Conto jati diri urang sunda mah tiron wae urang "baduy
nu di jero" lain nu ditengah, lain nu di luar. Nu pang
tengahna nu jumlahna 40  jalma nu tos di harewosan ku
Prabu Siliwangi. Urang kudu teger ngigelkeun kasundaan
titinggal karuhun urang sunda. Eta nu di tengah teh
leubeut ku elmu pangaweruh luluhur urang sunda, tos
buktos nepi ka ayeuna da moal bieruk deui.

--- Tirta widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 1579 teh runtuhna Kerajaan Sunda, ngadegna
> Kasultanan Sunda. 
> 
> mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          PR. Wacana.
> Selasa, 20 Juni 2006
> Orang Sunda Mencari Jati Diri
> Oleh ANDREAS BINTORO 
> 
> SETELAH runtuhnya Kerajaan Sunda (1579), orang Sunda
> selalu mengalami keprihatinan sepanjang perjalanan
> sejarah. Sejak itu mereka dirundung malang akibat
> desakan berbagai pengaruh yang silih berganti datang
> dari luar secara fisik dan budaya dalam waktu
> relatif
> singkat (kurang dari satu abad). Karena itu,
> kebudayaan Sunda yang sebelumnya telah mapan,
> mengalami gejolak terus-menerus sehingga bentuk dan
> isinya selalu berubah.
> 
> Demikian besar desakan budaya luar itu sehingga
> beberapa unsur budaya Sunda yang telah mapan
> (bahasa,
> aksara, sastra, agama) terpinggirkan dan kemudian
> digantikan wujud dan perannya oleh unsur-unsur
> budaya
> baru (Edi S. Ekadjati 2004. Kebangkitan Kembali
> Orang
> Sunda: Kasus Paguyuban Pasundan 1913-1918, halaman
> 70,
> Bandung: Kiblat). Paguyuban Pasundan yang resmi
> berdiri pada tanggal 20 Juli 1913 dapat dipandang
> sebagai fondasi kebangkitan kembali orang Sunda itu.
> Mengapa harus bangkit kembali? Apakah semula sudah
> mati atau tidur lelap?
> 
> Pengurus Paguyuban Periode Pertama (20 Juli 1913-22
> Februari 1914) ialah sebagai berikut: Presiden: Mas
> Dayat Hidayat, Sekretaris: Raden Junjunan,
> Bendahara:
> Raden Kusuma Sujana, Komisaris: Mas Iskandar, Karta
> di
> Wiria, Sastra Budaya, Abubakar, Penasihat: Daeng
> Kanduruan Ardiwinata (Edi S.Ekadjati, 2004:83).
> 
> Mereka berpendapat bahwa katertinggalan orang Sunda
> dari kelompok etnis lain seperti: Jawa, Melayu dan
> terlebih lagi Belanda/Eropa ialah karena faktor
> mental
> dan tingkat pendidikan orang Sunda yang tidak
> memperlihatkan kreativitas, dinamika, keuletan,
> keberanian, dan etos kerja yang tinggi. Nilai-nilai
> itulah yang hendak ditingkatkan, dibangkitkan
> kembali
> atau ditanamkan oleh Paguyuban Pasundan.
> 
> Sesungguhnya Paguyuban Pasundan memang didirikan
> untuk
> memperjuangkan kepentingan orang Sunda dan bukan
> untuk
> menyaingi atau melawan Budi Utomo, namun harus
> diakui
> bahwa orang Sunda yang menjadi anggota Budi Utomo
> pada
> akhirnya keluar dan masuk menjadi anggota atau
> pengurus Paguyuban Pasundan setelah Budi Utomo
> kemudian menjadi Jawa sentris atau kejawa-jawaan.
