Ke ah mairan nu ieu mah, rada hese mairan ari dina hape mah, teu laluasa :D
Ke sugan aya waktu, deuk maluruh hadits2 nu disebutkeun ku kang zen Sent from MobilePhone® -----Original Message----- From: Mohammad zen <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 20 Jul 2010 06:04:50 To: <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [kisunda] Ahlulbait siapa (Ali, Fatimah , Hasan HUsein) bag I --Kang JB Siapakah Ahlulbait (Tinjauan surat Al-ahzab 33) Bagian I Pendahuluan Ahlulbait secara harfiah mengandung arti ahli rumah, atau keluarga. Atau famili. Akan tetapi Ahlulbait yang terdapat di dalam Al-Quran Al-Ahzab 33 mengandung makna khusus yang menyisyaratkan kepada orang-orang yang suci dan orang-orang yang terjaga dari , dosa. Bebeberapa pendapat mengenai ahlulbait ini, dari yang pling lemah sampai yang paling kuat. Diantaranya ada yang berpendapat bahwa Ahlulbait nabi adalah istri-istri nabi saja, dengan dalih dihubungan dengan kalimat sebelumnya dalam ayat tersebut, ada juga yang berpendapat Ahlulbait adalah Ahli Kisa yang didalamnya terdapat Imam Ali as, Sayyidah Fatimah as, Hasan as, dan Husein as. Di dalam makalah singkat ini kita coba meneliti dari berbagai tafsir yang ada untuk menjelaskan hakikat ahlulbait tersebut. Ahlulbait di dalam ayat Al-Ahzab 33: وَ قَرْنَ في بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجاهِلِيَّةِ الْأُولى وَ أَقِمْنَ الصَّلاةَ وَ آتينَ الزَّكاةَ وَ أَطِعْنَ اللهَ وَ رَسُولَهُ- إِنَّما يُريدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَ يُطَهِّرَكُمْ تَطْهيراً dan hendaklah kamu menetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya. Dalil : A. Kajian AL-Quran 1. Ayat diatas sekilas terlihat mukhatabnya (orang yang diajak bicaranya) nya satu arah saja yaitu tentang istri-istri nabi, tetapikalau kita terliti lebih dalam lagi kita bisa melihat Jauh perbedaan antara baris pertama dengan baris kedua. Coba perhatikan dhamir (kata ganti) untuk istri2 nabi disebutkan Kunna yaitu kata ganti untuk perempuan banyak. وَ قَرْنَ فيبُيُوتِكُنَّ Tetapi baris kedua menggunakan dhamir mukhatabnya KUM عَنْكُمُ kata ganti untuk jamak laki-laki termasuk bisa didalamnya perempuan. Dari kedua dhamir tersebut terjadi perbedaan mukhatab diantara kedua dhamir tersebut , sehingga meniscayakan adanya dua permasalahan walaupun dalam satu ayat. 2. potongan ayat bagian pertama: dan hendaklah kamu menetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasul-Nya ayat ini menyatakan Bahwa Allah Memerintahkan kepada Istri-istri nabi untuk tidak bertingkah seperti prilaku jahiliah dan perintah shalat , zakat dan ketaatan kepada Allah dan rasulnya. Bagian kedua: Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya. Ayat ini mukhatabnya berbeda yaitu Ahlulbait yang dimaksud adalah yang suci sebagai contoh bagi kita semua manusia termasuk sebagai contoh bagi istri-istri nabi untuk mengikuti ahlulbait nabi. Disana dikatakan ‘an rizsa bukan min dimaksudkan bahwa Ahlulbait memang belum terkena najis, kalau min dimungkinkan sudah ternena najis. Dan memuat juga makna penekakan bahwa Mereka itu Suci sesuci-suci nya artinya Maksum. 2. Mengenai masalah ayat baris sebelumnya atau bahkan ayat sesudahnya yang mengenai istri nabi , hal ini tidak bermasalah disisipi dengan Ahlulbait yang bukan mukhatab keduanya, hal seperti ini banyak sekali di dalam Al-Quran, dan hal ini tidak bertentangan dengan qaidah Baligh (dalam balaghah) . dan bentuk seperti ini dinamakan i’tiradh .misal : Surat Yusuf 28-29 فَلَمَّا رَأى قَميصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظيمٌ 28-Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, ia berkata, “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu (kaum wanita), sesungguhnya tipu dayamu adalah besar. يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هذاوَ اسْتَغْفِري لِذَنْبِكِ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخاطِئينَ 29- Hai Yusuf, berpalinglah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamusesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.” Hai Yusuf , berpaling dari ini , merupakan mu’taridhah atau ada diantara dua mukhatab ayat sebelumnya dan baris setelahnya. 3. Kata إِنَّما يُريدُ اللهُ لِيُذْهِبَ menggunakan fi’il Mudhare dan hal ini meniscayakan bahwa Allah menjaga Ahlulbait sampai masa yang akan datang. Ditak mungkin Allah menjaga dan membersih kan sesuatu kalau sesuatunya tak ada, oleh sebab itu dengan memahami fiil mudhare ini kita bisa memaham bahwa sebuah keniscayaan bahwa Ahlulbait itu ada sampai dimana Alquan ada di dunia ini yakni sampai akhir zaman selalu ada ahlulbait yang dijaga dan dibersihkan oleh Allah B. Kajian Riwayat sebagai Asbabunnuzulnya Ayat tersebut: Banyak sekali Ulama suni yang menulis riwayat ini bahwa Ayat At-Tathir itu khusus diperuntukkan untuk ahli kisa diantaranya : Imam ali as, Sayyidah Fatimah as, Hasan as, Husein as. Dan hadits ini merupakan Mutawatir. Diambil dari A. Ummu Salamah melalui : 1. Al-atha ibn Yasar, Al-Hakim An-nisyaburi dalam Mustadrak ala shahihain[1] mengeluarkan haditsnya: 1. ((حدثنا ابو بكر أحمد بن سلمان الفقيه، وأبو العباس محمد بن يعقوب قالا: حدثنا الحسن بن مكرم البزار، حدثنا عثمان بن عمر حدثنا عبد الرحمن بن عبد الله بن دينار عن شريك بن أبي نمر، عن عطاء بن يسار عن أم سلمة قالت: في بيتي نزلت (إِنَّما يُريدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ)قالت: فأرسل رسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم) إلى علي وفاطمة والحسن والحسين فقال: هؤلاء أهل بيتي)). Berkata kepadaku Abu bakar Ahmad ibn Salman Alfaqih, dan Abu Al-‘Abas Muhammad ibn Ya’qub berkata : berkata Al-Hasan ibn Mukrim Albazzar, berkata kepada kami Utsman ibn Umar , berkata kepada kami Abdullah Arrahman ibn Abdullah ibn Dinar dari Syarik ibn Abi namir, dari ‘Atha ibn Yasar dari Ummu salamah berkata di rumahku (ummu salamah , turun ayat : Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait. , berkata dia (ummu Salamah ): kemudian Rasulullah saww menunjuk Ali , Fathimah, al-hasan dan Al-Husein , dan berkata : mereka inilah Ahlulbaitku. 2. Syahr ibn Hausyab Yang mengeluarkannya haditsnya At-Tabrani dalam Mu’jam Al-Kabir[2] ((حدثنا الحسين بن إسحاق، حدثنا يحيى الحماني، حدثنا أبو إسرائيل، عن زبيد عن شهر بن حوشب، عن أم سلمة: أن الآية نـزلت في بيتها (إِنَّما يُريدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهيراً)ورسول الله (صلى الله عليه وآله وسلم) وعلي وفاطمة والحسن والحسين فأخذ عباءة فجللهم بها ثم قال: اللهم هؤلاء أهل بيتي فأذهب عنهم الرجس وطهرهم تطهيرا فقلت وأنا عند عتبة الباب: يا رسول الله وأنا معهم؟ قال: إنك بخير وإلى خير)). Berkata kepada kami Al-Husein ibn Ishaq, berkata kepada kami Yahya Alhamani, berkata kepada kami Abu Israil, dari Zabir dari Syar HAusyab dari Ummu Salamah, sesungguhnya ayat ini turun di rumahnya (Ummu Salamah ) :Sesungguhnya Allahbermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya.Kemudian Rasulullah saww mengambil Jubahnya dan menyelimuti Ali , Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husein , kemudian Rasul bersada : YA Allah merekalah Ahlulbaitku , jauhkanlah dari mereka segala kekotoran dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya. Ketika itu saya (Ummu salamah ) sedang di ambang pintu dan berkata : YA rasulullah apakah saya juga bersamamu ? , berkata rasulullah saww.: (tidak) tapi engkau adalah orang baik menuju kebaikan. Tabari dengan riwayat ini mengeluarkan juga di dalam tafsirnya[3], dan ibn Asakir dalam Tarikh Damisk[4] 3. Abu Laila Yang mengeluarkannya Ahmad ibn Hanbal dalam Musnadnya[5] serupa dengan hadits diatas 4. Al-Hakim ibn Sa’ad Ang mengeluarkannya At-Tabrani di dalam Mu’jam Kabirnya[6] Dan masih banyak lagi yang meriwatkan hadits tersebut yang berujung pada Ummu Salamah B. Sa’ad ibn Abi Waqash Yang dikeluarkan oleh An-Nasai dalam As-sunan Al-Kubra[7]. Dan Juga Oleh Ahkim An-Nisyaburi dalam Mustadrak ala shahihain[8]dan masih banyak yang lainnya. Hadis yang meriwayatkan Ahlulbait tersebut sudah mencapai tingkat mutawatir di dalam kitab2 Suni apalagi di dalam kitab-kitab Syiah. Zen bagian kaduana menyusul (mengenai kedheifan hadits mengenai istri2 nabi) ________________________________ [1] Al-Mustadrak ala shahihain 3/158 hadits ke-4705 [2] Al-Mu’jam Al-Kabir 23/333 [3] Tafsir Thabari 6/22 [4] Tarikh Damisyk 13/203-204 [5] Musnad ibn Handab 2/292, no-26551 [6] Al-Mu’jam AlKAbir 23/327 [7] As-Sunan Al-Kubra 5/107 no-8399 [8] Al-Mustadrak ala Shahihain 3/117 no 4575 ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
