nu matak uing ge teu ngarti tah kawijakan perlistrikan teh. lembur
urang apan sakitu melimpahna sumber energi alam, tapi teu bisa
nyukupan listrik keur wargana. sakadar conto di borneo, listrik pareum
reguler unggal minggu. padahal batubara digali unggal poe, naha teu
bisa dipake keur nyieun pembangkit listrik tenaga batubara.

salam,
mh

2008/8/8 Roza Rahmadjasa Mintaredja <[EMAIL PROTECTED]>:
> tuh, geunin kg MH masihan warta,....
> bukti yen sabenerna urg bisa jadi percontohan sa Asia-Pasifik?
> tapi anu lucu,,..bantosan ti LUAR....
> jeung...deuih 'skala kecil' anu mampu ngungkulan 'skala besar'
> malah rahayat leutik anu ngasubsidi pamarentah...
> memang dunya tibalik...
> kumaha tah ketak rengkah polah pamingpin...
> lamun di paroyekkeun teu kaharti keur rahayat leutik...
> da kahartina ku pajabat wungkul...
> tingali conto bupati anu karak tilu taun geus boga imah milyarannnn????
> caaaaape deh kita....
> korupsi lain budaya, tapi mental jalma na, (gan ema?)
> nuhun ka kg MH....sing sering wawarta...uin sok tinggaleun brita...
> rampeeeezzz !
> .......oca tea.....
>
>
> --- On Fri, 8/8/08, agus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: agus <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [kisunda] Re: LISTRIK "made in" SUBANG Euy!
> To: [email protected]
> Date: Friday, August 8, 2008, 5:16 AM
>
> haturnuhun info na.
>
> --- In [email protected], mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Swadaya Listrik Rakyat
>> Masa Depan Sumber Energi Indonesia
>> Tim Liputan KBR68H
>> 07-08-2008
>>
>> Krisis bahan bakar minyak akhir-akhir ini membuat Perusahaan Listrik
>> Negara PLN kesulitan menyediakan listrik. Berbagai sumber energi
>> alternatif pun dicoba. Termasuk memanfaatkan aliran sungai untuk
>> pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Warga salah satu bekas daerah
>> tertinggal di Subang Jawa Barat, justru membangun dan mengelola
>> pembangkit energi mikrohidro. Berikut sekelumit cerita bagaimana warga
>> mengelola secara mandiri pembangkit listrik dan memanfaatkannya
>  untuk
>> kesejahteraan mereka.
>>
>> Micro Hydro
>> Mikrohidro. Foto(c)Ketapang.go.id
>> Baru empat tahun ini sebagian warga desa Cinta Mekar, Kecamatan
>> Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menikmati listrik. Mereka
>> memperolehnya dari pembangkit tenaga mikro hidro atau pembangkit
>> tenaga air kecil. Sudah empat tahun pembangkit ini berdiri,
>> menyalurkan listrik bagi warga bahkan menjualnya pada pemerintah.
>> Pengelolanya adalah Koperasi Mekar Sari.
>>
>> Tenaga air
>> Yani, salah seorang warga desa Cinta Mekar sudah 1,5 tahun lalu
>> menikmati terang benderang lampu listrik. Ia mendapat bantuan
>> pemasangan meteran listrik gratis dari Koperasi Mekar Sari. Biaya
>> pemasangan diambilkan dari keuntungan penjualan listrik hasil
>> pembangkit bertenaga air setempat.
>>
>> Yani: "Alhamdulillah udah ada listrik, ada yang ngasih. Saya
>  kan
> orang
>> nggak punya. Alhamdulillah sama pengurus semua diurusin. Enggak
>> disepelekan. (Kalau dulu sebelum listrik?) Dulu cemen, cemen kaleng.
>> Enak listriklah, cemen mah jauh. Nggak bisa menghapalkan anak-anak.
>> Kalau ini kan terang."
>>
>> Di desa Cinta Mekar listrik adalah hasil upaya mandiri masyarakat. Air
>> Sungai Ciasem dibendung lalu dialirkan ke pembangkit listrik
>> sederhana. Hasilnya listrik yang bisa menerangi rumah sekitar 200an
>> warga. Warga desa operator pembangkit listrik, Yan Sophian.
>>
>> Yan Sophian: "Jadi begini, dulunya desa kami ini desa tertinggal,
> desa
>> IDT. Banyak bantuan pemerintah tidak tepat sasaran atau kurang tepat
>> sasaran. Ada salah satu LSM yaitu PT IBEKA dan PT HIP, mereka punya
>> teknologi. Mereka berinisiatif langsung mengajukan proposal ke salah
>> satu Badan PBB dalam hal ini UNESCAP. Ada respon pada 2003.
>  Kebetulan
>> desa ini mempunyai alam yang strategis, memungkinkan didirikan sebuah
>> pembangkit. Dari itulah kami bersama PT HIP dan PT IBEKA mengelola
>> uang dari Badan PBB itu untuk membangun sebuah pembangkit. Rencananya
>> dan sekarang sudah berjalan, hasil penjualan dari PLN langsung kita
>> distribusikan ke masyarakat, melalui koperasi yang sangat menunjang
>> peningkatan baik ekonomi, pendidikan atau kesehatan. Meningkat secara
>> drastislah. Setelah berjalan empat tahun kami sudah banyak merasakan
>> manfaat itu."
>>
>> Pada saat negara mengalami masalah listrik karena krisis bahan bakar
>> minyak, masyarakat desa Cinta Mekar memanfaatkan air sebagai sumber
>> energi yang terbarukan, tidak habis bahkan gratis. Operator di
>> pembangkit Yan Sophian.
>>
>> Yan Sophian: "Tuhan telah menciptakan air dan negara melindunginya.
>> Air di sini, memang kita tidak
>  membelinya. Kita hanya pinjam saja,
>> membelokkan dari aliran sungai, kita bikin saluran. Ada bak penenang,
>> bak pengendap, langsung kembali ke sungai. Kita tidak ada istilah
>> polusi, karena bahan bakarnya air, awalnya dari sungai dan kembali
>> lagi ke sungai."
>>
>> Sebuah bangunan berukuran 4 x 12 meter meupakan tempat mesin utama
>> pembangkit listrik tenaga mikro hidro di desa Cinta Mekar. Terlihat
>> banyak sekali peralatan, terutama di ruang bagian bawah. Di sana ada
>> turbin penggerak dinamo, ada juga peralatan lain yang mengatur
>> tegangan. Sepertinya sederhana.
>>
>> Yan Sophian: "Ya, betul. Sederhana sekali. Teknologi yang kita
> gunakan
>> adalah hasil teknologi anak bangsa, bukan dari luar negeri atau impor,
>> tidak. Ini hasil anak bangsa kita sendiri, produk Bandung."
>>
>> Air mengalir dari atas melalui dua pipa berdiameter sekitar 50
>>
>  centimeter. Aliran itu menggerakkan turbin dan turbin bisa
>> menggerakkan dinamo atau kumparan yang menghasilkan medan magnit dan
>> aliran listrik. Di ruangan ini juga ada peralatan seperti travo. Travo
>> ini berperan sangat vital.
>>
>> Yan Sophian: "Travo ini untuk menaikkan daya, biar antara PLN dan
> kita
>> konstan. Baik tegangan, frekuensi arus biar sama. Jadi begini, kita
>> menjual full kepada PLN, nanti PLN yang menyalurkan ke masyarakat.
>> Kebetulan pasokan listrik untuk wilayah Jawa Barat Banten sudah
>> kekurangan. Jadi PLN membeli dari pembangkit-pembangkit skala kecil
>> seperti ini. Dan kebetulan di wilayah Kabupaten Subang, pembangkit ini
>> yang paling besar yaitu 120 kilowatt. Dan ini juga proyek percontohan
>> se Asia Pasifik."
>>
>> Menjual listrik
>> Pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Desa Cinta Mekar ini menjadi
>> contoh bagaimana
>  masyarakat bisa mandiri dalam energi. Listrik yang
>> dihasilkan bahkan dijual ke PLN.
>>
>> Setiap bulan, Koperasi Mekar Sari mengantongi antara 2 hingga 4 juta
>> rupiah, hasil menjual listrik ke PLN. Yuyun Yuningsih, salah satu
>> penggerak Koperasi Mekar Sari, menjelaskan hasil penjualan listrik ini
>> bagi masyarakat.
>>
>> Yuyun Yuningsih: "Manfaatnya ya untuk membantu masyarakat yang kurang
>> mampu. Seperti pemasangan KWH, terus ada dana pendidikan, dana
>> kesehatan. Terus untuk simpan pinjam, sama yang satu lagi
>> infrastruktur untuk pembangunan desa. Sekarang sudah terpasang 156 KK,
>> bantuan dari koperasi, untuk pemasangan KWH. Dari segi kesehatan, yang
>> melahirkan, yang sakit, itu ada bantuan dari koperasi, satu KK 100
>> ribu. Alhamdulillah ada peningkatan, di pelosok-pelosok bisa sekarang
>> belajar pakai lampu yang terang. Dulu pakai lampu Cempor. Karena
>  dulu
>> berjauhan, medannya susah berjauhan. Sekarang sudah ada peningkatan
>> walaupun di pelosok sudah terang."
>>
>> Keuntungan selalu ada, meski tergantung musim juga.
>>
>> Yuyun Yuningsih: "Kalau keuntungan tidak tetap setiap bulan. Kalau
>> musim kemarau berkurang. Minimnya musim kemarau paling dua juta per
>> bulan. Tapi hanya 20 persen itu, 20 persen kalau dua juta ya 10 jutaan
>> per bulan. Kalau lagi air banyak musim hujan sekitar empat atau lima
>> juta."
>>
>> Baru separuh
>> Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, energi air
>> di seluruh Indonesia diperkirakan bisa menghasilkan listrik sampai 75
>> gigawatt. Sebesar 10 persen berasal dari pembangkit listrik tenaga
>> mikrohidro. Sayang, potensi sebesar itu baru dimanfaatkan separuhnya.
>>
>> Padahal, energi yang dihasilkan air merupakan sumber energi alternatif
>> di masa
>  depan. Tak butuh bahan bakar apa pun, cukup air. Bahan
>> pembangkit listrik pun bisa memanfaatkan hasil setempat.
>>
>> Bukan itu saja kelebihan pembangkit listrik tenaga air. Menurut Ratna
>> Ariati, Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi
>> Departemen Energi Sumber Daya Mineral, pembangkit listrik tenaga
>> mikrohidro juga ramah lingkungan. Sama sekali tak ada pencemaran, tak
>> membebankan sampah pada bumi.
>>
>> Apalagi teknologi pembangkit jenis ini sudah dikuasai sepenuhnya oleh
>> orang-orang Indonesia. Tak hanya teknologi mikro hidro, melainkan juga
>> teknologi pembangkit yang lebih kecil, yaitu piko hidro.
>>
>> Ratna Ariati: "Yang dikembangkan tidak hanya di sungai-sungai tapi
>> juga di saluran irigasi. Ini bisa dikembangkan. Ini teknologi baru,
>> sudah dikembangkan sejak dua tahun lalu. Jadi bukan mikro hidro, tapi
>> sudah pikohidro, lebih
>  kecil lagi."
>>
>> Ratna Ariati mengklaim, sejauh ini pembangkit listrik baik tenaga
>> mikro hidro mau pun pikohidro di Indonesia sudah menghasilkan listrik
>> sekitar 200 megawatt, atau lebih dari 200 unit pembangkit. Sebagian
>> dikelola masyarakat, listrik yang dihasilkan bisa dijual ke PLN.
>>
>> Ratna Ariati: "Sejak tahun 2002, kita sudah memiliki aturan, yang
>> mewajibakan PLN untuk membeli listrik dari mikrohidro, yang
>> dibangkitkan oleh masyarakat setempat. Nah, dengan begitu, maka
>> pendapatan masyarakat akan kontinyu. Tapi di beberapa daerah lain,
>> tidak saja dipakai untuk ekonomi masyarakat tapi juga untuk memelihara
>> lingkungan. Seperti di Seloliman, Jawa Timur. Masyarakat setempat
>> diajak ikut memelihara lingkungan, sehingga aliran lingkungan itu
>> continue."
>>
>> Pembangkit listrik tenaga air juga berdampak positif bagi masyarakat.
>>
>  Itulah sumber penghasilan baru. PLN juga ikut untung karena membeli
>> listrik dari pembangkit tenaga mikrohidro yang lebih murah.
>>
>> PLN sudah pasang target. Pada 2020 mendatang, 100 persen penduduk
>> Indonesia akan mendapat penerangan listrik. PLN menyebut visi itu
>> 75-100. Artinya pada peringatan HUT kemerdekaan ke 75, 100 persen
>> warga sudah bisa menikmati listrik. Guna mengejar sasaran itu, PLN
>> akan mempercepat pembangunan pembangkit non bahan bakar minyak sebesar
>> 10 ribu megawatt.
>>
>> Sumber energi air, jelas pantas dipertimbangkan.
>>
>> citation:
> http://www.ranesi.nl/arsipaktua/lingkungan_hidup/swadaya_listrik_rakyat
>>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> 

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke