Deskripsi singkat Upacara Seren Taun Guru Bumi 

Asswrwb

sateuacaana ka Rakean Kala Suta nyuheunkeun widina rehna ieu seratan
ku kuring di "Publish"

Sadu Muhung
pun Sapun ka luluhuran
pun tabe ka handapeunana
menta ditangtung payung
ka hyang rumuhung
nu mancuh di buana nyungcung
menta pangraksa ka hyang ambu
sri rumbiyang jati
nu ngancik dina hujan ngaririncik
bumi suci alam padang
menta pangreksa ka hyang ayah
sang kuwera guru bumi
nu lungguh di halodo heuheuleutan
jagat wiyang kahiyangan
kula deuk nyabla kula deuk meta
seseren tahun nu undur
ku tahun nu panggantian
upacarana "GURU BUMI"
sapulukan sapakprakan
tanda punjung ka karuhun
puja bakti ka hyang suci panganjali
ti putu puyut cangah bao eujeung wareng
sahunyur lembur "Sindang Barang"
titilarna Pajajaran
pun, sapun .....
rahayu suasti astu
nirmala seda malilang
sampura ....  isun ....!
(Anis Djatisunda)

Purwaka
Seren tahun berdasarkan makna kata, berarti serah terima tahun lampau
kepada tahun yang akan datang sebagai penggantinya. Dalam konteks
kehidupan tradisi masyarakat-ladang sunda, sebagai wahana syukuran
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil pertanian yang
dilaksanakannya pada tahun-tahun yang mereka lalui, seraya mengharap
tahun-tahun selanjutnya segalanya akan lebih meningkat. Implementasi
dari rasa syukur tersebut, terhitung semenjak masih jayanya pajajaran,
terbersit berita baik secara oral maupun literer yang mengutarakan
aneka upacara. Pelaksanaannya serempak di wilayah kerajaan terhitung
mulai dari Pakuan sampai ke daerah-daerah kapuunan dan ka-kolotan.
Upacara ini terdiri atas yang bersifat tahunan yang disebut seren
tahun guru bumi berlaku di pakuan dan di tiap wilayah, dan sewindu
sekali yakni upacara seren taun tutug galur atau lajim disebut upacara
kuwera bakhti yang dilaksanakan khusus di Pakuan.

Dari kedua bentuk upacara ini tidak terdapat perbedaan mendasar.
Kalaupun ada, hanya kelengkapan upacaranya termasuk batas waktu dan
tempat pelaksanaannya. Seren taun guru bumi baik di pusat kerajaan
maupun diwilayah-wilayah dilaksanakan 4 hari sebelum bulan purnama dan
berakhir pada hari malamnya bulan purnama pada esoknya tanggal 1,
Mangsa guru , bulan ke-1 kalender pajajaran. Sedangkan Upacara seren
taun tutug galur atau upacara kuwera bakti, dilaksanakan 10 hari,
diawali 10 hari pada bulan mangsa bakti sebelum bulan purnama dan
puncaknya sama yaitu pada hari malamnya bulan purnama, yakni pada esok
harinya tanggal 1 bulan mangsa Guru (awal tahun).

kini upacara seren taun masih ada dan eksis di lingkungan masyaraakat
yang hidup dari pertanian, terutama pada yang masa kinidiberi julukan
masyarakat adat seperti di masyarakat adat Pancer pangawinan
(citorek,urug,ciptagelar,cisungsang, cicarucub,lebak
larang,cisitu,karangpopong,tegal lumbu,cibengkang,
ciusul,dll),masyarakat adat cigugur, masyarakat adat kampung naga,
kampung kuta dll. Sedangkan di lingkungan masyarakat adat baduy,
karena struktur kemasyarakatan-adat tri tangtu di buminya masih dalam
satu lingkungan desa adat/desa kanekes yang disebut teulu
tangtu-cikeusik-cikartawarna-cibeo. Upacara yang mereka gunakan masih
dalam struktur kawalu (tembey, tengah, tutug) dilaksanakan selama 3
bulan sampai terakhirnya upacara muja dan ditutup dengan upacara seba
laksa bagi para guriang dan seba gede ke bupati dan kepada gubernur.
Upacara urang rawayn masih sangat rinci ciri-cirri
arketipnya/kekunoannya, jika dibandingkan dengan yang biasa
dilaksanakan di kampung-kampung adat lainnya. Namun, dalam rentetan
pelaksanaannya selalu sealur dengan upacara-upacara kampung adat
lainnya, terutama di laksanakan oleh masayarakat adat pancer
pangawainan, sebab mesik pancer pangawinan telah terdapat
kelonggaran-kelonggaran tradisi jika dibandingkan dengan tradisi
megalitik masyarakat urang rawayan yang sedikit masih utuh, dalam
pertautan jalinan keadaaatan masih tampak inherent (lekat). Dengan
alasan diantara mereka masih memiliki latar belakang historis sama,
yaitu Rawayan Pajajaran (keturunan warga pajajaran). Bahkan dalam
implementasi upacara-upacara ritual, warga pancer pangawinan selalu
minta petunjuk/persetujuan dati teulu tangtu rawayan., dengan alasan
mereka masih termasuk masyarakat asetik, yakni tapa di mandala. 
Merujuk kepada cerita sesepuh-sesepuh bogor masa silam, tertulis pula
dalam naskah Pantun Bogor "curug Sipada Weruh", zaman masih jayanya
kerajaan pajajaran, menghitung dengan rincian 12 bulan. Jadi dalam
jangka waktu 12 bulan disebutnya satahun. Lamanya bulan tidak
menghitung banyaknya hari, tapi lewat hitungan mulainya bulan purnama
sempurna sampai bulan padam tidak tampakdi langit, juga dari bulan
mulai tampak di langit sampai purnama lagi. Siang hari setelah
malammnya bulan purnama disebutnya po kahiji, dalam hitungan tiap 1
bulan selalu dibagi menjadi dua :
1.Marang kala sirna (dari mulai bulan purnama sampai bulan padam)-
paro peteng/krisna paksa;
2.Marang kala jatra (siang setelah malamnya bulan padam sampai malam
bulan purnama lagi)- paro terang/sukla paksa

Nama-nama bulan pajajaran
bulan kahiji -- mangsa guru -- kapat(sapar)
bulan kadua -- mangsa bumi   -- kalima
bulan katilu -- mangsa ratu -- kanem
bulan kaopat -- mangsa desa  -- kapitu
bulan kalima -- mangsa ngarang -- kawalu
bulan kagenep -- mangsa lilir -- kasalapan
bulan katujuh -- mangsa rarawat -- kasapuluh
bulan kadalapan -- mangsa dadama -- hapit kayu
bulan kasalapan -- mangsa sesela -- hapit lemah
bulan kasapuluh -- mangsa budi -- kasa
bulan kasabelasa -- suda mangsa -- karo
bulan kaduawelas -- mangsa bakti -- katiga

(tilu tungku keukeumbingan, tungku hiji ngeumbing resi, tungku dua
ngembing rama, tungku tilu ngeumbing ratu)
(sumber kenging nyutat ti kang Anis Djatisunda)

cag ach

wassalamwrwb

Pun Yayan

Upacara seren taun guru bumi di kampung budaya sindang barang
kabupaten bogor
www.geocities.com/serentaunsindangbarang
www.serentaunsbr.multiply.com





PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke