Baraya, keur nambahan wacana padungdengan jilbab, mangga nyanggakeun
artikel ti Antara. Sugan we aya mangpaatna.

salam,
mh
=======
Kesaksian Yvonne Ridley di Bekas Gereja Yang Menjadi Mesjid
Oleh Zeynita Gibbons


London (ANTARA News) - Di bekas komplek bangunan Gereja Christian Priory
yang kini menjadi Mesjid Sultan Selim, Yvonne Ridley (48), mantan wartawan
Sunday Express yang pernah menjadi tawanan Taliban, menceritakan kisah
perjalanan rohaninya dan akhirnya memutuskan memeluk Islam.

Pengalaman Yvonne Ridley disampaikan kepada peserta pertemuan silaturahmi
musim gugur Keluarga Islam Indonesia Britania Raya (KIBAR) Gathering yang
digelar di Mesjid Sultan Selim, dekat markas kesebelasan Spurs atau yang
dikenal dengan Totenham Hotspur, selama dua hari Sabtu dan Minggu (4/5)
November. 

KIBAR Gathering yang menjadi ajang silaturahmi dan sekaligus acara halal
bihalal keluarga Islam Indonesia yang berada di Britania Raya dan
Skotlandia itu diikuti sekitar 200 peserta dan dihadiri Dubes RI untuk
Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia, Dr Marty M Natalegawa.

Di bangunan bekas komplek gereja yang masih terdapat mimbar dan jendela
tinggi khas dan besar yang berubah fungsi menjadi tempat ibadah umat
Islam, Yvonne Ridley, yang mengenakan habaya warna hitam dan jelana
panjang serta dipadu blus warna merah hati dilengkapi dengan jilbab modern
yang diikat, berbagi pengalaman menjadi seorang Muslimah.

Bersama dua wanita muallaf lainnya, Bernadette dan Elizabeth, Yvonne
Ridley yang wajahnya selalu terpancar keramahtamahan seorang Muslimah
memutuskan untuk memeluk Islam setelah ia mendalami kitab suci Al-Quran.

Sebagai jurnalis dan aktivis perempuan yang tergabung dalam kelompok
feminis, Yvone berharap akan menemukan perintah-perintah Tuhan yang
memperlakukan wanita sebagai warga kelas dua, yang boleh saja disakiti,
sehingga niqap atau jilbab dapat menutupi luka memar bekas kekerasan dalam
rumah tangga.

Justru Yvonne merasa terkejut bahwa tidak ada satu pun ayat yang
menyatakan tentang hal tersebut. Malah sebaliknya ia menemukan ajaran
luhur bahwa sesungguhnya wanita diletakkan dalam derajat tertinggi di
rumah tangga, ujar Yvonne yang senyuman selalu tersungging di bibirnya. 

"Ternyata Islam memanjakan wanita untuk tak perlu dipaksa bekerja agar
dapat memdidik anak-anaknya, agar terhindar dari minum-minuman keras,
pornografi dan hal-hal lain yang dapat menghambat pertumbuhan remaja
seperti yang tengah dikhawatirkan pemerintah Inggris," ujarnya.

Bahkan ditegaskan di dalam Islam, wanita merupakan tiang negara dan
sesungguhnya syurga berada di bawah telapak kaki ibu, ujar Yvonne yang
kini aktif berdakwah. 

Dalam diskusi yang dipandu Andrew Williams, muallaf yang berganti nama
Waraqah, dua warga Inggris lainnya yang baru kembali kepada fitrah memeluk
Agama Islam berbagi cerita mengenai pengalaman rohaninya sampai memutuskan
pilihan terbesar dalam perjalanan hidup mereka dengan mengucapkan dua
kalimah syahadah. 

Seiring dengan perjalanan waktu, Yvonne berhasil meyakinkan orang-orang
terdekatnya bahwa Islam bukanlah seperti yang digambarkan oleh media. 

Pengalaman ibadah haji

Pengalaman cukup berkesan dari politisi Partai Respect ini, terjadi ketika
dia berkesempatan menunaikan ibadah haji ke Mekkah beberapa waktu yang
lalu. Suatu ketika ia terlambat datang ke Masjidil Haram. 

Mantan wartawan Al Jazeera ini akhirnya berlari menuruni bukit dari tempat
ia menginap. Beberapa ratus meter dari halaman masjid ia bersama puluhan
ribu jamaah lainnya dihambat Askar untuk tak melanjutkan perjalanan ke
Masjidil Haram, dan kekacauan pun terjadi. 

Keluh-kesah dalam beragam bahasa, memerotes keputusan Askar yang tak
memperkenankan mereka menuju halaman utama Masjid, yang memang telah
dipenuhi jutaan ummat manusia yang ingin menunaikan shalat wajib. 