> Seandainya Budi Utomo diganti menjadi Budi Utama
> agaknya kesan Jawanya tidak terlalu terlibat. R. Oto
> Iskandar di Nata ialah tokoh Paguyuban Pasundan yang
> pernah menjadi anggota dan pengurus cabang Budi
> Utomo
> di Banjarnegara, Bandung, dan Pekalongan. Beliau
> beristrikan perempuan Jawa. Untuk membangkitkan
> minat
> akan bahasa Sunda dan agar lebih masuk ke hati, ada
> baiknya alasan resmi pendirian Paguyuban Pasundan
> dikutipkan seluruhnya. Begini bunyinya:
> 
> Doepi noe djadi loeleogoe njata wirehing ngemoetkeun
> bangsa Soenda katjida pisan katilarna tina bab
> kamadjengan koe bangsa sanes, soemawonten koe bangsa
> Djawa mah, noe ti kapoengkoerna oge parantos tebih
> pisan nilarna ka oerang Sunda, dalah koe oerang
> Malajoe tos teu atjan sakoemaha lamina ngoedagna
> kana
> kamadjengan, ajeuna oerang Soenda parantos kenging
> disebatkeun kaselek, tawisna moerid di sakola Doktor
> danget ieu oerang Soendana moeng aja 10, doepi
> oerang
> Melajoe mah soemawonten oerang Djawa mah parantos
> pirang-pirang. Njakitoe deui di sakola-sakola sanes
> oerang Djawa sareng oerang Melajoe henteu kawon
> seurna
> koe oerang Sunda. Anoe ka nagri Walanda mah oerang
> Soenda kenging keneh dibilang, doepi oerang Malajoe
> sok soemawonten noe kiat majar ongkosna, dalah noe
> henteu oge tjek paripaos dibelaan keoli-koeli,
> merloekeun ka nagri Walanda koe soehoed njiar
> kapinteran. Menggah koe emoetan, oepami oerang
> Soenda
> tjitjingna bae, daek-daek ka pajoena hajang njepeng
> padamelan oge hese, kakawonkeun koe bangsa sanes.
> Boektina ajeuna parantos sababaraha hidji oerang
> Djawa
> sareng oerang Melajoe noe njepeng damel di tanah
> Pasoendan, doepi oerang Soenda mah teu aja bae noe
> tiasa djeneng di nagara deungeun (Wirasapoetra,
> 1916):4 dalam Edi S. Ekadjati, 2004:49-50).
> 
> Untuk memberi bobot ilmiah kepada tulisan populer
> ini,
> saya melakukan penelitian singkat di sebuah
> universitas yang tidak berdasarkan agama namun lebih
> ke kemanusiaan yang universal dan Pancasila. Dari
> tiga
> kelas yang berjumlah 94 orang, terdapat 45 orang
> Sunda
> atau 47,8% dari jumlah mahasiswa. Seluruh mahasiswa
> Sunda yang memang bersedia diberi kuesioner untuk
> diisi di rumah mereka masing-masing. Pertanyaan yang
> diajukan dan relevan dengan tulisan ini ialah:
> Apakah
> Saudara sebagai anggota suku/kelompok etnis Sunda
> sekarang ini merasa bangga? Apakah Saudara
> mengetahui
> bahwa ada organisasi bernama Paguyuban Pasundan?
> Bila
> mengetahui, tolong ceritakan tentang: kapan
> didirikannya, siapa pengurusnya yang pertama dan
> yang
> sekarang, apa tujuanya, apa kegiatannya, apa Saudara
> mendukung cita-citanya itu. Bila Saudara mengamati,
> di
> Jawa Barat ternyata sulit atau tidak dapat dijumpai
> jalan yang bernama Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam
> Wuruk. Harap Saudara kemukakan apa sebabnya. Apa
> yang
> Saudara ketahui tentang Pasundan Bubat?
> 
> Bagaimana pendapat Saudara tentang keluhan sementara
> orang Sunda bahwa mereka tertinggal dalam berbagai
> bidang (ekonomi, bisnis, politik, militer, dan
> sebagainya) ?
> 
> Pengolahan data kuesioner menunjukkan hasil sebagai
> berikut: Sejumlah 43 mahasiswa lelaki dan perempuan
> menyatakan bangga sebagai orang Sunda, 2 orang
> mahasiswa menyatakan biasa-biasa saja. Tentang
> keberadaan Paguyuban Pasundan, sejumlah 38 orang
> menyatakan tidak tahu dan hanya 7 orang menyatakan
> tahu. Tentang tidak adanya jalan di Jawa Barat yang
> dinamai Gajah Mada atau Hayam Wuruk dan tentang
> Pasundan Bubat diperoleh jawaban yang sama yaitu 42
> mahasiswa menyatakan tidak tahu dan hanya 3 orang
> menyatakan tahu. Tentang ketertinggalan orang Sunda
> di
> berbagai bidang, jawabannya hampir berimbang, ada 25
> orang mahasiswa menyatakan setuju akan adanya
> kenyataan itu dan 20 orang menyatakan tidak setuju.
> Begitulah beberapa contoh jawaban yang cukup menarik
> untuk dikaji lebih lanjut.
> 
> Mahasiswa bernama MUR: Iya, saya mengetahui
> organisasi
> Paguyuban Pasundan. Paguyuban Pasundan adalah suatu
> kumpulan/himpunan yang bertujuan untuk memelihara,
> melestarikan, dan mengembangkan kesenian dan adat
> kebudayaan Sunda.
> 
> Menurut pendapat saya tidak benar bahwa orang Sunda
> tertinggal dari suku lain dalam berbagai bidang
> karena
> itu dilihat dari kepribadian masing-masing orang.
