Hewan Careuh Banyak yang Mati, Produksi Kopi Luwak Tersendat Selasa, 02/11/2010 - 15:01 [image: KODAR/"PRLM"] KODAR/"PRLM" POPULASI hewan careuh yang dikandangkan masih sulit didongkrak, umumnya tak bertahan lama karena mati. Ini membuat produksi kopi luwak tersendat.*
SOREANG, (PRLM).-Sejumlah petani kopi Kawasan Bandung Selatan mengalami kesulitan mendongkrak produksi kopi luwak, karena secara umum masih kesulitan melakukan domestikasi (penjinakan) hewan careuh (musang). Karena kondisi tersebut, sangat banyak hewan careuh yang dipelihara oleh petani kopi di Bandung Selatan mati di kandang. Ketua Koperasi Petani Kopi "Tani Mandiri", Desa Cibodas, Kec. Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Ayi Rohmat, di Kec. Pasirjambu, Selasa (2/11), di kelompok usaha tani desanya saja, sejak dua bulan terakhir dari sebelas ekor populasi hewan careuh yang ada di kandang yang mati sudah mencapai delapan ekor, sehingga yang hidup tinggal bersisa tiga ekor. Padahal, untuk memperoleh careuh bulan, para petani anggota cukup susah payah bahkan sebagian harus dibeli dari Kabupaten Cianjur. Kondisi serupa juga terjadi pada beberapa kelompok tani kopi pada desa dan kecamatan di sekitarnya, juga penyebabnya sama, karena para petani kopi belum memiliki keterampilan yang memadai dalam domestikasi hewan careuh. Sebagai solusi, hewan careuh sedang dicoba untuk diternakan, sehingga anak-anak hewan itu secara otomatis menjadi jinak dan terbiasa hidup di kandang. Kondisi serupa juga dialami di Kec. Pangalengan, menurut tokoh petani kopi setempat yang juga pengurus Koperasi Warga Masyarakat Desa Hutan (Kowamah), Endjang Suwirya, di mana populasi hewan careuh yang dikandangkan masih sulit didongkrak, karena umumnya tak bertahan lama karena mati. Ini membuat produksi kopi luwak asal Kec. Pangalengan masih belum dapat didongkrak, walau pasaran sudah banyak memesan dalam jumlah cukup banyak. "Banyak harapan kami, agar dinas/instansi terkait, baik dari kabupaten maupu provinsi, agar dapat memberikan bimbingan teknis kepada para petani kopi dalam beternak hewan careuh. Sayang sekali, potensi bisnis kopi luwak yang seharusnya dapat termanfaatkan oleh masyarakat desa hutan di Bandung Selatan, belum dapat termanfaatkan optimal karena masih minimnya keterampilan memelihara hewan careuh," kata Enjang, senada Ketua Kowamah, H Rusnandar, serta Ayi Rohmat. (A-81/kur) *** http://www.pikiran-rakyat.com/node/126140
