(http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/042006/21/0316.htm)

DIAWALI dengan pembacaan dua kalimat syahadat disusul doa *pangrajah*,
sembilan lelaki tampak bergiliran menjinjing *sageugeus* (seikat) untaian
padi yang dibawanya, ke depan *leuit* (semacam saung), khusus untuk
menyimpan padi. Disusul dengan doa *pangrajah*, seorang demi seorang dari
sembilan lelaki tadi, lalu memasukkan *geugeusan* padinya masing-masing
dengan cara melemparkannya ke lubang pintu *leuit*.    *SALAH seorang dari
sembilan "Pupuhu Rundayan" masyarakat adat Ujungjaya di Kec. Ujungjaya Kab.
Sumedang, memasukkan seikat padi ke lubang pintu "leuit" dalam upacara
tradisi Ampih Pare, yang digelar oleh Rurukan masyarakat Adat Ujungjaya di
Desa Ujungjaya, Kamis (20/4).**NURYAMAN/"PR"

Selama prosesi memasukkan kesembilan *geugeus* padi ke dalam
*leuit*berlangsung, sayup-sayup terdengar irama tabuhan kendang,
bonang, dan gong,
mengiringi tiupan seruling lagu *papalayung*.

Prosesi yang disebut upacara *Ampih Pare* lengkap dengan musik dan lagu
seruling khas pengiring upacara itu, Kamis (20/4) digelar dan dipertunjukkan
oleh kelompok masyarakat adat Ujungjaya, di lapangan sepak bola Desa/Kec.
Ujungjaya, Kab. Sumedang.

Usai melaksanakan upacara *Ampih Pare* disusul pembacaan deklarasi dari
tokoh masyarakat adat Ujungjaya, di tempat yang sama, selanjutnya
dilaksanakan pula pengukuhan terhadap dua orang budayawan, yang diangkat
sebagai pemuka adat di Paguyuban Masyarakat Adat Ujungjaya itu. yakni,
Mayjen Tubagus Hasanudin dari Himpunan Masyarakat Adat Indonesia, dan Endang
Karman Wiradisastra yang kini duduk sebagai anggota DPR RI.

Pengukuhan kedua pemuka adat dan paguyuban masyarakat adat Ujungjaya,
kemarin dilakukan langsung oleh Bupati Sumedang H. Don Murdono, S.H., M.Si.,
dalam kapasitas sebagai pemangku adat di Kabupaten Sumedang. Rangkaian acara
tersebut, juga turut disaksikan Ketua DPRD Sumedang sebagai tokoh adat
Sumedang, Taufiq Gunawansyah, S.H., S.I.P., serta sejarawan Nina Lubis.

Setelah panen

Upacara tradisi *Ampih Pare* berikut seni pengiringnya tadi, menurut Ketua *
Rurukan/Pupuhu* Masyarakat Adat Ujungjaya, Dr. Asep Sumaryana, Ir. M.Si.,
dan Camat Kecamatan Ujungjaya, Denny Tanrus, konon merupakan upacara tradisi
yang biasa dilakukan para petani di Kecamatan Ujungjaya, setiap sehabis
panen. "Dulunya, masyarakat petani di kecamatan Ujungjaya rata-rata memiliki
*leuit* yaitu bangunan yang dibuat khusus untuk menyimpan padi hasil
panennya," ujar Denny Tanrus.

Namun, tradisi para petani di kecamatan itu, tutur Asep, lambat laun semakin
menghilang dan kini nyaris punah tergeser oleh berbagai budaya kehidupan
masyarakat yang serba modern.

"*Kapungkur mah, saparantos panen teh, pare sok disarimpen di leuit. Ayeuna
mah bujeng-bujeng dikaleuitkeun heula. Begitu panen oge langsung bae
diarical di sawah keneh ka nu sok ngalider meseran pare*," tutur warga
setempat Karinah.

Namun kebiasaan petani menyimpan padi di *leuit* berikut tradisi upacara *Ampih
Pare* di kecamatan Ujungjaya, itu bukan berarti sekarang sudah punah sama
sekali. Berdasarkan keterangan dari sejumlah tokoh masyarakat, di kecamatan
Ujungjaya, saat ini masih ada sembilan kelompok *rundayan* (keturunan)
masyarakat adat yang masih memelihara kebiasaan serta tradisi leluhurnya.

Kesembilan *rundayan* yang masih mempertahankan dan memelihara tradisi
tersebut, adalah *rundayan* dari keturunan Nata Kusumah, Leber, Ki Kamiasem,
Uyat Sidik, Ces Sumarja, Uyat Kadang, Ranggahaji, Uyut Watang, dan *rundayan
* keturunan dari Wanapraja. Kesembilan *geugeus* padi yang dimasukkan ke
dalam *leuit* dalam upacara adat *Ampih Pare*, Kamis kemarin pun, tak lain
berasal dari sembilan *pupuhu* (orang yang dituakan) sembilan
*rundayan*tadi. (Nuryaman/"PR")***


[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke