On 11/13/05, I Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > On Sat, 12 Nov 2005, Patriawan, Carlos wrote: > > > Makanya di negeri yang terlalu pemaaf,yang namanya excuse ada dimana2 > > dan public responsility/accountability jadi hilang. > > > > Tapi apa benar masih ada PT yang ngajarin wordstar ? masih pensaran euy. > > Suka tidak suka, di kurikulum ada ketentuan itu. LAngkah pertama, ubah > "otak" yg membuat kurikulum. Ini yg berat. Ngerubah kampus nggak > ngajarin wordstar itu gampang., >
HAHAHAHA :) I like this one. Kalau ini bukan hanya di PT,tapi dimana2 termasuk penguasa yang saya pernah temu langsung dalam hal pertele****** .. Ya gimana ya,sedih melihat bangunanya megah2 dimana,tapi level intelektualitas/otaknya dan wawasanya sama seperti Generasi the 50. Kalau mau IQ Dirubah juga gak bisa,yang bisa cuman hukum alam,nunggu proses regenerasi.Sementara dalam proses penungguan regenereasi atau ganti-iQ,terpaksa tetap belajar wordstar. > Saya ingat waktu diundang jadi tim pengusul kurikulum (masih muda, > idealis, maunya materi yg bagus). Tiba-tiba diprotest para PT kelas > "gurem"... pak.. kalau kurikulum seperti itu, saya nyari pengajar di mana > :-) ini sama saja gantung diri. Apa kita perlu bikin lembaga/kursus pemrograman Embedded Hardware,C dan Java programming non-university-based di luaran kayak di India ? > Saya cuma bisa cengar-cengir, apalagi mereka bilang... lha tuh mahaisswa > pengen lulus jadi sarjana, terus mau jadi salesman aja koq. :-) Iya ini semua lingkaran setan dan jarang ada yang berani menembus atau mendobrak lingkaran setan ini,atau kalau ada yang berani,pasti dapat resistance yang sangat tinggi sampai orang yg mau mendobrak ini,jadi stress berat. > > > Kalau yang ini,jawaban Kanada adalah Tax melalui semacam jaminan Sosial. > > Seperti Jerman, pajak hingga 45% :-) > Persis. Bagaimana om Adi ? Relakah duit gaji anda dipotong setengahnya untuk Pajak ? Carlos -- Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable. Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!
