Asana dina bahasan kebudayaan, teu aya nu namina
"garis demarkasi kultural", apalagi ditambihan "yang
amat jelas". "Garis demarkasi kultural" eta ciptaan
pikiran manehna anu nyebat kanggo menyederhanakan
persoalan nu amat ruwet.  Padahal realitasna di
masyarakat teu sesederhana kitu. Penyederhanaan
sepertos eta menimbulkan pemaksaan.   
Pemisahan dengan kata "demarkasi" oge mengarah ka
pernyataan hideung-bodas: mun Cirebon mesti teu Sunda,
Sunda berarti henteu Cirebon. 
Penyebaran etnis jeung kulturna henteu bisa dibatasi
dengan batas geografis atanapi batas administratif
pemerintahan. Contohna penduduk perbatasan Jawa
Tengah- Jawa Barat, di wilayah pinggiran Jawa Tengah
sebelah barat aya masyarakat Sunda nu sapopoe hirup
dengan cara Sunda. Padahal maranehna penduduk Jawa
Tengah.
Oge di Banten, mayoritas pendudukna sunda keneh, meski
secara administratif mereka teu linggih di Jawa Barat.

Punteun basa Sunda sim kuring makin hancur wae.

Baktos,

Nasir

 

> > > Kekeliruan terbesar para pemikir Sunda adalah
> sering menafikan
> eksistensi
> > sosio-kultural entitas Cirebon tatkala
> membincangkan soal Jawa Barat.
> Mereka
> > kerap lupa, bahwa Jawa Barat tidak cuma dihuni
> masyarakat Sunda. Ada
> > stereotip masyarakat lainnya di Jawa Barat yang
> secara kultural maupun
> > kebahasaan tidak dapat serta merta ditarik ke
> dalam orbit Sunda. Stereotip
> > masyarakat seperti ini ada di Indramayu, Cirebon
> dan sebagian wilayah
> > Majalengka. Masyarakat di daerah-daerah ini lebih
> sering menyebut dirinya
> > sebagai Wong Cerbon ketimbang Urang Sunda.
> > >
> > > Ini sebuah garis 'demarkasi' kultural yang amat
> jelas dan, lebih jauh
> > lagi, sebuah penanda bahwa Wong Cerbon bukanlah
> Urang Sunda. Penanda
> > sederhana namun sesungguhnya memiliki makna yang
> dalam itu kerapkali
> > diabaikan oleh para pemikir atau budayawan Sunda
> tatkala mereka
> membicarakan
> > masalah Jawa Barat. Seolah-olah Jawa Barat adalah
> Sunda seutuhnya dan
> Sunda
> > adalah Jawa Barat seutuhnya. Dalam kaca mata Wong
> Cerbon, pandangan
> seperti
> > itu menyesatkan bahkan, meyakitkan hati. Ada
> sejumlah alasan yang perlu
> > direnungkan oleh para pemikir Sunda, mengapa
> mereka perlu mengakui bahwa
> di
> > Jawa Barat ini ada stereotip masyarakat lengkap
> dengan tata nilainya yang
> > tidak sama dan sebangun dengan stereotip
> masyarakat Sunda.
> > >
> > > Pertama, alasan historis. Literatur-literatur
> kuno yang membahas tentang
> > Cirebon (H J de Graaf, 1982) mendeskripsikan
> Cirebon masa lampau adalah
> > negeri pantai tempat bertemunya berbagai ras di
> dunia untuk urusan-urusan
> > politik, dagang, kebudayaan dan misi-misi
> keagamaan. Orang-orang dari
> Eropa,
> > Timur Tengah, Asia Kecil, Asia Tenggara, Cina dan
> bahkan Afrika Utara
> > berinteraksi satu dengan lainnya di negeri
> Cirebon. Pada perkembangannya,
> > interaksi tersebut dipercaya sebagai pembentuk
> konstruksi sosio-kultural
> > masyarakat Cirebon sekarang. Dengan demikian,
> masyarakat Cirebon sekarang
> > boleh dikatakan hasil 'bentukan' kebudayaan
> berskala mondial, dan bukan
> > hasil 'bentukan' kebudayaan 'pedalaman' yang
> tipikal dimiliki oleh
> > masyarakat Sunda.
> > >
> > > Kedua, alasan kebahasaan. Bahasa masyarakat
> Cirebon bukanlah bahasa
> Sunda,
> > namun juga bukan bahasa Jawa sebagaimana yang
> digunakan oleh masyarakat
> Jawa
> > Tengah atau Jawa Timur. Orang Cirebon memilih
> menyebut bahasanya sebagai
> > bahasa Cerbon. Pelapisan bahasanya pun tidak
> banyak bertingkat-tingkat
> > sebagaimana bahasa Sunda. Pada bahasa Sunda, untuk
> menyebut 'saya'
> digunakan
> > kata abdi, pribados, simkuring, aing, kaula dan
> sebagainya. Tergantung
> > subjek, ruang dan waktu. Pada bahasa Cirebon,
> untuk menyebut 'saya' cuma
> > dikenal isun (untuk kategori kasar) dan kula
> (untuk kategori halus). Ini
> > juga menunjukkan bahwa pelapisan sosial pada
> masyarakat Sunda lebih tinggi
> > ketimbang pelapisan sosial pada masyarakat atau
> Wong Cerbon.
> > >
> > > Ketiga, alasan khasanah seni budaya. Jenis-jenis
> kesenian Cirebon
> bercorak
> > khas serta unik dan sampai batas tertentu bersifat
> 'otonom'. Jenis-jenis
> > kesenian yang umum terdapat di Jawa Barat (wilayah
> Pasundan) dapat pula
> > ditemukan di Cirebon. Namun sebaliknya,
> jenis-jenis kesenian Cirebon akan
> > sulit ditemukan di wilayah-wilayah berbahasa
> Sunda. Keempat, alasan
> sejarah
> > kekuasaan. Cirebon adalah satu-satunya daerah di
> Jawa Barat yang memiliki
> > bangunan-bangunan peninggalan zaman lampau yang
> berwujud keraton-keraton
> > (kesultanan). Ada tiga keraton yang hingga kini
> masih berdiri tegak
> sebagai
> > bukti bahwa di Cirebon masa lalu ada pusat-pusat
> kekuasaan.
> > >
> > > Para peneliti boleh bersilang pendapat soal di
> mana sesungguhnya letak
> > kerajaan Sunda, Padjadjaran, karena memang hingga
> hari ini tidak pernah
> > ditemukan situs-situsnya secara utuh. Namun di
> Cirebon, tak perlu ada
> silang
> > pendapat soal di mana letak pusat kekuasaan
> Cirebon masa lampau. Perlu
> 
=== message truncated ===



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate 
antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke