ciiiikkkk atuh Abah.... meni unggal ngaregot ngabayangkeun 'podol careuh'
heuheuheu





________________________________
From: mh <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]>
Sent: Fri, August 6, 2010 10:43:23 PM
Subject: [kisunda] Re: KOPI "podol" Careuh?

  
Kopi Luwak Arabika Rp 9 Juta Per Kg 
Jumat, 6 Agustus 2010 | 11:44 WIB
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Pemasaran kopi luwak  robusta Lampung yang saat 
ini 
volumenya masih kecil perlu penetrasi  pasar sehingga kopi hasil fermentasi itu 
bisa dikenal luas, baik di  dalam maupun luar negeri.

"Promosi untuk mencari konsumen,  terutama di luar negeri, harus gencar 
dilakukan pengusaha maupun petani  yang membudidayakan kopi luwak," kata Ketua 
Renlitbang Asosiasi  Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung 
Muchtar Lutfie.

Menurut  dia, peningkatan kualitas serta cita rasa khas kopi luwak juga harus  
dipertahankan agar konsumen berminat membeli. Kontinuitas produksi,  menurut 
Muchtar, harus stabil tidak lebih ataupun berkurang. "Kopi luwak  adalah kopi 
spesial sehingga mutu, cita rasa dan kontinuitas produksi  harus terjaga," 
ujarnya.

Saat ini konsumen kopi luwak robusta  Lampung di dalam negeri masih sedikit 
karena  sulit didapat dan harganya  mahal. Menurut dia, konsumen kopi luwak 
robusta di luar negeri  hingga  saat ini belum ada karena itu perlu promosi 
terus-menerus.

Pengusaha  kopi luwak robusta, Desmon Tahir, mengatakan, prospek bisnis kopi 
jenis  ini belum menjanjikan mengingat harganya yang mahal serta produksinya  
terbatas. Selain itu, aroma kopi luwak robusta tidak tahan lama bila  
dibandingkan dengan jenis arabika.

Harga kopi luwak robusta  mencapai Rp 750.000 hingga Rp 1 juta per kilogram, 
sedangkan kopi luwak  jenis arabika di pasaran bisa mencapai Rp 3 juta/kg. "Di 
Jerman, harga  kopi luwak arabika bisa mencapai Rp 9 juta/kg," kata Desmon.

Desmon  yang juga Ketua Kompartemen Promosi AEKI Lampung lebih lanjut  
menjelaskan, pihaknya sempat mempromosikan kopi luwak robusta di  Singapura, 
tetapi konsumen di sana belum berminat. Konsumen di luar  negeri, lanjut 
Desmon, 
lebih memilih kopi luwak arabika karena kekhasan  cita rasanya. "Pedagang dari 
Medan dan Jawa Barat memasarkan kopi luwak  arabika ke Jepang meski dalam 
jumlah 
yang tidak banyak," katanya.

Areal kopi robusta di Lampung seluas 163.000 ha dan petani yang terlibat dalam 
budidaya kopi sebanyak 200.000 kepala keluarga. 


Luas  areal kopi di segitiga emas kopi Indonesia (Lampung, Sumsel, dan  
Bengkulu) seluas 463.000 ha dengan produksi 218.000 ton. Indonesia  menduduki 
peringkat keempat di dunia setelah Brasil, Kolombia, dan  Vietnam sebagai 
negara 
penghasil kopi.
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas. com/read/ xml/2010/ 08/06/11441728/ Kopi.Luwak. Arabika.Rp. 
9.Juta.Per. Kg-8


2009/10/7 mh <khs...@gmail. com>

Beu, eta kopi "podol" careuh, geuing cenah pang-hebat-na.
>
>=====
>Kopi Luwak, Rp 1 Juta Secangkir
>Kamis, 10 April 2008 | 17:14 WIB
>
>LONDON, KAMIS - Bertanyalah kepada orang Inggris, kopi apa paling
>mahal di dunia, maka bangsa peminum teh itu akan menjawab kopi yang
>diambil dari kotoran musang. Anggapan ini mungkin sama dengan
>masyarakat tradisional Indonesia.
>
>

 


      

Kirim email ke