On Sun, 29 Dec 2002 22:03:51 +0700 adi [A] wrote: > BPK maksudnya bukan 'bapak' he..he..
Ooch sorry :-( BPK dan BPKP agak lumayan kerjaannya terakhir ini, kasus Kimia Farma, Jamsostek, Bahana antara lain mrpkan temuan dari BPK. Cuma anehnya, stl temuan-2x tsb diungkap, pemerintah maupun DPR nyewa lagi Auditor swasta atau asing utk menguji kebenaran temuan itu. Dalam pandagan saya BPKP mrpkan Internal Audit kalau di perusahaan, sementara BPK adalah external auditor, mestinya ya sudah cukup, langsung aja dilimpahkan ke Kejaksaan/Pengadilan. > > Ya deh, APBN defisit perlu dana, sementara negara donor yg dulu-2x > > nggak lagi ngasih, nyari kemana ? Atau mau hidup sederhana aja ? > > karena memang gak cari kali, atau setidaknya tidak mempersiapkan diri > untuk layak diberi bantuan. menurut kwik selalu saja ada kesempatan, > sayangnya dia sendirian yang berkeyakinan seperti itu. tinggal mau > tidak mempersiapkan diri untuk layak diberi bantuan. Kok suaranya nggak kedengaran soal privatisasi ? Juga suaranya J Parapak yg de facto mrpkan foundernya Indosat ya ? > > Ini soal Release and Discharge ? Atau hal lain ? > > maksudnya kalau pusing jangan cari obat panu. ekonomi negara semakin > terpuruk lantaran negara harus meminjam demi menjamin 'bajingan- > bajingan'. kalau tetap dibela-belain meminjam dan menjual aset > strategis, apa itu tidak menyuapin bajingan namanya? wong > kenyataannya mereka sampai sekarang masih lenggang kangkung gitu kok > :-) Keputusana R&D yg termaktub di perjanjian MSAA dilakukan di jamannya Habibie sbg presiden. Apa sebaiknya kita 'ngemplang' saja, tidak mengubris perjanjian tsb ? -- syafril ------- Syafril Hermansyah<syafril-at-dutaint.co.id> -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
