kg roche, kudu tarapti lan ati2, make eta kecap..
ah eta mah promosi gub jg wagub jabar atuh...
kaHADE ah...!
he33x!
....oca tea...

--- On Sat, 10/11/08, agus rohaendi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: agus rohaendi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Si Kuya teh Urang Sunda Re: [kisunda] BATU KUYA Dipaok Euy!
To: [email protected]
Date: Saturday, October 11, 2008, 7:59 PM









sungguh nakal ADE-ADE kita yah,...

masa,.. berani2nya meng-gADE kan batu nu sakitu guADE buanget?

kADE,.. situs lainya yg hADE ,bisi sanasib,... 
pami bADE, tiayeuna jaga 
mun aya deui nu bADE maok,... urang kADEk weh!!!

kitu, cenah sADErek kisunda,.....



--- On Sun, 10/12/08, Tirta widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Tirta widjaja <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Si Kuya teh Urang Sunda Re: [kisunda] BATU KUYA Dipaok Euy!
To: [email protected]
Date: Sunday, October 12, 2008, 6:37 AM







    
            
Batu Kuya aya di Palabuan Tanjung Priuk di Pasuahaan Ekspedisi keur nungguan  
nu rek meuli, tapi diarantep ieu teh kumaha nya?
 
SAHA nu TERLIBAT???
 
ADE RAHMAWATI pangusaha marmer ti Sukabumi.... .sah, legal cenah mindahkeun 
Batu Kuya sabab meuli ti JARO ADE, a local leader who serves on the BOGOR 
REGENCY COUNCIL.
 
ADE wani meuli ka ADE kulantaran geus legal cenah geus aya ijin ti DINAS 
PERTAMBANGAN! !!
 
JADI KALAKUAN IEU TEH KU URANG SUNDA!!!!!
1. Neng ADE RAHMAWATI  ....pangusaha batu/marmer Sukabumi
2. JARO ADE......... ......... ......... ...pamingpin (????) gawe di DPRD 
Kabupaten BOGOR
3. DINAS PERTAMBANGAN. ..Kepala Dinas sabab ngaluarkeun ijin.
 
JELAS PAN......
JELAS TEU JELAS ACTIONNA!!!? ???
 
cag ah
Jalak Pakwan
 




----- Original Message ----
From: Agus Pakusarakan <prabu_siliwangi@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] .com
Sent: Tuesday, October 7, 2008 20:25:26
Subject: Re: [kisunda] BATU KUYA Dipaok Euy!







batu kuya lengit di hutan lindung
aneh euy.. hutang lindung lain sok dijaga ku perhutani

nya udang we yuk ka perhutani..


--- On Sat, 9/27/08, mh <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: mh <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [kisunda] BATU KUYA Dipaok Euy!
To: "kisunda" <[EMAIL PROTECTED] .com>, baraya_sunda@ yahoogroups. com, [EMAIL 
PROTECTED] ups.com
Date: Saturday, September 27, 2008, 9:55 AM




Print Send Close
Situs Purbakala Batu Kuya Hilang
dok KSB
Situs Batu Kuya diangkut menggunakan kontainer dari tempatnya di
kawasan Hutan Lindung Haur Bentes, Kabupaten Bogor, dan melintas di
Desa Pasir Madang, Selasa (23/9). Situs seberat 6 ton ini diameternya
3 meter dan tinggi sekitar 4 meter.
Sabtu, 27 September 2008 | 03:00 WIB

Bogor, Kompas - Sebuah batu purbakala peninggalan Kerajaan
Tarumanegara seberat 6 ton "hilang" dari lokasi situsnya di hutan
lindung Haur Bentes, Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat. Batu yang dikenal masyarakat dengan nama "Batu
Kuya" itu diangkut menggunakan kontainer.

Dinamakan Batu Kuya karena batu raksasa tersebut bentuknya mirip
kura-kura atau dalam bahasa Sunda disebut "kuya". Batu tersebut
berdiameter sekitar 3 meter dan tinggi sekitar 4 meter. Pada bagian
ujungnya terdapat benjolan seperti kepala kura-kura.

Hilangnya situs
 peninggalan abad IV atau ke V tersebut terlambat
diketahui aparat setempat. Namun, saat pemindahan batu situs tersebut
dengan menggunakan alat-alat berat dan diangkut truk tronton, Selasa
(23/9), banyak anggota masyarakat yang melihatnya.

"Begitu mendapat laporan dari masyarakat, Kamis (25/9), kami langsung
ke lokasi, namun truk tronton sudah tidak ada. Kami kejar ke Kecamatan
Leuwiliang juga sudah tidak ada. Kami mendengar truk tronton tersebut
sudah ada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan batu situs akan
dikirim ke luar negeri," kata Kepala Bidang Budaya, Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Kabupaten Bogor Boy Gyawarman di Bogor, Jumat (26/9).

Menurut Gyawarman, hilangnya situs batu kuya dari tempatnya sudah
dilaporkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Kabupaten
Serang, yang mengawasi kelestarian situs-situs sejarah/purbakala di
Jawa Barat dan Banten. Laporan serupa juga disampaikan ke
 Direktorat
Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

"Menurut pejabat di direktorat itu, dipastikan situs batu purbakala
ini masih berada di Indonesia," katanya.

Gyawarman menambahkan, pihaknya memang sudah mencatat keberadaan situs
purbakala di hutan lindung Haur Bentes, Kecamatan Sukajaya. Ada
beberapa situs di kawasan hutan lindung tersebut yang berada di
permukaan tanah.

"Namun, identifikasi dan deskripsi terhadap situs-situs yang ada belum
dilakukan karena anggaran yang sangat terbatas," ujarnya.

Meski demikian, situs tersebut kemungkinan besar peninggalan Kerajaan
Tarumanegara, yang merupakan kerajaan tertua di Nusantara. Kerajaan
Hindu yang didirikan Rajadirajaguru Jayasingawarman tahun 358 Masehi
ini meninggalkan tujuh prasasti yang tersebar di Bogor dan Jakarta.

Dibuat jalan

Sejumlah anggota masyarakat yang menyaksikan pemindahan batu tersebut
mengatakan,
 alat-alat berat dikerahkan untuk mengangkut batu situs
tersebut. Untuk menuju lokasi situs di kawasan hutan lindung Haur
Bentes juga dibuat jalan selebar 3 sampai 4 meter.

Ukat Sukatma, tokoh adat Sindang Barang dan pemerhati situs-situs di
Bogor, mengatakan terkejut ketika melihat truk tronton mengangkut batu
situs. Apalagi ketika melihat "kepala kuya" atau kurang-kura dipotong
untuk memudahkan pengangkutan. "Namun, saya tidak bisa berbuat
apa-apa," ujarnya.

Di sekitar kawasan hutan lindung tersebut juga terdapat situs-situs
lainnya, seperti yang berbentuk buaya dan orang. Namun, semua situs
tersebut dibiarkan telantar. (RTS)

rts

Dapatkan artikel ini di URL:
http://entertainmen t.kompas. com/read/ xml/2008/ 09/27/0044296/ 
situs.purbakala. batu.kuya.
 hilang



        New Email names for you!  

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.

Hurry before someone else does!
      


         
        
        


      




      

Kirim email ke