PR, Pendidikan, Selasa, 09 Mei 2006

Arahkan Patriotisme pada Kesadaran Membangun
Pendidikan Malaysia Maju pun Karena Semangat Kebangsaan

BANDUNG, (PR).-
Makna patriotisme dan nasionalisme di masa sekarang, harus diarahkan pada 
kesadaran membangun negara dengan menuntut ilmu. Melalui pemahaman inilah, 
negara seperti Malaysia semakin memajukan pendidikan yang dibarengi semangat 
kebangsaan.

Bentuk implementasi nasionalisme dalam pendidikan itu terungkap dalam seminar 
bertajuk "Nasionalisme di Era Milenium III: Masih Ada dan Relevankah?", yang 
diselenggarakan di Gedung JICA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jln. 
Setiabudhi, Kota Bandung, Senin (8/5).

Tampil sebagai pembicara Ahmad Ali bin Seman, M.A. dan Abdul Razaq Ahmad, 
M.Ed., mewakili Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), sementara mewakili UPI 
hadir sebagai pembicara Dr. H. Dadang Supardan, M.Pd. dan Dr. H. Aim 
Abdulkarim, M.Pd.

Ahmad Ali bin Seman mengatakan, di Malaysia, makna patriotisme yang ditanamkan 
ke generasi muda sekarang ini adalah tentang pembinaan sikap untuk pengembangan 
ilmu dan teknologi melalui pendidikan. "Patriotisme bukan untuk melawan 
British, tetapi bagaimana bersaing dalam menuntut ilmu," ujarnya.

Ali mengungkapkan, perkembangan pendidikan di Malaysia telah mencontoh empat 
hal utama yang mendukung kemajuan bangsa Jepang. Pertama, pendidikan harus 
ditunjang oleh pemikiran kreatif dan berani demi keadilan. Karenanya, guru 
sebagai pemeran utama harus banyak membaca sehingga lebih kreatif dalam proses 
belajar.

Hal kedua, menurut Ali, semangat kepahlawanan dan pengorbanan yang diterapkan 
dalam mencipta dan menyelidiki sesuatu agar lebih produktif. Saat ini, 
guru-guru Malaysia pun sedang berkorban meluangkan waktu untuk mempelajari 
bahasa Inggris, karena telah digunakan sebagai bahasa pengantar mata pelajaran 
sains dan matematika.

Hal ketiga, yang harus ditanamkan dalam proses pendidikan adalah pemahaman 
pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam proses produksi. Itu 
diupayakan Malaysia dengan memperbanyak universitas untuk mencetak generasi 
muda sebagai SDM yang berkualitas. Faktor keempat, kesigapan dalam mengatasi 
masalah pendidikan seperti kekurangan guru dan lainnya.

Masih relevan

Sementara itu, Dadang Supardan mengatakan, pemahaman nasionalisme memang harus 
dikaitkan dengan era modernisasi sekarang ini. Selama ini wacana nasionalisme 
sering hanya dikaitkan dengan kemerdekaan, sementara modernitas berkaitan 
dengan pembangunan.

"Nasionalisme masa sekarang harus dipandang sebagai proses membangun cita-cita 
sekarang dan mendatang. Jadi, nasionalisme masih relevan asalkan dengan makna 
yang jangan disempitkan," tuturnya.

Razaq dari UKM pun menyatakan hal senada. Menurut dia, bila nasionalisme hanya 
dijadikan alat politik sebagai suatu bentuk pelarian dari hakikat sebenarnya, 
maka nasionalisme itu tidak dibutuhkan lagi. (A-160)***



=====
Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
[Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]
                
---------------------------------
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone  calls to 30+ countries for just 2ยข/min 
with Yahoo! Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke