Jigana mah kitu mang, ari rek dibenerkeun jadi salah engke maklum bae atuh da eta teh asalana ti cina, dicarikeun ku bule diterjemahkeun ka basa indonesia, puguh-puguh munding jadi sapi, nu kitu tea meureun anu miss kokom teh, Mang!
keun baelah, leuwih moal ditektek, pondok moal disambung, estuning kitu ayana. Numpakan sapi, abong lamun teu ajrut-ajrutan.... tapi ari numpak munding mah enjoy bae, kecuali lamun mudun kudu buru-buru diukna malik katukang.., nyangharepan bujurna.. bedul teh.... (sanes kitu pangalamanana, Mang?) wasslam, dudi_ss ----- Original Message ----- From: mh To: [email protected] Sent: Saturday, September 27, 2008 11:04 PM Subject: Re: [kisunda] Budak angon tea ari eta teh sapi atawa munding, jiga-jiga munding. asa can kawenehan manggih budak angon tumpak sapi bari niup suling. bejana sapi mah diudag-udag ku budak angon bari naek kuda, bari ngalungkeun laso. salam, mh 2008/9/27 dudi_ss <[EMAIL PROTECTED]>: > > Mugia janten aspirasi > > Kenging ngagunting (crop) tina buku SQ -na Danah Zohar terbitan > Mizan, saurna ieu teh pemahaman Zen mengenai pencerahan anu nganggo kiasan > "budak angon" > > ________________________________ > Manusia mencari sapi (dirinya yang sejati) > ________________________________ > Manusia menemuka jejak kaki sapi (dia memahami ajaran mengenai kehidupan dan > diri) > ________________________________ > Manusia melihat sapi (dia telah mengulang pengalaman penyatuannya dengan > sumber eksistensi) > ________________________________ > Manusia (dia) menangkap sapi, namun menyadari bahwa jika dia ingin sapi itu > menyerah kepadanya, dia harus melatihnya. > ________________________________ > Manusia menjinakan sapi (dia melatih pikirannya sendiri) . Dan mengendalikan > nafsunya juga. > ________________________________ > Manusia (dia) menunggangi sapi itu pulang (dia membawa pengalaman > penyatuannya dengan sumber itu kedalam kehidupan sehari-hari). > ________________________________ > Sapi menhilang karena manusi itu memahami bahwa setipa perwujudan realitas, > termasuk jalan yang telah dilaluinya, tidak permanen dan dapat dilintasi. > ________________________________ > Semuanya lenyap: baik sapi maupun dirinya yang melihat sapi itu telah > dilintasi. > Camuk, tali, orang dan sapi, semua menyatu dalam ketiadaan. > Langit ini begitu luas sehingga tidak ada pesan yang dapat menodainya. > Berapa banyak kepingan salju yang bertahan dalam kobaran api? > Inilah jejak kaki para patriark > ________________________________ > Manusia mulai mengetahui tentang kekuatan kosmik dalam penciptaan dan > kehancuran dari suatu titik diluar semua ini, namun dia belum juga mampu > menyampaikannya dengan mudah pada tingkatan sehari-hari. Dia adalah "si > tolol di bukit" yang sedikit dibayang-banyangi visinya sendiri. > ________________________________ > Manusia, yang kini menjadi guru, kembali ke pasar. Aku tidak mencari > apa-apa, aku menjalani kehidupan yang biasa, namun segala yang kulihat > mengalami pencerahan. > > ________________________________ >
