Senin, 23/02/2009 08:59 WIB
Caringin Tilu, Tempat Eksotis di Bandung Timur
 *Rivki* - detikBandung



* *
<http://us.openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a1bc0c6d&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE>
*Bandung* - Lembang, Dago Pakar, dan kawasan Setiabudi adalah tempat di
sebelah Utara yang  biasa dijadikan titik untuk melihat Kota Bandung dari
ketinggian. Tapi bagaimana rasanya melihat kota yang dijuluki Paris Van
Java itu di ketinggian Timur.

Sebaiknya anda mencoba dataran tinggi yang satu ini. Rasanya tempat ini
wajib anda jajali untuk melepas penat bersama kerabat, keluarga, atau pun
pasangan.

Yup, dataran tinggi di Timur Bandung itu berada di kawasan kecamatan
Cimenyan, sekitar 5 KM dari Saung Angklung Mang Udjo, Jalan Padasuka.
Berbagai kafe dengan pemandangan eksotik siap memanjakan anda. Rasa penat
setelah beraktivitas akan sirna setelah mengetahui harga yang ditawarkan
kafe di sana sangat ekonomis.

Sebut saja Dapur Caringin Tilu atau yang biasa disebut oleh pengunjung 'Kafe
Bata Merah'. Dipanggil seperti itu karena  kafe itu terbuat dari batu bata
merah. Kafe yang berdiri sejak 2006 itu menjajakan cemilan seperti mie, roti
bakar, pisang bakar atau pisang goreng.

"Harga di kafe ini berkisar dari Rp 5 ribu sampai  Rp 20 ribu,"  kata staff
kafe Dapur Caringin Tilu, Wawan.

Kafe Bata Merah berdiri di atas lahan 700 meter persegi. Di kafe itu Anda
bisa melihat lampu Kota Bandung kala malam dari setiap gazebo-nya.

"Kebanyakan pengunjung di sini adalah pemuda dan ramai di akhir pekan.
Biasanya pengunjung datang ke tempat ini untuk melihat pemandangan kota
Bandung sambil bersantai di gazebo yang kami sediakan," ucap Wawan.

Bukan kaum muda saja yang mengunjungi kafe itu. Kafe Bata Merah kerap
diserbu ibu muda yang membawa anak kecil pada hari minggu. "Setiap hari
Minggu, kita menyelenggarakan senam aerobik pada jam 08.00- 09.00 WIB,"
tambah Wawan.

Rasanya kurang kalau hanya mengunjungi satu kafe saja, di kawasan Cimenyan
ini. Terletak sekitar 5 Kilometer dari kafe Dapur Caringin Tilu, terdapat
kafe yang sama-sama menawarkan pemandangan indah kota Bandung, dan bernama
Warung Cidaweung.

Kafe yang terletak di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut ini,
menawarkan cemilan dan minuman untuk menemani pengunjung sambil bersantai
dan menikmati indahnya kota Bandung dari ketinggian.

"Warung Cidaweung artinya adalah, warung untuk melamun sambil menikmati
pemandangan kota Bandung dan nikmatnya merasakan buaian angin segar," terang
pemilik Warung Cidaweung, Acih.

Cemilan seperti mie, gorengan dan makanan berat seperti nasi timbel semakin
menambah nikmatnya melamun sambil mendengar alunan nada daun-daun bergoyang,
yang berasal dari hutan pinus yang terletak tak jauh Warung Cidaweung ini.

Sama seperti Dapur Caringin Tilu, kafe yang berdiri dari tahun 1999 ini juga
menawarkan harga yang 'manusiawi'. "Harga untuk makan dan cemilan berkisar
dari Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu. Untuk minuman berkisar dari Rp 2 ribu
hingga 10 ribu, "tandas Acih sambil mengencangkan jaketnya karena udara
semakin dingin.

Langit terlihat semakin gelap pertanda malam akan datang. Lampu-lampu di
kota Bandung nampak menyala seakan membentuk garis lurus. Bintang-bintang di
angkasa pun terlihat mulai menampakkan diri.  Hmm.. luar biasa.

*(ern/ern)*

web:
http://us.bandung.detik.com/read/2009/02/23/085938/1088854/668/caringin-tilu-tempat-eksotis-di-bandung-timur

2010/8/2 mh <[email protected]>

Wisata Caringin Tilu
> Kian Diburu, Kian Bergincu
>
> *Mun ti Bandung ka palih kaler
> aya tempat anu endah pisan
> nu kiwari jadi pangjugjugan
> didinya pisan cinta urang
> Caringin Tilu ayeuna geus rame pisan
> Caringin Tilu baheula mah tiiseun pisan*
>
>
>
>

Kirim email ke