On Thu, May 02, 2002 at 06:26:13PM -0600, Irwan Hadi wrote: > Nah yang namanya ISP pada dasarnya baru akan melakukan peering dengan > ISP lain jika (pengertial peering kalau di USA): > 1. Traffik dari ISP itu (A) dibanding traffik dari ISP lain (B) ke A, > relatif cukup sama *DAN* cukup besar.
sebenarnya lebih ke alasan: sombot (worth) tidak ditinjau dari aspek dagang. mau tidak mau kan jadi musti bangun 'infrastruktur' dsb. > Nah di Indonesia itu pengertian peeringnya diubah, karena maklum kurang > $$$ untuk beli bandwidth ke luar, menjadi agar traffik yang untuk intern > ISP di Indonesia, nggak perlu ke luar negeri dulu. (Ini maklum karena > kita bukan negeri asal internet). nah .. untuk indonesia ini, kalau jadi pakai aturan main macem-macem jadi lucu. alasan di atas sudah jelas: bandwidth BAYAR dan bandwidth GRATIS. simple saja mikirnya gitu. Sekarang kan yang jadi masalahnya, siapa yang mau membangun infrastrukturnya, tetapi tetap bisa main secara fair, tidak suka malak orang dlsb. jadi seandainya ada pihak ketiga yang mau mengerjakan ini, mungkin ada juga bayaran yang harus dikeluarkan, yang jelas tidak semahal beli bandwidth ke luar. Atau, pakai bisnis model 'interkom' dulu yang sempat populer di Indonesia :-) yang mau silakan ambil kawat jemuran dan sambungkan :p sayangnya budaya bisnis kita ini kan, seperti yang dibilang Pak Made adalah budaya preman. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