Namun betapa takjubnya ia, ketika suara takbir tanda dimulainya shalat
Ashar, serentak kekisruhan itu pun lambat laun berubah menjadi keheningan.
Masing-masing langsung membentangkan sajadahnya, membentuk barisan baru.
Semua larut mendengarkan sang Imam mengumandangkan ayat-ayat Al-Quran,
dalam satu bahasa. 

Yvonne pun mengambil pelajaran berharga sesungguhnya Allah telah
mengajarkan shalat berjamaah sebagai suatu simbol agar umat tak mudah
terpecah-belah bila ia mengikuti pemimpinnya yang shaleh dan alim. 

Islamphobia

Wanita yang murah senyum itu berjuang membebaskan belenggu Islamophobia
yang melanda dunia Barat melalu tulisan-tulisannya yang cukup berani. Ia
berhasil memaksa petisi agar Blair segera lengser tahun depan, dan
menuntut hengkangnya pasukan Inggris dari tanah-tanah Muslim di Irak dan
Afganistan.

Yvonne juga mengajak warga Indonesia bergabung bersama warga Inggris
lainnya, Muslim maupun non-Muslim secara aktif menuntut dihentikannya
peperangan di berbagai belahan dunia.

Sementara itu Elizabeth (68) mengucapkan syahadah di usianya yang ke-62
tahun, setelah pencariannya yang panjang sampai ia pun pasrah kepada Tuhan
untuk dicarikan pegangan hidup yang sesungguhnya. 

Kedekatannya dengan keluarga Muslim mengantarkannya sebagai umat Islam dan
selalu menyarankan agar sebagai seorang Muslim 'kita' harus terbuka
terhadap warga non-Muslim.

Sementara itu, Bernadette asal Irlandia masuk Islam sejak bertemu dengan
suaminya orang Indonesia di atas kapal pesiar di New Zealand. Setelah
mengucapkan dua kalimah syahadah tantangan dari dalam keluarga dan
teman-temannya cukup membuatnya khawatir. 

Sebaiknya 'kita' harus menjelaskan tentang tata cara hidup 'kita' sebagai
Muslim, dengan demikian mereka akan mengerti mengapa kita menjalankan
ritual, kenapa tidak makan makanan yang diharamkan, katanya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
London, Muslimin Anwar, menilai Yvonne Ridley sebagai motor penggerak
perlawanan terhadap propaganda media Barat yang cenderung bias terhadap
Islam dan para penganutnya. 

Menurut Muslimin Anwar yang tengah menyelesaikan Phd di Brunel University,
kemampuan jurnalistik Yvonne selama menjadi wartawan Sunday Express, BBC,
CNN dan Al Jazeera sangat mencerahkan umat Islam di Eropa, untuk selalu
secara kritis menanggapi setiap berita yang diusung oleh media Barat. 

Dikatakannya umat Islam maupun mereka yang anti perang serta yang ingin
mencari pembandingan segala kebijakan kelompok 'neo-conservative' dengan
kehadiran Yvonne Ridley dapat dijadikan referensi yang tingkat
kesahihannya cukup tinggi.

Sementara itu, Hamiyah Panama, wanita kelahiran Engrekang, Sulsel, yang
bersuamikan muallaf Dominique Bodart asal Belgia mengatakan Yvonne Ridley
mendapatkan hidayah justru dalam situasi sulit dan setelah memeluk Islam
pun dia mendapat banyak tantangan dari keluarga dan kawan-kawannya.

Menurut wanita yang aktif dalam pengajian para muallaf, pelajaran bagi
kita-kita yang Islam sejak lahir yang menganggap agama Islam hal biasa,
sedangkan orang-orang semacam Yvonne, Bernadette dan Elizabeth banyak
tantangan yang mereka hadapi sebelum cahaya Islam datang dan menerangi
hati mereka.

"Harusnya kita patut cemburu karena mereka langsung melaksanakan
kewajiban-kewajiban agama Islam secara serius, dan pengalaman mereka harus
kita jadikan pelajaran bahwa memang Allah itu Maha Kuasa," demikian Miya. 

Acara Kibar Gathering yang digelar setiap musim menjadi ajang silatutahmi
umat Islam Indonesia yang berdomili di Kerajaan Inggris itu digelar acara
diskusi dan telekonference dengan ustad Syamsi Ali, warga Indonesia yang
menjadi Imam Mesjid di New York, mengetengahkan topik "Kembali kepada
fitrah" dengan moderator Muslimin Anwar, Ketua ICMI-London. (*)

Copyright © 2006 ANTARA
7 November 2006 8:34


=====
Lalampahan rewuan mil, cukup dimimitian ku salengkah.


 
____________________________________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited


PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke