On Fri, 3 May 2002, adi wrote: > harus dikeluarkan, yang jelas tidak semahal beli bandwidth ke luar. > Atau, pakai bisnis model 'interkom' dulu yang sempat populer di > Indonesia :-) yang mau silakan ambil kawat jemuran dan sambungkan :p > > sayangnya budaya bisnis kita ini kan, seperti yang dibilang > Pak Made adalah budaya preman.
Terus terang saya mengamati "perjuangan" ISP di Indonesia dg perjuangan DIALix (ISP yg saya pakai di Australia) agak beda. Di Australia era awal DIALix mereka juga menghadapi situasi monopoli leased line. Akses ke Internet terbatas hanya "AARNET" dan Universitas. Tapi tidak membuat mereka menempuh cara "preman". Mungkin memang semangat awalnya yg beda, DIALix ada dan dimulai dg semangat "memberi shell accoaunt siswa/mahasiswa". Hingga akhirnya berkembang jadi ISP. RMS dan saya sempet ikutan acara brunch mereka... seru deh.. Yang jelas nggak pakai marah-marah..he.he. IMW -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
