Sekarang ga usah ngomong-ngomong masalah sunnah Rasul atau yang lain. kita berpikir logika dan menggunakan hati nurani saja berdasarkan pengetahuan yang kita dapatkan baik dari hukum negara ini maupun hukum islam.
1. ketika kita melihat pelacuran/prostitusi apa yang ada dalam benak kita???? 2. Ketika kita melihat przinaan bebas di kalangan kawula muda kita bagaimana pikiran kita???? 3. ketika kita melihat perselingkuhan menimpa istri / suami kita bagaimana perasaan kita???? mengapa kita tidak berpikir dengan hal ini???? ________________________________ From: encosid <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, November 4, 2008 9:31:28 AM Subject: Balasan: Re: Bls: [keluarga-islam] Re: Bls: bukti bukti aisyah tidak menikah di usia 9 thn betuuuuuuulll kalo mo ngikuti sunah rasul bukan nikahi perawan tingting apalagi anak2 Ibu Eko <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Jawapos 03/11/08 Indramayu banyak janda, karena banyak kawin muda, lhoo hrs kita bantu, tuh 2008/11/3 gotholoco <[EMAIL PROTECTED] com> --- Pada Kam, 30/10/08, Arland <[EMAIL PROTECTED] co.uk> menulis: Dari: Arland <[EMAIL PROTECTED] co.uk> Assalamu'alaikum wr. wb. Ini namanya sdh emosi tenan, ga mengerti apa yang saya maksudkan. Tujuannya jelas untuk menghindari keharaman (fitnah) bertemunya antara laki-laki (habib) dengan wanita (kakak perempuan saya), mertuanya kakak saya yg perempuan, adiknya dsb dsb pokoknya ibu2 yang ada dirumah itu. ============ ===== Komentar saya : Waalaikum salam. Hemat saya, yang "keliatan" emosi justru Pak Arland., misalnya dengan jalan mengalihkan topik ini menjadi : topik penghinaan terhadap ulama berikut ancaman terhadap penghinaan kepada ulama. ============ ========= ======= Terus untuk menjawab komentar gotolocho, saya bukan lagi membahas syekh semarang, saya lagi bicara perilaku Rasulullah SAW dan seorang Habaib dari Jatim yang sangat dekat dengan keluarga kami. Ini bukan mencari-cari dalil atau membodoh-bodohi. karena tidak ada yang membodohi dan tidak ada yang di bodoh-bodohi Justru saya fikir karena ketidak fahaman suatu masalah lah yang membuat orang merasa : (saya kutip) =========Orang pinter agama biasanya mudah saja nyari-2 dalil "pembenaran" . Orang (tua) yang bodoh akhirnya dibodoh-bodohi karena takut dalil. (ataukah ada unsur UANG dibalik dalil ?) Lalu kemuliaan diletakan dimana? Ya dibawah dalil, seakan-akan dalil sudah menjadi Tuhan. "yang penting ada keterangan dalil" . "saminawaathoina" . Titik. =========== xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxx x Komentar saya : Oh, jadi beda ya, dalam benak saya (munculnya) tulisan Pak Arland, itu berpautan atau berkaitan (untuk meng"counter? ") , adanya issue hangat, mengenai perilaku Seikh Puji (secara tidak langsung) yang "terpuji" . Kalau demikian sepertinya Pak Arland, juga paham kan letak titik perbedaannya, bahwa apa yang dilakukan Seikh Puji, beda dengan apa yang dilakukan oleh Habibnya Pak Arland . Namun subjek menurut hemat saya sepertinya masih "sama dan sebangun". Persoalannya adalah sulit untuk mengetahui atau MELACAK NIAT seseorang apakah seseorang itu ber- ITIKAD BAIK atau ber- ITIKAD BURUK. Dalam hukum warisan kolonial, "itikad kurang baik" bisa juga dihukum, contohnya: Seseorang yang membeli suatu produk merk tertentu yang sudah mempunyai "brand image" dengan harga yang sangat miring(murah sekali), padahal harga barang itu dipasaran sangat mahal. Si orang tersebut bisa dihukum, karena mempunyai 'ITIKAD KURANG BAIK, sudah tahu bahwa pasaran harga barang tersebut mahal di pasaran, ia mau saja membeli barang tersebut dengan harga miring(murah sekali). Artinya si orang tersebut menjadi PENADAH suatu barang yang ilegal (entah hasil maling maupun hasil jarahan, namun 'cuek' pura-pura tidak tahu). Jadi kalau "tertangkap" oleh polisi ia bisa kena pasal hukuman tertentu. Mohon maap, saya bukan menggurui, namun perlu juga menjaga "fitnah" itu bukan semata-mata MENGANDALKAN DALIL, yang patut pula jadi bahan pertimbangan adalah 'AZAS KEPATUTAN" . Kalau semata-mata mengandalkan "dalil", itu tadi sulit kan melacak NIAT ATAU ITIKAD seseorang, sekalipun ia berpangkat "habib:" maupun "seikh". xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxx x Karena pada kenyataannya, kakak saya itu bukan orang bodoh, dia malah sangat mengerti tentang syariah. xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxx Komentar saya: Yang bilang kakak anda orang bodoh itu siapa ? Sepertinya nggak ada loh, malah disebut "orang pinter" he..he.he... Jadi karena Habib itu adalah kakak nya Pak Arland, hal ini lah menurut hemat saya menjadikan Pak Arland menjadi "emosi". Apakah karena hubungan kekerabatan itu bisa menjadikan orang terikat emosional sehingga luput melihat "kebenaran" yang lebih mulia dan agung?. (he..he..he. .. wah ntar ditanya "kebenaran" menurut siapa lagi, wah jadi makin panjang diskusinya). xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxx x Kesimpulannya : jangan heran kalau ada yang menikah dini, di kampung2 di jawa, purwakarta, bogor,sukabumi, indramayu dll, Apapun alasan mereka; banyak kok anak usia 8-9 tahun dinikahin oleh bapaknya sama laki-laki tetangganya, dari dulu juga memang sudah banyak. Kalau ga percaya. coba deh iseng2 tanya ke Pembantu Rumah Tangga di rumah masing2, rata-rata mereka sdh pernah menikah di kampungnya semenjak kecil. Wassalam, Arland - JKT xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxx Itu tahun kapan yah, sekarang seh sudah jarang sepertinya. Wassalam. ________________________________ Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! ________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