> Mungkin saja orang Sunda tertinggal dari suku lain
> karena kebudayaan menjadi faktor penghambat.
> 
> Mahasiswa bernama YG: Ya, saya mengetahui ada
> organisasi bernama Paguyuban Pasundan yang merupakan
> organisasi kelompok orang Sunda (perkumpulan orang
> Sunda) yang mempunyai tujuan untuk melestarikan
> kebudayaan Sunda. Sedangkan kapan didirikannya,
> siapa
> pengurusnya dulu yang pertama dan sekarang, apa
> kegiatanya, saya tidak mengetahuinya.
> 
> Menurut pendapat saya, orang Sunda tertinggal dari
> suku lain dalam berbagai bidang karena kebanyakan
> Orang Sunda kurang kebaraniannya, dengan
> kata-katanya
> "Mang Teu Langkung Abdi Mah Ngiringan Wae", sehingga
> orang Sunda kurang untuk melakukan sosialisasi
> dengan
> suku lain, dan kurangnya keberanian untuk
> menunjukkan
> kemampuan dan kelebihannya untuk bisa mendapatkan
> kehidupan yang lebih layak dan baik.
> 
> Kedua mahasiswa MUR dan YG itu perempuan. Berikut
> ini
> ungkapan GS seorang mahasiswa lelaki:
> 
> Paguyuban Pasundan didirikan pada tahun 1913.
> Pertama
> kali oleh orang Sunda. Kegiatannya: Pendidikan
> keagamaan dan kesenian. Tujuannya: 1. Menghasilkan
> tenaga kerja yang murah tapi terdidik. 2.
> Memperdalam
> ilmu dan penyebaran agama Islam. 3. Mempertahankan
> dan
> melestarikan kebudayaan Sunda. Tidak banyak orang
> Sunda yang tertinggal dalam bidang, contoh Sunda
> terkenal dengan bidang keseniannya, di bidang
> ekonomi
> dan pendidikan orang Sunda lumayan maju.
> 
> MKD mahasiswa perempuan:
> 
> Pendapat saya untuk sementara orang Sunda memang
> sedikit tertinggal. Karena orang Sunda kurang ulet,
> kurang rajin. Soalnya mereka kebanyakan gede ka era
> dan mudah putus asa tapi pada dasarya ga semua orang
> Sunda kayak gitu tergantung pada pribadinya
> masing-masing.
> 
> IRA mahasiswa perempuan:
> 
> Ya, tentu saya sering mendengar tentang Paguyuban
> Pasundan, namun untuk hal selebihnya saya kurang
> mengetahuinya. Tetapi sedikitnya saya mengetahui
> beberapa hal mengenai Paguyuban Pasundan. Pengurus
> pertama Paguyuban adalah Bpk. Daeng Kandaruan dan
> sekarang pengurusnya adalah H. Achmad Sape'i.
> Tafsiran
> tentang pendapat para mahasiswa tersebut tentu dapat
> sangat bervariasi. Sayang sekali para mahasiswa
> dalam
> hal ini hanya 3 orang yang mengaku tahu tentang
> Pasundan Bubat dan fakta tidak adanya Jalan Gajah
> Mada
> dan Hayam Wuruk di Jawa Barat tidak memberi
> tanggapan
> yang memadai. Bahkan pengetahuan mereka tentang hal
> itu tidaklah akurat.
> 
> Berdasarkan paparan tersebut di atas, saya menarik
> kesimpulan sementara sebagai berikut: usaha
> Paguyuban
> Pasundan untuk membangkitkan minat terhadap sejarah
> etnis Sunda dan pengetahuan tentang kehidupan
> masyarakat di Tanah Sunda belum memberikan hasil
> seperti yang diharapkan. Akibatnya, pengetahuan
> mahasiswa Sunda tentang budayanya dan sejarahnya
> masih
> sangat minim. Sebagai konsekuensinya ada bahaya
> bahwa
> generasi muda sekarang dan yang akan datang
> berkemungkinan mengulangi kesalahan yang sama dan
> tragedi yang sama (Pasundan Bubat, Dipati Ukur, Ima
> Nagara, penjajahan Belanda).
> 
> Berdasarkan hasil penelitian itu, pengamatan luar
> dan
> wawancara dengan orang Sunda di luar Paguyuban
> Pasundan serta anggota Paguyuban Pasundan, dapatlah
> ditarik kesimpulan bahwa kurangnya daun, manusia
> yang
> bersumber daya dan kegiatan hubungan masyarakat
> menyebabkan Paguyuban Pasundan kurang dikenal. ***
> Penulis, sosiolog tinggal di Bandung.
> =======
>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/20/1101.htm
> 
> =====
> Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
> [Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
>          
> 
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke