-laki tetangganya, dari dulu juga memang sudah banyak.
> Kalau ga percaya. coba deh iseng2 tanya ke Pembantu Rumah Tangga di
> rumah masing2, rata-rata mereka sdh pernah menikah di kampungnya
> semenjak kecil.
>
> Wassalam,
> Arland - JKT
>
> xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
>
> Itu tahun kapan yah, sekarang seh sudah jarang sepertinya.
>
>
> Wassalam.
>
>
>
> ------------------------------
> Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu?
> <http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AgSYJFFQXU6AkI2Gkm1IrTbJRAx.;_ylv=3?qid=20080519070710AAiwLgz>
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
>
> 
>

Kirim email ke